Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Dapur Sekolah Menjamin Kesehatan dan Tepat Waktu Pelaksanaan MBG


					Dapur Sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Perbesar

Dapur Sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Teropongistana.com JAKARTA – Kunci sukses penerapan Dapur Sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kompak, saling mendukung, dan gotong-royong. Keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua/komite sekolah, guru, karyawan dan pengelola kantin sekolah sangat menentukan tingkat keberhasilan program MBG ini.

Oleh karena itu, semua ikut terlibat baik dari orang tua/komite sekolah, staf sekolah, dan petugas kantin. Para orang tua bertugas dalam penyiapan bahan yang akan dimasak, sampai dengan menyiapkan makanan yang sudah masak dari dapur ke meja prasmanan yang telah disediakan.

Ibu Ani, salah satu orang tua siswa SDN 01 Menteng Jakarta Pusat mengaku dirinya mulai bertugas sejak pukul 05.00 WIB, ikut membersihkan sayur mayur yang akan dimasak dan juga menyiapkan makanan untuk para siswa.

“Iya, karena ada anak di rumah, saya tadi sampai di sekolah ini jam 05.00 WIB, langsung bantu-bantu membersihkan dan memotong sayuran, dan kerjaan lain. Dengan terlibatnya orang tua dan komite sekolah seperti ini, sekaligus ikut mengawasi kondisi dan kualitas makanan untuk para siswa. Dan tidak mungkin kami menyiapkan makanan yang asal-asalan, pastinya makanan yang terbaik, kan untuk anak kita sendiri,” jelas Ani.

Senada dengan Ani selaku orang tua siswa, Ibu Puji salah seorang guru mengatakan bahwa dirinya senang, melihat antusiasme para siswa saat mengantri untuk mendapatkan Makanan Bergizi Gratis.

“Kami para guru dilibatkan sebagai tim panitia, untuk mendampingi para siswa saat antri untuk mengambil makanan di meja prasmanan. Dan untuk proses belajar dan mengajar tetap berjalan seperti biasa, tidak ada kendala,” ujar Puji.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menuai perhatian publik setelah rangkaian kasus keracunan massal terjadi di sejumlah daerah.

Ratusan siswa mulai dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga kasus terbesar di Bengkulu jadi korban keracunan.

Banyaknya kasus keracunan MBG dinilai sebagai kegagalan sistemik.

Belum ada upaya dari pemerintah dalam hal ini BGN (Badan Gizi Nasional) mencari solusi dari banyaknya kasus keracunan pada MBG.

Pada 11 September 2024, SDN 01 Menteng Jakarta Pusat menorehkan pengalaman baru, dimana Sekolah Obama dengan jumlah siswa 380 siswa ini menerapkan Dapur sekolah sebagai salah satu alternatif meminimalisir keracunan makanan.

Hasilnya sangat memuaskan karena para siswa tidak ada yang ogah-ogahan menyantap makanan.

Dapur Sekolah adalah cara baru menyajikan MBG kepada siswa berbasis dapur mandiri yang dikerjakan oleh pihak sekolah dengan melibatkan lingkungan sekitar.

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional