Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Pemerintah Diminta Cabut Izin PT ABS Usai Penembakan Lima Petani di Bengkulu Selatan


					Keterangan foto : Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi damai memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ke-65 di kawasan Monas hingga Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/9/2025) Perbesar

Keterangan foto : Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi damai memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ke-65 di kawasan Monas hingga Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/9/2025)

Teropongistana.com Jakarta – Peristiwa kekerasan kembali terjadi dalam konflik agraria di Bengkulu Selatan. Lima petani di Kecamatan Pino Raya menjadi korban luka tembak yang diduga dilepaskan oleh pihak keamanan Perusahaan Sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) pada Senin, 24 November 2025.

Para korban mengalami luka tembak serius di berbagai bagian tubuh. Empat orang dirawat di RSUD HD Manna, sementara satu korban dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu akibat kondisi yang lebih parah.

Kejadian bermula ketika sekitar 40 petani meminta pihak perusahaan menghentikan aktivitas alat berat yang tengah membuka jalan di area yang selama ini digarap masyarakat. Aktivitas tersebut dinilai merusak tanaman dan mengancam lahan pertanian petani. Tidak lama setelah itu, terjadi dugaan penembakan yang menyebabkan lima warga terluka.

Identitas Korban Luka Tembak

Linsurman (41), warga Kembang Seri – luka tembak di bagian dengkul.

Edi Hermanto (52), warga Pagar Gading – luka tembak di bagian paha.

Edi Susanto/Santo (55), warga Kembang Seri – luka tembak di rusuk bawah ketiak.

Suhardin (60), warga Kembang Seri – luka tembak di bagian betis.

Buyung (70), warga Tungkal – luka tembak di bagian perut/dada.

Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI Bidang Politik dan Demokrasi, Maulana Taslam, mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan oleh pihak keamanan PT ABS.

“Penembakan terhadap petani adalah bentuk kekerasan paling brutal dalam konflik agraria. PB HMI mengecam keras tindakan represif ini dan meminta proses hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. PT ABS wajib bertanggung jawab atas seluruh luka, kerugian, dan trauma yang dialami para korban,” tegas Maulana Taslam di Jakarta.

Ia juga menyampaikan desakan keras kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk turun tangan menghentikan rangkaian kekerasan yang berulang dalam konflik lahan.

“Kami mendesak Kementerian dan Pemerintah Provinsi Bengkulu segera mencabut izin operasional PT Agro Bengkulu Selatan. Perusahaan yang menggunakan pihak keamanan untuk menembaki warga tidak layak untuk beroperasi. Pemerintah harus berpihak pada rakyat, bukan pada korporasi yang mengabaikan hak-hak petani,” ujarnya.

Terlebih lanjut Maulana mengatakan
“meminta Kapolda Bengkulu turun langsung mengusut kasus ini secara independen, transparan, dan profesional. ” lanjutnya.

Ia juga meminta jaminan perlindungan bagi petani yang selama ini berkonflik dengan PT ABS, serta evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan perkebunan yang kerap memicu kekerasan di berbagai daerah.

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional