Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Anggota DPRD Soroti Proyek Lapdek Senilai Rp650 Juta di Kota Sukabumi


					Foto/Dok: Anggota DPRD Kota Sukabumi, Fraksi PKS, Danny Ramdhani. Perbesar

Foto/Dok: Anggota DPRD Kota Sukabumi, Fraksi PKS, Danny Ramdhani.

Teropongistana.com Sukabumi – Pembangunan pagar Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi dengan anggaran Rp650 juta kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Kota Sukabumi sekaligus Ketua Fraksi PKS, Danny Ramdhani, menilai persoalan utama di ruang publik tersebut bukan terletak pada ketiadaan pagar, melainkan lemahnya pengelolaan dan edukasi kepada masyarakat.

Danny menyampaikan, Lapang Merdeka sejatinya merupakan sarana olahraga dan ruang publik yang harus mengedepankan kenyamanan warga yang beraktivitas fisik. Namun dalam praktiknya, berbagai aktivitas di luar peruntukan justru semakin marak, mulai dari pedagang kaki lima, penyewaan sepeda listrik, hingga kegiatan karaoke dengan penggunaan pengeras suara berdaya besar.

Menurut Danny, kondisi tersebut menunjukkan adanya kekurangan dalam manajemen kawasan. Ia berpandangan bahwa pendekatan yang lebih tepat adalah edukasi dan penegakan aturan, bukan dengan membangun pagar fisik.

“Harusnya masyarakat diedukasi, bukan dipagerisasi. Masalah PKL, sewa sepeda listrik, sampai karaoke dengan sound besar itu seharusnya diselesaikan lewat pengelolaan dan sosialisasi aturan,” ujar Danny, Sabtu (20/12/2025).

Ia mengingatkan bahwa pada masa sebelumnya, Lapang Merdeka pernah berada dalam kondisi yang lebih tertib dan terkendali. Saat itu, warga yang berolahraga merasa lebih nyaman dibandingkan dengan situasi sekarang yang dinilai semakin tidak teratur.

Danny menilai, kunci pengendalian ada pada keseriusan pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan daerah dan aturan pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa pembiaran justru akan membuat persoalan semakin sulit dikendalikan.

“Kalau dibiarkan, ya semakin tidak terkendali. Pertanyaannya sekarang, apakah dengan pagar itu persoalan di Lapdek bisa benar-benar selesai?” katanya.

Dari sisi estetika, Danny juga menyebut tampilan Lapang Merdeka sebelum dipagari dinilai lebih enak dipandang. Ia mengaku sependapat dengan kritik para pengamat tata kota yang menilai desain pagar tidak selaras dengan karakter dan konsep elegan Lapang Merdeka sebelumnya.

Ia menilai wajar jika muncul kritik dari kalangan profesional tata ruang, mengingat Lapang Merdeka sempat dirancang sebagai ruang terbuka yang menyatu dengan kawasan strategis pusat kota.

Sebelumnya, kritik keras terhadap proyek pemagaran Lapang Merdeka juga disampaikan arsitek senior sekaligus mantan Tim Penataan Kota Sukabumi, I Hendy Faizal. Ia menilai pembangunan pagar tersebut bertentangan dengan konsep ruang terbuka dan master plan kawasan strategis kota yang disusun pada 2021–2022.

Menurut Hendy, pengendalian aktivitas seharusnya dilakukan melalui instrumen nonfisik seperti peraturan daerah dan penegakan hukum, bukan dengan pendekatan pragmatis berupa pagar.

Meski demikian, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) menyatakan pemagaran dilakukan sebagai langkah terakhir untuk mengembalikan fungsi Lapang Merdeka. Pemagaran sepanjang 317 meter itu diklaim hanya membatasi titik akses tertentu agar pengawasan lebih efektif.

 

(Sumber:Sukabumi.id)

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional