Menu

Mode Gelap
Politisi Golkar Minta Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Kasus Penculikan Empat WNI di Afrika Tengah Pungutan Pengajian Desa Karangnunggal Disorot, Diduga Langgar Asas Sukarela Empat Terdakwa TPKS di Sorong Dituntut hingga 15 Tahun Penjara Matahukum Sebut Jaksa Agung Memahami Kebijakan Prabowo Soal Penghematan Anggaran Lewat Rakerna Virtual CBA Soroti Mutasi Masal di RSUD Dr Koesma Tuban, Ada Apa CBA Soroti Tantiem Direksi dan Desak Pertamina Pecat Manajemen

Nasional

Politisi Golkar Minta Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Kasus Penculikan Empat WNI di Afrika Tengah


					Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dsve Laksono, Rabu (14/1/2026) Perbesar

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dsve Laksono, Rabu (14/1/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari partai Golkar Dave Laksono meminta pemerintah bertindak cepat dalam menangani kasus penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bajak laut. Penculian terjadi oleh kelompok penyerang bersenjata di perairan pantai Gabon, Afrika Tengah.

“Pemerintah harus bertindak cepat, tegas, dan diplomatis dalam menghadapi kasus ini, sekaligus memperkuat mekanisme perlindungan jangka panjang. Insiden di Gabon menjadi pelajaran penting bahwa perlindungan WNI di luar negeri adalah bagian integral dari politik luar negeri Indonesia, dan negara tidak boleh absen dalam menjalankan kewajiban tersebut,” kata Dave kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

“Komisi I DPR RI mendorong pemerintah untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon serta pihak-pihak terkait di kawasan Teluk Guinea. Diplomasi yang aktif dan terarah melalui Kementerian Luar Negeri menjadi kunci, baik dalam menjalin komunikasi dengan aparat keamanan setempat maupun dalam membangun dukungan internasional,” kata Dave.

Politisi pohin beringin tersebut menekankan keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Hal ini juga, kata Dave untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya di mana pun berada.

“Pemerintah harus memastikan bahwa keselamatan para sandera menjadi prioritas utama, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi warganya di manapun mereka berada,” ucap Dave.

Dalam jangka panjang, kata Dave, pemerintah harus memperkuat sistem perlindungan WNI yang bekerja di perairan internasional. Dave menyebut pemerintah harus segera meningkatkan kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di kawasan Afrika.

“Pemerintah juga perlu memperkuat sistem perlindungan jangka panjang bagi WNI yang bekerja di sektor perikanan dan pelayaran internasional. Pendataan yang lebih ketat, pelatihan keselamatan, serta kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di kawasan Afrika harus segera ditingkatkan,” ujar Dave.

“Indonesia juga perlu mengambil peran aktif dalam forum internasional terkait keamanan maritim, sehingga suara kita didengar dan kepentingan WNI terlindungi secara berkelanjutan,” tambah Dave.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat. Koordinasi itu untuk memastikan keselamatan korban.

“KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon),” kata Jubir Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/1).

Diketahui, kelompok bajak laut itu menculik sembilan orang pelaut, 4 diantaranya merupakan WNI yang merupakan awak kapal. Pihak KBRI juga meminta bantuan ke otoritas Gabon untuk membantu penyelamatan WNI korban penculikan.

“KBRI juga mengupayakan permohonan bantuan Pemerintah Gabon untuk dukungan bantuan dan keselamatan bagi para WNI tersebut,” katanya.

Kemlu belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci terkait hal itu, Kemlu meminta masyarakat mengikuti perkembangan.

Sekedar informasi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam di kapal penangkap ikan berbendera Gabon. Kelompok penyerang bersenjata menaiki kapal penangkap ikan di lepas pantai Gabon. Mereka lalu menculik sembilan orang pelaut, 4 diantaranya merupakan WNI yang merupakan awak kapal.

“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” kata kepala staf angkatan laut Hubert Bekale Meyong dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon, dilansir AFP.

Kejadian itu merupakan aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer (3.500 mil) dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.

Baca Lainnya

Matahukum Sebut Jaksa Agung Memahami Kebijakan Prabowo Soal Penghematan Anggaran Lewat Rakerna Virtual

14 Januari 2026 - 14:44 WIB

Matahukum Sebut Jaksa Agung Memahami Kebijakan Prabowo Soal Penghematan Anggaran Lewat Rakerna Virtual

CBA Soroti Mutasi Masal di RSUD Dr Koesma Tuban, Ada Apa

14 Januari 2026 - 11:43 WIB

Cba Soroti Mutasi Masal Di Rsud Dr Koesma Tuban, Ada Apa

CBA Soroti Tantiem Direksi dan Desak Pertamina Pecat Manajemen

14 Januari 2026 - 09:22 WIB

Inilah Update Daftar Harga Bbm Pertamina Terkini Per 17 April 2025 Di Spbu Seluruh Wilayah Indonesia. Pada Pekan Ketiga Di Bulan April 2025, Apakah Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga Bbm? Dilansir Dari Laman Resmi Mypertamina, Sebelumnya Terdapat 5 Bbm Yang Turun Harga. Di Antaranya Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, Termasuk Pertamax. Perlu Diketahui Kenaikan Atau Penurunan Harga Bbm Tersebut Mengacu Pada Tren Harga Rata-Rata Minyak Dunia Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar As. Kebijakan Penyesuaian Harga Juga Atas Kewenangan Pertamina. Untuk Memastikan Apakah Ada Perubahan Harga, Anda Bisa Mengecek Update Daftar Harga Bbm Terkini Secara Berkala. Selain Itu, Harga Bbm Ini Bisa Beda-Beda Di Setiap Wilayah Di Indonesia. Lalu, Bagaimana Dengan Harga Bbm Lainnya Seperti Solar Dan Pertalite ? Berikut Simak Selengkapnya Update Daftar Harga Bbm Pertamina Terbaru Untuk Seluruh Indonesia Pada Hari Ini Kamis 17 April 2025, Dilansir Dari Mypertamina.id. Provinsi Aceh  Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Free Trade Zone (Ftz) Sabang Pertamax: Rp 11.800 Dexlite: Rp 12.750  Provinsi Sumatera Utara Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Sumatera Barat Pertamax: Rp 13.050 Pertamax Turbo: Rp 14.100 Dexlite: Rp 14.200 Pertamina Dex: Rp 14.500  Provinsi Riau Pertamax: Rp 13.050 Pertamax Turbo: Rp 14.100 Dexlite: Rp 14.200 Pertamina Dex: Rp 14.500  Provinsi Kepulauan Riau Pertamax: Rp 13.050 Pertamax Turbo: Rp 14.100 Dexlite: Rp 14.200 Pertamina Dex: Rp 14.500 Free Trade Zone (Ftz) Batam Pertamax: Rp 11.900 Pertamax Turbo: Rp 12.850 Dexlite: Rp 12.900 Pertamina Dex: Rp 13.200  Provinsi Jambi Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Bengkulu Pertamax: Rp 13.050 Pertamax Turbo: Rp 14.100 Dexlite: Rp 14.200 Pertamina Dex: Rp 14.500  Provinsi Sumatera Selatan Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Bangka Belitung Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Lampung Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Dki Jakarta Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Banten Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Jawa Barat Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Jawa Tengah Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Di Yogyakarta Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Jawa Timur Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Bali Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Nusa Tenggara Barat Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900  Provinsi Nusa Tenggara Timur Pertamax: Rp 12.500 Pertamax Turbo: Rp 13.500 Pertamax Green 95: Rp 13.250 Dexlite: Rp 13.600 Pertamina Dex: Rp 13.900 Solar Non-Subsidi: Rp 13.500  Provinsi Kalimantan Barat Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Kalimantan Tengah Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900  Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Kalimantan Selatan Pertamax: Rp 13.050 Pertamax Turbo: Rp 14.100 Dexlite: Rp 14.200 Pertamina Dex: Rp 14.500  Provinsi Kalimantan Timur Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Kalimantan Utara Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Sulawesi Utara Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Gorontalo Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Sulawesi Tengah Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Sulawesi Tenggara Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Sulawesi Selatan Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900  Pertamina Dex: Rp 14.200  Provinsi Sulawesi Barat Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200.  Provinsi Maluku Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Maluku Utara Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Papua Pertamax: Rp 12.800 Pertamax Turbo: Rp 13.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Papua Barat  Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200.  Provinsi Papua Selatan Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Papua Pegunungan Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Papua Tengah Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Papua Tengah Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900.  Provinsi Papua Barat Daya Pertamax: Rp 12.800 Dexlite: Rp 13.900 Pertamina Dex: Rp 14.200. Nah, Itulah Daftar Harga Bbm Terbaru Di Spbu Pertamina Di Seluruh Wilayah Di Indonesia. Pada April 2025 Di Jawa Barat, Terdapat 5 Bbm Yang Turun Harga, Di Antaranya: • Pertamax : Rp12.500/Liter Sebelumnya Harga Pertamax Rp 12.900/Liter Turun Harga Rp 400/Liter. • Pertamax Green : Rp13.250/Liter Sebelumnya Rp 13.700/Liter Turun Harga Rp 450/Liter. • Pertamax Turbo : Rp13.500/Liter Sebelumnya Rp 14.000/Liter Turun Harga Rp 500/Liter. • Dexlite : Rp13.600/Liter Sebelumnya Rp 14.300/Liter Turun Harga Rp 700/Liter. • Pertamina Dex : Rp13.900/Liter Sebelumnya Rp 14.600/Liter Turun Harga Rp 700/Liter. Sedangkan Bbm Lainnya Tidak Mengalami Perubahan Harga Termasuk Harga Pertalite Dan Bio Solar. Untuk Harga Pertalite Dan Solar Tidak Mengalami Perubahan Harga Sejak Tahun 2022 Lalu. Kini, Harga Pertalite Masih Dibanderol Rp 10.000 Per Liter Dan Solar Rp 6.800.
Trending di Nasional