Menu

Mode Gelap
Dugaan Konflik Kepentingan, Anggota DPRD Depok Diduga Terlibat MBG Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, GSBK Soroti Kualitas Barang Rupiah Sentuh Rp18.176 per Dolar AS, IHSG Jatuh 4%, Komisi XI Desak Intervensi Pemerintah Susul Josep Anakotta, ASN Kelurahan Makbusun Ditahan Kejari Sorong Setahun Berdiri Belum Terbuka, FPHI Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​ Pelepasan Saham Sherly Tjoanda Baru Dilakukan Setahun Lebih Setelah Dilantik

Nasional

Rupiah Sentuh Rp18.176 per Dolar AS, IHSG Jatuh 4%, Komisi XI Desak Intervensi Pemerintah


					Rupiah Sentuh Rp18.176 per Dolar AS, IHSG Jatuh 4%, Komisi XI Desak Intervensi Pemerintah Perbesar

Rupiah Tembus Rp18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI Ingatkan Pemerintah Harus Lakukan IntervensiJAKARTA – Pasar keuangan domestik dihantam gelombang tekanan jual masif pada awal pekan ini. Menanggapi situasi kritis tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, mendesak pemerintah dan otoritas moneter untuk melakukan intervensi dengan segera mengambil langkah darurat yang cepat, cerdas, dan terukur demi memulihkan kepercayaan (trus) pasar yang mulai goyah.

 

Kondisi pasar modal dan nilai tukar dilaporkan memburuk secara signifikan. Pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok parah hingga 4 persen (merosot 246 poin) ke level 5.349. Selaras dengan itu, nilai tukar rupiah kian lunglai hingga menembus angka Rp18.176 per dolar AS.

 

“Pelemahan rupiah yang sangat dalam dan amblesnya IHSG ini adalah sinyal bahaya. Pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar yang tepat. Kondisi darurat seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa arah kebijakan yang jelas,” tegas Marwan Jafar di Jakarta, Senin (8/6/2026).

 

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) ini menilai, kejatuhan IHSG dipicu oleh tingginya kepanikan investor yang memicu aksi jual massal. Jika sentimen negatif ini dibiarkan tanpa kepastian komunikasi publik dari pemerintah, risiko penarikan dana asing secara besar-besaran (capital outflow) akan semakin memperpuruk nilai tukar.

 

Bagi Marwan, faktor psikologis pasar dan kepastian regulasi jauh lebih menentukan stabilitas ekonomi saat ini dibandingkan sekadar data fundamental di atas kertas.

 

“Sentimen investor memegang kendali besar. Ketika pelaku pasar melihat pemerintah punya strategi mitigasi yang jelas dan respons cepat, tekanan terhadap rupiah bisa diredam. Sebaliknya, jika ketidakpastian dipelihara, pasar keuangan kita bisa lumpuh,” ujar legislator PKB asal Dapil Jawa Tengah III tersebut.

 

Lebih lanjut, Marwan mengingatkan bahwa krisis di sektor keuangan ini bukan sekadar angka di papan saham, melainkan bom waktu bagi masyarakat kecil. Melemahnya rupiah ke level Rp18.000-an akan langsung mengerek biaya impor bahan baku industri dan memicu inflasi harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar.

 

“Semakin cepat kepercayaan pasar dipulihkan, semakin besar peluang kita melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas. Pemerintah harus hadir dengan langkah yang meyakinkan—bukan sekadar menenangkan dengan retorika, tapi menyelamatkan daya beli rakyat dari hantaman badai ekonomi ini,” pungkas Marwan.

Baca Lainnya

Dugaan Konflik Kepentingan, Anggota DPRD Depok Diduga Terlibat MBG

8 Juni 2026 - 20:31 WIB

Dugaan Konflik Kepentingan, Anggota Dprd Depok Diduga Terlibat Mbg

Pelepasan Saham Sherly Tjoanda Baru Dilakukan Setahun Lebih Setelah Dilantik

7 Juni 2026 - 23:13 WIB

Pelepasan Saham Sherly Tjoanda Baru Dilakukan Setahun Lebih Setelah Dilantik

Nilai Berubah di Menit Akhir SPMB Jabar, Orang Tua Datangi Sekolah dan Disdik

7 Juni 2026 - 23:08 WIB

Nilai Berubah Di Menit Akhir Spmb Jabar, Orang Tua Datangi Sekolah Dan Disdik
Trending di Nasional