Teropongistana.com TANGERANG – Kerajinan peci dari pelepah pisang klutuk kurang dilirik oleh Pemerintah. Akan tetapi kerajinan asli lokal Desa Kedung Dalem itu banyak diminati masyarakat sekitar hingga luar wilayah Mauk.
Kerajinan peci dari pelepah pisang klutuk itu yang mana sebuah karya lokal dari tangan salah seorang warga asal Kampung Kijem 23/04 Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang
Sebut saja Anjas pria beranak dua itu menekuni kerajinannya berawal hanya iseung – iseung melihat banyaknya limbah pohon pisang klutuk di kebon milik tetangganya yang tak jauh dari rumahnya. Yang kemudian munculah sebuah ide mengubah sumber alam (pelepah pisang) itu menjadi sebuah karya yang menarik dan menjadi nilai ekonomi baginya. Namun sayangnya, kerajinan hasil karyanya kurang mendapati perhatian dari Pemerintah setempat.
Baca juga :Â Ketua PWI Kota Tangerang Ungkap Tak Ada Penyekapan Oleh Kejari
Menurutnya, selain dapat dijadikan peci pelepah pisang klutuk juga dapat dijadikan kerajinan tas dengan berbagai variasi dari aksesoris.
Ia menjelaskan, proses pembuatan peci dari pelepah pisang itu dijemur dibawah terik sinar matahari selama satu minggu, kemudian dipotong-potong lalu divernis dalam satu tengah jam menghasilkan satu peci.
“Saya liat di youtube ternyata banyak yang udah bikin kaya gini, cuma beda proses, kalo saya pake motif alami,” ucapnya saat berbincang di rumahnya, Minggu (11/9/2022).
Ketika ditanya kendala, bapak dua anak ini menjawab sulit mencari bahan pelepah pisang klutuk, karena pelepah pisang lain tidak bisa dijadikan peci sebab mudah rapuh.
Di sisi lain, ia melakukan kegiatan tersebut seorang diri sehingga belum mampu memasarkan produknya.
“Kalo ada yang pesen baru saya buatin, satu peci pelepah pisang klutuk biasa dijual Rp. 50.000 sedangkan satu peci pelepah pisang klutuk hitam dijual Rp. 100.000,” ucapnya.
Kurangnya modal dan tidak adanya respon dari Pemerintah Desa Kedung Dalem membuat usaha kerajinan peci tidak berkembang.
“Harapan saya kepengen karya saya dikenal masyarakat, dan aparat desa menggunakan peci hasil buatan warga sendiri apalagi cuma saya di Kecamatan Mauk yang bikin peci dari pelepah pisang klutuk,” tutupnya. (Bandi/Ard)









