Menu

Mode Gelap
PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara

Politik

Bawa Agenda Pribadi di Kabinet, Prabowo Dinilai Layak Copot Menteri Bahlil


					Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat di tunjuk-tunjuk masyarakat akibat langkanya GAS 3 Kg Tanggerang kota. Perbesar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat di tunjuk-tunjuk masyarakat akibat langkanya GAS 3 Kg Tanggerang kota.

Teropongistana.com Jakarta – Presiden Prabowo Subianto disarankan segera mereshuffle Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sebab, kebijakan Bahlil terkait pelarangan pengecer gas LPG 3 kg itu dinilai sudah mempersulit bahkan merenggut sumber penghasilan pedagang kecil.

“Kebijakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengenai gas LPG 3 Kg membuat polemik dan kegaduhan yang dianggap mempersulit rakyat kecil dan menghilangkan salah satu sumber pendapatan pedagang kecil,” kata Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas kepada wartawan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2025.

Dia juga menilai keputusan Bahlil yang melarang aktivitas pengecer mengakibatkan antrean panjang di pangkalan gas LPG 3 kg. Parahnya, terdapat korban jiwa dari antrean tersebut.

“Akibat rencana tersebut membuat banyak antrian masyarakat di pangkalan penjualan LPG yang membawa korban jiwa,” ucapnya.

Di sisi lain, Fernando memandang kebijakan Bahlil itu membuat dampak negatif bagi pemerintahan Prabowo. Dia mengaku ragu bila Bahlil benar-benar loyal kepada Kepala Negara.

“Jangan-jangan Bahlil menginginkan pemerintahan Prabowo buruk di mata masyarakat sehingga memicu reaksi,” ucapnya.

Dia berharap Presiden Prabowo segera menyadari hal tersebut dan segera melakukan pencopotan terhadap Bahlil dari Kabinet Merah Putih. Tak hanya itu, Prabowo diharap berani menyingkirkan siapa pun di kabinetnya yang membawa agenda sendiri.

“Sehingga tidak akan ada lagi upaya-upaya untuk menggagalkan pemerintahan Prabowo dari internal Kabinet Merah Putih,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk kembali mengizinkan pengecer berjualan gas LPG 3 kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 Kg sambil menertibkan pengecer jadi agen sub pangkalan secara parsial,” kata Wakil Ketua DPR RI Dasco.

Tak hanya itu, Dasco mengatakan jika Kepala Negara meminta jajarannya untuk memproses administrasi bagi para pengecer untuk ‘naik kelas’ menjadi sub agen. Peralihan status dari pengecer menjadi sub agen itu dinilai penting agar harga gas LPG 3 kg yang dijual tidak memberatkan masyarakat.

“Kemudian memproses administrasi dan lain-lain, agar sebagai agen sub pangkalan harga yang akan dijual ke masyarakat tidak terlalu mahal,” kata Dasco.

Baca Lainnya

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

25 Desember 2025 - 19:03 WIB

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

Camelia Petir Tekankan Kekompakan di Puncak HUT ke-1 dan Seminar Nasional

14 Desember 2025 - 12:55 WIB

Camelia Petir Tekankan Kekompakan Di Puncak Hut Ke-1 Dan Seminar Nasional

Pengamat Ungkap Sinyal Parpol Lain Agar Nyalakan Lampu Sen

10 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dugaan Musda Golkar Dpd Hanya Seremonial, Keputusan Ada Di Ujung Telunjuk Bahlil?
Trending di Politik