Menu

Mode Gelap
JAGATANI: Jangan Biarkan Energi Perjuangan Habis Terbelah, Satukan di Jalur Solusi Peredaran Vape Narkoba Terbongkar di Batam, Ratusan Liquid Etomidate Disita BNN Korcam BGN Curugbitung Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala SPPG, Picu Sorotan Tata Kelola Program MBG SPPG Cijoro Lebak 4 Diduga Distribusikan MBG Tidak Sesuai Standar Anggaran Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran Ajak Jaga Optimisme Program Pemerintah Copot dan Periksa Dirjen Planologi, MataHukum: Bersihkan Mafia Hutan

Politik

Ramai Kritik Bahlil, Publik Dorong Munaslub Golkar Segera Digelar


					Foto (Fed). Perbesar

Foto (Fed).

Teropongistana.com Jakarta – Tekanan publik terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar semakin mencuat, terutama di media sosial seperti Facebook. Meskipun Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, melalui sejumlah media menegaskan tidak ada isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), warganet menunjukkan respons berbeda.

Salah satu unggahan berita di akun Facebook Antaranews.com yang menyatakan Bahlil menepis isu Munaslub, mendapat banyak komentar kritis. Akun Timor Sunrise menuliskan, “Orang ini diganti saja. Bukankah jadi ketum itu lahir dari demokrasi yang cacat? Ketum yang lahir dalam kondisi cacat seperti ini, tidak mampu membesarkan partai.”

Sikap serupa terlihat di unggahan akun beritasatu.com yang juga memuat pernyataan Bahlil bahwa tidak ada Munaslub di Golkar. Akun Puang Dullah menanggapi, “Kalau Golkar mau bertahan di DPR, iya, ganti Bahlil.”

Komentar bernada sinis juga muncul dari akun xixi xaxa yang menyebut, “Bahlul ternak Mulyono 🤣.”

Sementara itu, akun Media Indonesia mempublikasikan berita berjudul “Isu Munaslub Golkar, Sinyal Retaknya Dukungan untuk Bahlil,” yang turut mendapat reaksi keras dari masyarakat. Salah satunya akun Rizal Zubair yang menulis, “Lebih cepat lebih bagus, karena Bahlil adalah titipan untuk menjadikan Golkar sebagai kendaraan politik yang gila kekuasaan dan budak oligarki.” Akun lain, Dermawan Dermawan, menyebut, “Bahlil gak cocok jadi Ketum..😁”

Gelombang komentar negatif ini menunjukkan adanya ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Bahlil, sekaligus menandai tekanan publik yang kian kuat agar Partai Golkar mempertimbangkan kembali arah dan kepemimpinannya.

Baca Lainnya

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak

Adde Rosi: Lebih dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

10 Juni 2026 - 15:38 WIB

Adde Rosi: Lebih Dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-buru

6 Juni 2026 - 00:02 WIB

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-Buru
Trending di Politik