Menu

Mode Gelap
KUHAP Baru Berlaku, Keadilan di Kepolisian Masih Sulit Diakses ​ Kajati Jabar: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan Ketahanan Pangan Tak Hanya Produksi, Tapi Butuh Transformasi Digital Kapolda Cup II Resmi Bergulir, Perkuat Soliditas Personel Polri di Papua Barat Daya Melalui Nobar Piala Dunia 2026, Polda Banten Bangun Kedekatan dengan Warga Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Sorong Kota Sambangi dan Santuni Purnawirawan

Politik

Isu Munaslub Golkar Mencuat, Bahlil Dinilai Terlalu Dekat dengan Jokowi


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta — Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali berembus di kalangan internal. Seorang kader muda Golkar yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa “sandi-sandi” terkait Munaslub terus bergulir di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurutnya, faksi-faksi internal Golkar mulai bergerak melakukan lobi politik untuk menentukan arah kepemimpinan ke depan, Jakarta  (17/8).

Nama Bahlil Lahadalia yang saat ini berada di posisi penting dalam struktur partai disebut menjadi sorotan. Ia dinilai “terlalu Jokowi” sehingga berpotensi menjauhkan Golkar dari kedekatan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Jika Bahlil masih menjabat ketua umum, dikhawatirkan suara Golkar akan turun. Selama ini Golkar dikenal piawai dalam beradaptasi dengan penguasa, tapi kali ini bisa berbeda,” ujar sumber tersebut.

Faksi pendukung Bahlil sendiri disebut tengah berupaya keras mempertahankan posisinya. Bahkan, menurut sumber itu, mereka siap berhadapan langsung dengan kekuatan Gerindra.

Sementara itu, para pengamat politik menilai dinamika ini bukan sekadar pergeseran biasa. Mereka melihat adanya “gerakan senyap” yang dilakukan dengan tujuan menjaga figur tertentu tetap berada di sisi Bahlil, meski belum saatnya tampil ke permukaan.

Baca Lainnya

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak

Adde Rosi: Lebih dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

10 Juni 2026 - 15:38 WIB

Adde Rosi: Lebih Dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-buru

6 Juni 2026 - 00:02 WIB

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-Buru
Trending di Politik