Menu

Mode Gelap
Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU

Politik

Jerry Massie: Isu Munaslub Golkar Bukan Hoaks, Bahlil dan Mekeng Bukan Pemilik Partai


					Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, pernah pengurus bidang humas di DPP Golkar saat Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono. Perbesar

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, pernah pengurus bidang humas di DPP Golkar saat Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

Teropongistana.com Jakarta – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menanggapi pernyataan politikus Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, yang menyebut isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) hanyalah hoaks. Menurut Jerry, isu tersebut benar adanya dan wajar jika muncul dari dinamika internal partai.

“Bahlil dan Mekeng bukan pendiri atau pemilik Partai Golkar, jadi biasa saja kalau ada wacana Munaslub. Saya kira jangan persepsikan dengan istilah hoaks, melainkan bagian dari dinamika politik,” kata Jerry, Kamis saat konfirmasi dengan teropongistana.com lewat telepon  (21/8).

Jerry mengingatkan bahwa Golkar adalah partai milik rakyat Indonesia, bukan individu tertentu. Ia juga menyinggung pengalamannya pernah sebagi pengurus bidang humas di DPP Golkar saat Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

“Jangan sampai ada yang merasa paling berhak atas Golkar. Partai ini bukan milik perseorangan, tapi milik semua rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jerry menilai gaya kepemimpinan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, justru memunculkan kekecewaan di kalangan kader maupun masyarakat. Ia menyoroti sikap Bahlil yang disebut kurang peka terhadap kondisi bangsa.

“Di saat masyarakat sulit, para pemimpin Golkar jangan malah joget-joget. Itu memicu kekesalan publik,” ucapnya.

Selain itu, Jerry menilai sejumlah pernyataan Bahlil terkait kebijakan, seperti gas elpiji 3 kg dan tambang di Raja Ampat, menambah amarah masyarakat. Ia menyebut Bahlil sering asal bicara sehingga berpotensi menurunkan elektabilitas Golkar.

Jerry juga menyinggung kedekatan Bahlil dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Golkar tidak boleh dijadikan kendaraan politik pihak tertentu untuk kepentingan 2029.

“Pemilihan Bahlil sebagai ketua umum pun diduga sarat intervensi kekuasaan. Ini berbahaya bagi independensi Golkar,” kata Jerry.

Sebagai solusi, ia mendorong agar kader senior maupun sesepuh Golkar mempertimbangkan Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto sebagai ketua umum baru.

“Tutut sangat mumpuni. Karier politiknya panjang, ia besar di lingkungan Golkar dan pernah menjadi Menteri Sosial. Banjir dukungan dari masyarakat dan kader golkar ini adalah suara rakyat selain itu banyak kader dan akar rumput merindukan kejayaan Golkar di era Soeharto,” tuturnya.

Baca Lainnya

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

25 Desember 2025 - 19:03 WIB

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

Camelia Petir Tekankan Kekompakan di Puncak HUT ke-1 dan Seminar Nasional

14 Desember 2025 - 12:55 WIB

Camelia Petir Tekankan Kekompakan Di Puncak Hut Ke-1 Dan Seminar Nasional

Pengamat Ungkap Sinyal Parpol Lain Agar Nyalakan Lampu Sen

10 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dugaan Musda Golkar Dpd Hanya Seremonial, Keputusan Ada Di Ujung Telunjuk Bahlil?
Trending di Politik