Menu

Mode Gelap
Bongkar Praktik Korupsi Tambang Nikel, Kejagung Tahan LSO di Rutan Salemba Negara Hadir Lewat Jalan 18 Kilometer, Pangdam Tinjau Karya Bakti TNI di Pandeglang Dolar Tembus Rp17.500, BaraNusa Minta Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi Domestik Ironi Humas Kemendag: Kritik Harga Pangan Dibalas Lobi Edit Berita 1.066 Kasus Diungkap, Projo: Pemberantasan Narkoba Bukan Sekadar Kejar Angka Peristiwa Memalukan! Formappi: Sosialisasi 4 Pilar MPR Hanya Rutinitas Kosong

Politik

Jerry Massie: Isu Munaslub Golkar Bukan Hoaks, Bahlil dan Mekeng Bukan Pemilik Partai


					Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, pernah pengurus bidang humas di DPP Golkar saat Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono. Perbesar

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, pernah pengurus bidang humas di DPP Golkar saat Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

Teropongistana.com Jakarta – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menanggapi pernyataan politikus Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, yang menyebut isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) hanyalah hoaks. Menurut Jerry, isu tersebut benar adanya dan wajar jika muncul dari dinamika internal partai.

“Bahlil dan Mekeng bukan pendiri atau pemilik Partai Golkar, jadi biasa saja kalau ada wacana Munaslub. Saya kira jangan persepsikan dengan istilah hoaks, melainkan bagian dari dinamika politik,” kata Jerry, Kamis saat konfirmasi dengan teropongistana.com lewat telepon  (21/8).

Jerry mengingatkan bahwa Golkar adalah partai milik rakyat Indonesia, bukan individu tertentu. Ia juga menyinggung pengalamannya pernah sebagi pengurus bidang humas di DPP Golkar saat Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

“Jangan sampai ada yang merasa paling berhak atas Golkar. Partai ini bukan milik perseorangan, tapi milik semua rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jerry menilai gaya kepemimpinan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, justru memunculkan kekecewaan di kalangan kader maupun masyarakat. Ia menyoroti sikap Bahlil yang disebut kurang peka terhadap kondisi bangsa.

“Di saat masyarakat sulit, para pemimpin Golkar jangan malah joget-joget. Itu memicu kekesalan publik,” ucapnya.

Selain itu, Jerry menilai sejumlah pernyataan Bahlil terkait kebijakan, seperti gas elpiji 3 kg dan tambang di Raja Ampat, menambah amarah masyarakat. Ia menyebut Bahlil sering asal bicara sehingga berpotensi menurunkan elektabilitas Golkar.

Jerry juga menyinggung kedekatan Bahlil dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Golkar tidak boleh dijadikan kendaraan politik pihak tertentu untuk kepentingan 2029.

“Pemilihan Bahlil sebagai ketua umum pun diduga sarat intervensi kekuasaan. Ini berbahaya bagi independensi Golkar,” kata Jerry.

Sebagai solusi, ia mendorong agar kader senior maupun sesepuh Golkar mempertimbangkan Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto sebagai ketua umum baru.

“Tutut sangat mumpuni. Karier politiknya panjang, ia besar di lingkungan Golkar dan pernah menjadi Menteri Sosial. Banjir dukungan dari masyarakat dan kader golkar ini adalah suara rakyat selain itu banyak kader dan akar rumput merindukan kejayaan Golkar di era Soeharto,” tuturnya.

Baca Lainnya

Beban Operasional Mencekik, DPR Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan

12 Mei 2026 - 13:12 WIB

Beban Operasional Mencekik, Dpr Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan

Ketua PAN Banten Cantik Targetkan Masuk Tiga Besar di Pemilu 2029

9 Mei 2026 - 15:07 WIB

Ketua Pan Banten Cantik Targetkan Masuk Tiga Besar Di Pemilu 2029

Semangat Pejuang Masa Depan! Sari Yuliati Dorong Pendidikan di Cakranegara

2 Mei 2026 - 08:36 WIB

Semangat Pejuang Masa Depan! Sari Yuliati Dorong Pendidikan Di Cakranegara
Trending di Nasional