Menu

Mode Gelap
Lurah Muara Ciujung Barat Dukung Perbaikan Jalan dan Drainase Kaum Lebak Forkopimda Kota Serang Perkuat Sinergi Jelang Agenda Januari 2026 Smelter Harita Group di Pulau Obi Diduga Lakukan Genosida Emisi Oknum Kuasa Hukum Diduga Ambil Dompet Petugas Security di PN Rangkasbitung KPK Tetap Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka, Komisi VIII: Penyelenggaraan Haji Harus Lebih Baik Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Sudah Tepat

Hukum

HAJAR TERUS PAK…!Politisi Partai Ka’bah Laporkan Pokja Pembentukan Panwascam Lebak ke DKPP


					HAJAR TERUS PAK…!Politisi Partai Ka’bah Laporkan Pokja Pembentukan Panwascam Lebak ke DKPP Perbesar

Teropongistana.com Jakarta – Politisi dari Partai berlambang Ka’bah Muda Weliansyah benar-benar melaporkan Kelompok Kerja (Pokja) pembentukan Panwascam Kabupaten Lebak yang diduga keras melanggar kode etik. Dikatakan Musa, pihaknya sudah menunjuk kuasa hukum dari kantor hukum Raden Elang Yayan Mulyana SH, untuk melaporkan Pokja Panwascam ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP-RI).

“Saya optimis laporan akan diterima oleh DKPP RI mengingat syarat adiministrasi laporan sudah lengkap. Laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Pokja pembentukan Panwascam Kabupaten Lebak akan diterima dan ditindak lanjuti oleh DKPP RI mengingat unsur-unsur adanya dugaan pelanggaran tersebut sangat jelas, ada regulasi yang tidak dipatuhi itu bukti bahwa Bawaslu Lebak didalam melakukan seleksi atau penilaian dilakukan dengan tidak profesional, tidak obyektif dan tidak akuntabel,” ucap Anggota DPRD Lebak, Muda Weliansyah, Jumat (28/10).

Baca juga : KO BISA…!Diduga Ada Kecurangan, DPRD Lebak Laporkan Pokja ke DKPP RI

“Sebagai masyarakat Lebak yang taat dan patuh terhadap hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku mengingat membuat laporan adalah hak dan kewajiban semua warga negara maka saya melalui kuasa hukum yang sudah saya tunjuk besok Jumat 28 Oktober 2022 secara resmi saya laporkan Bawaslu Lebak ke DKPP RI”, tambah Musa dengan beringas.

Lebih lanjut kata Musa, pihaknya menyebut DKPP RI adalah lembaga yang memiliki kewenangan mengawasi dan melakukan pemeriksaan terhadap penyelenggaraan pemilu. Maka dugaan adanya pelanggar kode etik ini Pihaknya akan mengadukan ke DKP RI.

“Serta nanti setelah menerima surat keputusan pengangkatan dan pelantikan saya juga akan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena ada belasan orang yang dipaksakan lolos sementara mereka tercatat sedang bekerja sebagai SDM PKH, TPP/Pendamping Desa dan P3K, mengingat ketiga pekerjaan tersebut termasuk yang dilarang menjadi penyelenggara pemilu dan tidak boleh Double Job maka surat keputusan pengangkatan panwascam setelah dilantik harus diuji di PTUN”, pungkas Musa dengan nada optimis. (Dede)

Baca Lainnya

KPK Tetap Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka, Komisi VIII: Penyelenggaraan Haji Harus Lebih Baik

12 Januari 2026 - 12:58 WIB

Kpk Tetap Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka, Komisi Viii: Penyelenggaraan Haji Harus Lebih Baik

Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek TA 2025, Jadi Sorotan

5 Januari 2026 - 19:06 WIB

Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek Ta 2025, Jadi Sorotan

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn
Trending di Daerah