Menu

Mode Gelap
Audiensi di BGN, Yayasan Mutiara Kharisma Insani Siap Biayai Pengobatan Sri Rahayu Hingga Sembuh Irma Suryani Sebut Pergantian Kepala BGN Wajar, Harap Program MBG Lebih Fokus dan Tepat Sasaran Dadan Hindayana Dicopot, Jerry Massie: Bukan Anak Buah Jokowi, Prabowo Tegas Tak Main-main SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Pimpinan BGN: Hanya Politik Promosi Bukan Evaluasi Sejalan dengan Dasco, DPRD Banten Nilai Pergantian Pimpinan BGN Momentum Perkuat Kinerja PERADI Profesional Gandeng New York City Bar Association Perkuat Layanan Pro Bono ​

Politik

Politisi Golkar: Bahlil dan Budi Arie Layak Direshuffle


					Bahlil Lahadalia ketua umum partai Golkar dan Budi Arie Ketua umum Projo. Perbesar

Bahlil Lahadalia ketua umum partai Golkar dan Budi Arie Ketua umum Projo.

Teropongistana.com Jakarta – 100 hari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka layak menjadi momentum evaluasi bagi kinerja anggota Kabinet Merah Putih.

Politisi Golkar, Rafik Perkasa Alam mengatakan, perombakan kabinet merupakan hal yang lumrah sebagai proses demokrasi.

Khusus di awal pemerintahan Prabowo-Gibran, Rafik menilai butuh gebrakan untuk membenahi program-program yang masih lamban.

“Pemerintah harus berbenah karena masih banyak persoalan fundamental yang masih lamban dan belum terselesaikan, baik koordinasi, komunikasi, dan sinkronisasi antar kementerian/lembaga baru,” jelas Rafik, Kamis, 23 Januari 2025.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat untuk Nawacita (Al Maun) ini lantas menyinggung hasil penelitian dan survei Center of Economic and Law Studies (Celios) terkait sejumlah menteri Prabowo-Gibran berkinerja buruk.

Menurutnya, temuan Celios itu patut menjadi pertimbangan Prabowo untuk merombak kabinet. Adapun Celios menempatkan beberapa menteri berkinerja buruk, di antaranya Menteri Kehutanan, Raju Juli Antoni; Menteri Koperasi, Budi Ari Setiadi; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Menteri HAM, Natalius Pigai, hingga Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto.

“Mereka layak untuk di-reshuffle karena ini merupakan hasil evaluasi penilaian publik terhadap mereka. Sebaiknya, Presiden Prabowo mengevaluasi para pembantunya itu agar publik tidak gaduh,” tutupnya.

Baca Lainnya

Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2KB SOKSI

17 Mei 2026 - 17:41 WIB

Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2Kb Soksi

Sinyal GPS Pesawat Sering Terganggu, DPR Desak Investigasi Total AirNav dan Bandara

13 Mei 2026 - 22:23 WIB

Sinyal Gps Pesawat Sering Terganggu, Dpr Desak Investigasi Total Airnav Dan Bandara

Usulan Daftar Hitam Pelaku Politik Uang, Golkar: Butuh Pembenahan Sistem Menyeluruh

13 Mei 2026 - 20:27 WIB

Pendaftaran Capres-Cawapres Dibuka, Cek Selengkapnya
Trending di Politik