Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

News

Perlu Dirjen Pesantren, Santri Tak Lagi Sekedar Numpang Pengakuan


					Perlu Dirjen Pesantren, Santri Tak Lagi Sekedar Numpang Pengakuan Perbesar

Teropongistana.com, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan, adanya Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren biar  santri tak lagi sekadar numpang di bawah Direktorat Pendidikan.

Alasannya jelas. Pesantren jumlahnya bejibun – lebih dari 42 ribu, dengan santri hampir 11 juta jiwa. Bayangkan, angka sebesar itu kalau dipakai untuk pemilu bisa bikin partai baru dan langsung parliamentary threshold. Jadi, wajar kalau negara merasa perlu memberi “kursi” kelembagaan yang lebih besar.

Pesantren, Ibu Kandung Republik

Dalam uraiannya saat Dialog Media dengan tajuk Pesantren dan Kehadiran Negara di Antara Heritage  Center yang digelar Biro Humas Kemenag, (25/9/2025), Romo Syafii bilang pesantren adalah “ibu kandung” Republik. Kalau benar, berarti selama ini negara agak kurang ajar: anaknya sudah gede, ibunya malah dititipkan ke tetangga bernama Direktorat Pendidikan. Terlalu…!

Dengan adanya Dirjen Pesantren, ibu kandung ini akhirnya bakal punya kamar sendiri. Tinggal nanti kita lihat. Apakah kamarnya dipenuhi kitab kuning atau melulu proposal anggaran?  Tapi itu soal lain lah.

Antara Ideal dan Realitas

Romo mengimbuhlan, Kemenag juga katanya akan mengusung nilai MABRUR: Melayani, Amanah, Berintegritas, Responsif, Unggul, dan Ramah. Indah sekali jargonnya. Agak mirip brosur biro perjalanan umrah yang biasanya menambahkan bonus air zamzam 5 liter.

Pertanyaannya, apa mungkin birokrasi yang selama ini terkenal lamban bisa tiba-tiba Responsif? Atau anggaran yang sering bocor bisa tetap  terjaga amanahnya?  Kalau iya, mungkin keajaiban itu lebih besar maknanya dari haji yang mabrur.

Santri Dapat Makan Gratis, Pejabat Dapat Apa?

Romo Syafii juga bilang program afirmasi seperti makan gratis dan cek kesehatan gratis untuk santri harus diperluas dan konsisten. Bagus sekali, santri senang perutnya kenyang. Tapi publik tentu berharap jangan sampai ada “program afirmasi tambahan” untuk pejabat berupa honor rapat, tunjangan kinerja, atau fasilitas perjalanan dinas yang lebih sering ke luar negeri daripada ke pondok dan buka-buka kitab kuning.

Nah, sngkatnya, Dirjen Pesantren ini ide cemerlang. Setidaknya secara politik, 11 juta santri bisa merasa lebih diperhatikan. Tinggal kita tunggu, apakah nantinya Dirjen ini benar-benar melayani pesantren atau justru jadi pesantren baru: mengaji anggaran, hafalan proyek, dan istiqamah dalam perjalanan dinas. Wallahualam bishawab. (Kei)

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri

Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari

16 April 2026 - 19:08 WIB

Ombudsman Tegaskan Pembatasan Bbm Subsidi Harus Pertimbangkan Mayoritas
Trending di Hukum