Menu

Mode Gelap
Waketua SPN Nikomas Didugaaniaya Karyawan yang Ingin Mundur Bonnie: Aturan LPDP Sudah Baik, Masalah Ada di Individu BEM Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan dan Dugaan Represif Aparat UTA’45 Jakarta Soroti Perlindungan Nelayan Kecil dalam Tata Kelola Ruang Laut Praperadilan di PN Jakarta Selatan Memanas, Ahli Sebut Penetapan Tersangka Cacat Formil dan Prematur PGN Area Jakarta Perkuat Sinergi Strategis di Bulan Ramadan, Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

News

Perlu Dirjen Pesantren, Santri Tak Lagi Sekedar Numpang Pengakuan


					Perlu Dirjen Pesantren, Santri Tak Lagi Sekedar Numpang Pengakuan Perbesar

Teropongistana.com, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan, adanya Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren biar  santri tak lagi sekadar numpang di bawah Direktorat Pendidikan.

Alasannya jelas. Pesantren jumlahnya bejibun – lebih dari 42 ribu, dengan santri hampir 11 juta jiwa. Bayangkan, angka sebesar itu kalau dipakai untuk pemilu bisa bikin partai baru dan langsung parliamentary threshold. Jadi, wajar kalau negara merasa perlu memberi “kursi” kelembagaan yang lebih besar.

Pesantren, Ibu Kandung Republik

Dalam uraiannya saat Dialog Media dengan tajuk Pesantren dan Kehadiran Negara di Antara Heritage  Center yang digelar Biro Humas Kemenag, (25/9/2025), Romo Syafii bilang pesantren adalah “ibu kandung” Republik. Kalau benar, berarti selama ini negara agak kurang ajar: anaknya sudah gede, ibunya malah dititipkan ke tetangga bernama Direktorat Pendidikan. Terlalu…!

Dengan adanya Dirjen Pesantren, ibu kandung ini akhirnya bakal punya kamar sendiri. Tinggal nanti kita lihat. Apakah kamarnya dipenuhi kitab kuning atau melulu proposal anggaran?  Tapi itu soal lain lah.

Antara Ideal dan Realitas

Romo mengimbuhlan, Kemenag juga katanya akan mengusung nilai MABRUR: Melayani, Amanah, Berintegritas, Responsif, Unggul, dan Ramah. Indah sekali jargonnya. Agak mirip brosur biro perjalanan umrah yang biasanya menambahkan bonus air zamzam 5 liter.

Pertanyaannya, apa mungkin birokrasi yang selama ini terkenal lamban bisa tiba-tiba Responsif? Atau anggaran yang sering bocor bisa tetap  terjaga amanahnya?  Kalau iya, mungkin keajaiban itu lebih besar maknanya dari haji yang mabrur.

Santri Dapat Makan Gratis, Pejabat Dapat Apa?

Romo Syafii juga bilang program afirmasi seperti makan gratis dan cek kesehatan gratis untuk santri harus diperluas dan konsisten. Bagus sekali, santri senang perutnya kenyang. Tapi publik tentu berharap jangan sampai ada “program afirmasi tambahan” untuk pejabat berupa honor rapat, tunjangan kinerja, atau fasilitas perjalanan dinas yang lebih sering ke luar negeri daripada ke pondok dan buka-buka kitab kuning.

Nah, sngkatnya, Dirjen Pesantren ini ide cemerlang. Setidaknya secara politik, 11 juta santri bisa merasa lebih diperhatikan. Tinggal kita tunggu, apakah nantinya Dirjen ini benar-benar melayani pesantren atau justru jadi pesantren baru: mengaji anggaran, hafalan proyek, dan istiqamah dalam perjalanan dinas. Wallahualam bishawab. (Kei)

Baca Lainnya

Bonnie: Aturan LPDP Sudah Baik, Masalah Ada di Individu

27 Februari 2026 - 12:25 WIB

Bonnie: Aturan Lpdp Sudah Baik, Masalah Ada Di Individu

BEM Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan dan Dugaan Represif Aparat

27 Februari 2026 - 10:36 WIB

Bem Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan Dan Dugaan Represif Aparat

PERINGATAN! Penipu Pakai Nama Microsoft Sebarkan Malware Lewat Iklan Facebook, Warga Jakarta-Depok Diimbau Waspada

26 Februari 2026 - 01:16 WIB

Peringatan! Penipu Pakai Nama Microsoft Sebarkan Malware Lewat Iklan Facebook, Warga Jakarta-Depok Diimbau Waspada
Trending di Nasional