Menu

Mode Gelap
Laporta Tolak Tawaran Rp 4,9 Triliun PSG untuk Lamine Yamal Lammens Jadi Tembok MU di Kandang Everton Sesko Jadi Penentu, MU Curi Kemenangan di Markas Everton Ramadan Tanpa Khawatir, Bulog Siapkan Pasokan dan Pasar Murah Kejati Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan Tambang, Dugaan Korupsi Rugikan Negara Rp500 Miliar Pemkab Tangerang Hentikan Sementara Truk Tambang untuk Perbaikan Jalan

Nasional

Diduga Dianiaya Oknum Aparat, Tiga Pegawai SPBU Cipinang Jadi Korban


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Teropongistana.com Jakarta – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.13901 di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), membenarkan adanya insiden tersebut saat ditemui di lokasi pada Senin. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pelanggan hendak mengisi BBM jenis Pertalite.

Saat dilakukan pemindaian barcode, nomor polisi kendaraan tercatat sesuai dalam sistem. Namun, jenis kendaraan yang digunakan tidak cocok dengan data yang terdaftar. Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas wajib memastikan kesesuaian data sebelum melayani pengisian Pertalite.

“Barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak cocok dengan data yang terdaftar. Untuk Pertalite memang harus sesuai antara nomor polisi dan jenis kendaraan,” ujar Mukhlisin.

Karena ketidaksesuaian tersebut, petugas menolak pengisian Pertalite dan menawarkan solusi alternatif berupa pengisian Pertamax, yang tidak menggunakan sistem barcode.

Penolakan itu diduga memicu emosi pelanggan hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.

Mukhlisin menyebutkan, tiga korban dalam kejadian itu adalah Ahmad Khoirul Anam (staf, lima tahun bekerja), Lukmanul Hakim (operator, enam bulan bekerja), dan Abud Mahmudin (operator, empat tahun bekerja).

Khoirul Anam dilaporkan ditampar di bagian pipi. Lukmanul Hakim dipukul di rahang kanan. Sementara Abud Mahmudin mengalami pukulan di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga menyebabkan giginya goyang.

Saat kejadian, satu operator sedang bertugas, satu staf berada di lokasi, dan satu operator lain yang sudah selesai bekerja turut keluar karena situasi memanas.

Akibat insiden tersebut, ketiganya mengalami syok. Meski tidak menjalani perawatan di rumah sakit, mereka sementara diliburkan satu hari untuk pemulihan dan digantikan oleh pegawai lain.

Peristiwa ini juga sempat viral di media sosial Instagram melalui akun @nestagram. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berpakaian hitam memukul, menampar, serta mendorong pegawai SPBU sambil membentak petugas yang menolak pengisian Pertalite.

(Sumber:Antara)

Baca Lainnya

Anggota Komisi XI DPR RI Tekankan Pengawasan Efektivitas Insentif Ramadan 2026

24 Februari 2026 - 18:24 WIB

Anggota Komisi Xi Dpr Ri Tekankan Pengawasan Efektivitas Insentif Ramadan 2026

Jerry Massie Dugaan Keterkaitan Tantangan Debat BEM UGM dengan PSI dan Gibran

24 Februari 2026 - 18:14 WIB

Direktur Eksekutif P3S Soroti Narasi Dpr Dan Tunjangan Rp50 Juta

Anggota DPR Diduga Konflik Kepentingan, Tiga Tambang Nikel di Maluku Utara Disorot

24 Februari 2026 - 17:28 WIB

Anggota Dpr Diduga Konflik Kepentingan, Tiga Tambang Nikel Di Maluku Utara Disorot
Trending di Nasional