Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

Headline

Anton Suratto: Konflik Modern Bisa Dimulai dari Sabotase Siber, Harus Jadi Bagian Strategi Pertahanan Nasional


					Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026) Perbesar

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Suratto mengemukakan pandangan krusial terkait keamanan siber dalam dinamika global saat ini. Dalam pernyataannya yang juga diunggah melalui akun Instagram pribadinya, ia menyatakan bahwa konflik modern tidak lagi selalu diawali dengan pengerahan pasukan konvensional.

“Ancaman bisa muncul melalui sabotase sistem informasi, intrusi data strategis, hingga perang siber yang tak kasat mata,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

Anton Suratto menambahkan bahwa integrasi keamanan siber ke dalam strategi nasional akan membantu Indonesia menghadapi risiko yang terus berkembang dan menjaga kedaulatan serta stabilitas negara di era digital.

“Oleh karena itu, keamanan siber harus ditempatkan sebagai bagian integral dari strategi pertahanan dan keamanan nasional Indonesia,” ujar politisi Demokrat tersebut.

Pernyataan Anton Suratto juga mendapatkan dukungan sinergis dari Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam acara terkait ekonomi digital, AHY menekankan bahwa kejahatan siber merupakan ancaman militer dan non-militer yang bisa dilakukan oleh aktor negara maupun non-negara.

AHY menyoroti perlunya perbaikan tata kelola, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Kita harus waspada dan siapkan mitigasi efektif, sambil memastikan inklusivitas dalam perkembangan ekonomi digital,” tegas AHY.

Di tengah lanskap global yang semakin kompleks, seperti yang terlihat dari berbagai kasus serangan siber di kawasan konflik dan ancaman terhadap infrastruktur kritis dunia, pandangan kedua tokoh ini menjadi panggilan penting untuk memperkuat pertahanan digital bangsa.

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan

16 April 2026 - 20:57 WIB

Kpk Dinilai Tak Lagi Relevan, Indexpolitica Dorong Penguatan Kejaksaan

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri
Trending di Nasional