Menu

Mode Gelap
Persatuan adalah Harga Mati, Mukhsin Nasir: Jangan Biarkan Perpecahan Menghambat Bangsa Komitmen Jaksa Garda Desa, Kejari Jakpus Dukung Inovasi Pengawasan Desa Audiensi FPI dan Ulama, Pemkab Lebak Diminta Bertindak Lebih Konkret Independensi di Ujung Tanduk, Fenomena Rangkap Jabatan ASN sebagai Wartawan di Raja Ampat Kajian Kritis BJORKA 98: Soroti Politisasi TNI dan Desak Kemenhan Kembali ke Tupoksi Edukasi Penanganan Kebocoran hingga Layanan Digital, PGN Hadir di Tengah Masyarakat

Daerah

Audiensi FPI dan Ulama, Pemkab Lebak Diminta Bertindak Lebih Konkret


					Audiensi FPI Lebak bersama Brigade 313 dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (20/4/2026). Perbesar

Audiensi FPI Lebak bersama Brigade 313 dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (20/4/2026).

Teropongistana.com Lebak – Audiensi antara sejumlah ulama yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) Lebak bersama Brigade 313 dengan Pemerintah Kabupaten Lebak berlangsung dinamis, Senin (20/4/2026). Pertemuan yang digelar di ruang audiensi Pemkab Lebak itu dihadiri oleh Asisten Daerah (Asda) I dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak.

Dalam forum tersebut, para ulama menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terkait penanganan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten Lebak. Ketua FPI Lebak, Kyai Rudi, bersama KH. Hikmatullah dan KH. Ade, menekankan pentingnya langkah tegas pemerintah dalam merespons laporan masyarakat.

Menurut mereka, masih terdapat kesan lambannya penanganan terhadap sejumlah persoalan sosial, termasuk dugaan praktik-praktik yang dinilai meresahkan masyarakat. Para ulama juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan peran masyarakat dan tokoh agama dalam menjaga ketertiban sosial.

“Pemerintah diharapkan lebih responsif dan berani dalam mengambil tindakan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat,” ujar salah satu perwakilan ulama dalam audiensi tersebut.

Dalam pertemuan itu, terdapat sejumlah poin yang disampaikan sebagai masukan kepada pemerintah daerah. Di antaranya, peningkatan sinergi antara pemerintah dan ulama, percepatan tindak lanjut laporan masyarakat, serta penegakan aturan secara konsisten tanpa pandang bulu.

Selain itu, aparat penegak peraturan daerah diminta lebih transparan dan tegas dalam menangani dugaan pelanggaran, termasuk jika terdapat oknum yang terlibat. Penanganan terhadap tempat-tempat yang diduga melanggar aturan juga diharapkan dilakukan secara menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku.

Isu sosial lain yang turut disoroti dalam audiensi tersebut adalah fenomena yang dinilai berpotensi mengganggu tatanan sosial masyarakat. Para ulama meminta adanya langkah pembinaan dan penanganan yang komprehensif dari pemerintah daerah.

Para peserta audiensi juga menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menerima masukan dari masyarakat. Mereka berharap setiap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius dan menjadi bahan evaluasi bersama.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban serta nilai-nilai sosial di Kabupaten Lebak.

Baca Lainnya

Independensi di Ujung Tanduk, Fenomena Rangkap Jabatan ASN sebagai Wartawan di Raja Ampat

20 April 2026 - 21:50 WIB

Independensi Di Ujung Tanduk, Fenomena Rangkap Jabatan Asn Sebagai Wartawan Di Raja Ampat

Klarifikasi Warga Desa Kilga Kilwouw Terkait Pemberitaan Media Online 17 April 2026

20 April 2026 - 16:17 WIB

Klarifikasi Warga Desa Kilga Kilwouw Terkait Pemberitaan Media Online 17 April 2026

Diduga Cemarkan Nama Baik Robby Wanma di Medsos, HK Dilaporkan ke Polisi

20 April 2026 - 14:36 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik Robby Wanma Di Medsos, Hk Dilaporkan Ke Polisi
Trending di Daerah