Menu

Mode Gelap
Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi dan Tempuh Hukum Jika Perlu Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan bagi Warga Sukaratu Marwah Organisasi Dipertaruhkan, Kadin Banten Berdarah-darah Urusan Uang dan Kekuasaan Hati Warga Tangerang Terharu: Apresiasi Tinggi Kapolres yang Langsung Tindaklanjuti Keresahan Kasus Tambang Kalteng: Pemilik PT CBU MJE Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Terkait Ekspor Batu Bara Ilegal Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

Daerah

Marwah Organisasi Dipertaruhkan, Kadin Banten Berdarah-darah Urusan Uang dan Kekuasaan


					Keterangan foto : Kadin Banten Perbesar

Keterangan foto : Kadin Banten

Teropongistana.com Serang – Kepemimpinan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, M Azzari Jayabaya atau yang biasa disapa Amal, mulai mendapat sorotan tajam dari sejumlah pengurus Kadin kabupaten/kota di Banten. Mereka menilai organisasi pengusaha tersebut mengalami kekacauan internal, mulai dari persoalan dana perimbangan yang disebut belum dibayarkan hingga lima tahun, sampai polemik pemilihan ketua Kadin di sejumlah daerah.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah pengurus Kadin kabupaten/kota menyebutkan, dana perimbangan yang seharusnya menjadi hak daerah hingga kini belum diterima secara penuh. Kondisi tersebut disebut memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Kadin Provinsi Banten.

“Banyak pengurus daerah mempertanyakan transparansi dan komitmen pengurus provinsi terkait dana perimbangan. Bahkan ada yang mengaku belum menerima haknya selama bertahun-tahun,” ujar salah satu pengurus Kadin kabupaten di Banten yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya persoalan keuangan organisasi, dinamika internal Kadin juga disebut semakin memanas akibat kisruh pemilihan Ketua Kadin di sejumlah wilayah. Sedikitnya tiga daerah yakni Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan disebut mengalami polemik serius dalam proses pemilihan maupun penetapan kepengurusan.

Beberapa pengurus daerah menilai, konflik tersebut terjadi karena lemahnya komunikasi serta dugaan tidak netralnya pengurus tingkat provinsi dalam menyikapi dinamika organisasi di daerah.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa membuat marwah organisasi pengusaha di Banten semakin turun. Kadin seharusnya menjadi rumah besar dunia usaha, bukan malah dipenuhi konflik berkepanjangan,” kata sumber lainnya.

Situasi ini pun memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi Kadin Banten, termasuk audit transparansi keuangan dan mekanisme pembinaan organisasi di tingkat kabupaten/kota.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kadin Provinsi Banten maupun Akmal belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Baca Lainnya

Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi dan Tempuh Hukum Jika Perlu

14 Mei 2026 - 20:14 WIB

Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi Dan Tempuh Hukum Jika Perlu

Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan bagi Warga Sukaratu

14 Mei 2026 - 19:15 WIB

Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan Bagi Warga Sukaratu

Hati Warga Tangerang Terharu: Apresiasi Tinggi Kapolres yang Langsung Tindaklanjuti Keresahan

14 Mei 2026 - 13:02 WIB

Hati Warga Tangerang Terharu: Apresiasi Tinggi Kapolres Yang Langsung Tindaklanjuti Keresahan
Trending di Daerah