Menu

Mode Gelap
E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-buru Adde Rosi Ingatkan Pemerintah: Jangan Ingkari Amanat Konstitusi Pendidikan Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Orang, Dua Pelaku Ditangkap Sehari Eks Petinggi BGN Jadi JC, Miftahul Adib: Periksa Menko Pangan Rieke Diah Pitaloka: Pemenuhan Gizi Hak Konstitusional, Bukan Sekadar Proyek Birokrasi Motor Hilang di Parkir Indomaret, Kuasa Hukum Kirim Somasi Kedua

Politik

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-buru


					Keterangan foto : Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Senin (20/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Senin (20/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendorong agar wacana penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dikaji secara mendalam sebagai bagian dari upaya memodernisasi penyelenggaraan demokrasi menjelang Pemilu 2029.

Menurut Doli, pesatnya perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi Indonesia untuk melakukan inovasi dalam penyelenggaraan pemilu. Sistem e-voting dinilai memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat rekapitulasi suara, menekan biaya operasional dalam jangka panjang, serta mengurangi risiko kesalahan administratif.

“Generasi muda saat ini sudah sangat akrab dengan dunia digital. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan terobosan baru agar partisipasi masyarakat semakin tinggi, tanpa mengorbankan kualitas dan integritas demokrasi,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Menimbang E-Voting di 2029 di Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Meski melihat potensi positifnya, Doli menegaskan penerapan sistem ini tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Ia mengingatkan ada berbagai tantangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, mulai dari aspek keamanan siber, perlindungan data pemilih, risiko peretasan, hingga kesiapan infrastruktur teknologi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Diskusi soal e-voting bukan sekadar mengganti cara memilih. Yang paling utama adalah memastikan setiap suara rakyat tetap terjaga kerahasiaannya, prosesnya transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan dipercaya oleh publik,” tegas Wakil Ketua Baleg DPR RI itu.

Doli menambahkan, pembahasan mengenai kemungkinan penerapan sistem ini perlu dimasukkan dalam agenda revisi Undang-Undang Pemilu, agar landasan hukumnya jelas dan matang. Selain regulasi, pemerataan jaringan internet dan ketersediaan listrik yang memadai menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi pemerintah.

“Di banyak daerah, akses internet dan listrik saja masih perlu ditingkatkan. Belum lagi soal literasi digital masyarakat yang harus terus ditingkatkan agar semua pihak dapat menggunakan sistem ini dengan baik dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Meski masih membutuhkan persiapan panjang, Doli tetap optimis e-voting dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan demokrasi Indonesia, menjadikan proses pemilu lebih mudah diakses, transparan, dan akuntabel.

Baca Lainnya

Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2KB SOKSI

17 Mei 2026 - 17:41 WIB

Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2Kb Soksi

Sinyal GPS Pesawat Sering Terganggu, DPR Desak Investigasi Total AirNav dan Bandara

13 Mei 2026 - 22:23 WIB

Sinyal Gps Pesawat Sering Terganggu, Dpr Desak Investigasi Total Airnav Dan Bandara

Usulan Daftar Hitam Pelaku Politik Uang, Golkar: Butuh Pembenahan Sistem Menyeluruh

13 Mei 2026 - 20:27 WIB

Pendaftaran Capres-Cawapres Dibuka, Cek Selengkapnya
Trending di Politik