TeropongIstana.com Tangerang – Persiapkan menyambut perhelatan City Sanitation Summit (CSS) XX Tahun 2022 pada September mendatang. Pemerintah Kabupaten Tangerang mendandani kawasan Ketapang Urban Aquaculture.
Sekretaris Badan Pada Bappeda Kabupaten Tangerang, Efi Indarti mengatakan, dalam menyambut kegiatan tersebut, pihaknya melakukan penataan dan persiapan di lokasi kunjungan lapangan yaitu di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, SMPN 2 Curug, RSUD Balaraja dan Pondok Pesantren Daar E-Huda Curug.
Pemkab Tangerang juga membenahi infrastruktur jalan akses menuju kawasan Ketapang Urban Aquaculture. Selain itu, kebersihan dan penertiban pedagang kaki lima di sepanjang jalan menuju lokasi ikut dipercantik.
“Persiapan CSS XX Tahun 2022 ini melibatkan beberapa Dinas terkait dan juga bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan dan pembenahan. Sampai saat ini persiapan sudah sekitar 60 persen,” ucap Efi Indarti Selasa (16/8/2022).
Baca juga : PAYAH…!Oknum Panitia PPDB di Kabupaten Tangerang Diduga Bermain
Di tempat berbeda, Camat Mauk Kabupaten Tangerang, Arif Rahman menambahkan segala aspek infrastruktur maupun hal yang berhubungan dengan sanitasi masyarakat sudah di fasilitasi oleh pemerintah daerah dari tahun 2019 lalu.
“Salah satunya melalui program unggulan Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) yang juga sebagai induk dari empat program unggulan yang ada di kawasan pesisir desa Ketapang,” ucap arif
Menurutnya, Gerbang Mapan ini memberikan dampak yang sangat besar, karena mampu membangkitkan pemulihan ekomoni masyarakat pesisir sekaligus penataan kawasan pemukiman pesisir. Mulai dari bangunan, sanitasi hingga infrastruktur.
“Adapun empat program unggulan lainnya yaitu, Gebrak Pakumis Plus, Tangerang Mantap, Kembangku dan Proaktif. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan banyak hal dari pembangunan di Ketapang ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah bukan saja membangun infrastruktur hingga pemenuhan sarana dan prasarana tetapi pihaknya (Kecamatan Mauk) bersama dinas terkait juga memberikan pendampingan berupa edukasi maupun sosialisasi kepada warga.
“Artinya, kami tidak ingin semua fasilitas yang udah di bangun tidak dapat di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga sekitar. Paling tidak mereka dapat menuangkan segala kreativitas dan inovasinya,” tuturnya. (Ardi)









