Menu

Mode Gelap
Kritik Kasus Nadiem, MataHukum: Jangan Kriminalisasi Inovasi Kebijakan Bongkar Praktik Korupsi Tambang Nikel, Kejagung Tahan LSO di Rutan Salemba Negara Hadir Lewat Jalan 18 Kilometer, Pangdam Tinjau Karya Bakti TNI di Pandeglang Dolar Tembus Rp17.500, BaraNusa Minta Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi Domestik Ironi Humas Kemendag: Kritik Harga Pangan Dibalas Lobi Edit Berita 1.066 Kasus Diungkap, Projo: Pemberantasan Narkoba Bukan Sekadar Kejar Angka

Daerah

Puluhan Tahun Warga Lebak Rindukan Jembatan Penghubung


					Keterangan foto : warga kampung Muhara dan Cibengkung, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Rabu (5/4/2023) Perbesar

Keterangan foto : warga kampung Muhara dan Cibengkung, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Rabu (5/4/2023)

TeropongIstana.com LEBAK – Puluhan tahun warga kampung Muhara dan Cibengkung, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber merindukan adanya akses jembatan permanen yang dapat di lalui oleh kendaraan roda empat. Konon jembatan tersebut kerap kali mobilisasi dan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Hal tersebut di katakan Kepala Desa Citorek Barat, H Karjaya kepada redaksi TeropongIstana.com  saat di temui di kediamannya, Rabu (5/4/2023)

“Sudah puluhan tahun warga kampung Cibengkug dan Muhara, merindukan adanya pembangunan jembatan permanen agar dapat dilewati oleh kendaraan roda empat. Namun sampai saat ini pembangunan jembatan tersebut belum juga terwujud, sehingga saat ini banyak warga masyarakat Cibengkung yang merasa di marjinalkan oleh pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi maupun Nasional,” kata H Karjaya yang kerap disapa Jaya.

Baca juga : Warga Adat Citorek Timur Ngamuk Tentang Penudaan Pemilu

Padahal kata Jaya, dengan adanya jembatan tersebut tentu sangat membantu masyrakat dalam melakukan aktivitas, tidak seperti saat ini. Kata Jaya, warga desa sangat kesulitan dalam melakukan aktivitas, terutama dalam mobilisasi, mengingat jembatan yang saat ini ada hanya sebatas jembatan gantung.

“itu pun kondisinya sudah tidak terlalu baik, sehingga di warga di kampung terswbut perekonomiannya sulit berkembang, karena mobilisasinya hanya bisa di lakukan dengan mengojek ( Menggunakan roda dua ) sehingga dalam melakukan mobilisasi dari mulai angkut barang, hasil bumi maupun lainnya selalu harus mengeluarkan biaya banyak,” ucap Jaya sambil menujuk ke arah jembatan.

Lebih jauh, Jaya menjelaskan, pihak Pemerintah Desa, setahun yang lalu sudah pernah membuat pengajuan kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dians PUPR Kabupaten Lebak. Tujuannya agar dapat membangun jembatan, bahkan beberapa waktu lalau sudah ada pengukuran dari pihak PUPR. Namun anehnya sampai saat ini pembangunan tersebut belum kunjung di bangun.

 

“Kami berharap kepada Pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi maupun Nasional agar dapat segera membangun jembatan tersebut, karena kasihan masyarakat di sini, sangat kesulitan dalam melakukan mobilisasi, meskipun ada jalan lain untuk bisa ke jalan Kabupaten namun harus memutar dengan jarak sekitar 15 kilometeran, padahal jika ada jembatan yang bisa di lewati kendaraan roda 4, untuk sampai ke jalan Kabupaten paling hanya 3 menitan. Yang lebih mirisnya jika ada warga yang sakit atau darurat lainnya,” Pungkas Jaya dengan penuh harapan. (Rai Kusbini)

Baca Lainnya

1.066 Kasus Diungkap, Projo: Pemberantasan Narkoba Bukan Sekadar Kejar Angka

12 Mei 2026 - 14:29 WIB

1.066 Kasus Diungkap, Projo: Pemberantasan Narkoba Bukan Sekadar Kejar Angka

Tangkap Pelakunya, Gas Melon Rp80 Ribu di Nias Selatan: Bukti Negara Absen dan Pasar Liar

12 Mei 2026 - 12:24 WIB

Tangkap Pelakunya, Gas Melon Rp80 Ribu Di Nias Selatan: Bukti Negara Absen Dan Pasar Liar

KITA Banten: Kejari Pandeglang Harus Seret Direksi PT GSK Terkait Skandal KDMP

12 Mei 2026 - 10:30 WIB

Kita Banten: Kejari Pandeglang Harus Seret Direksi Pt Gsk Terkait Skandal Kdmp
Trending di Daerah