Menu

Mode Gelap
Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa P3B Bongkar Dugaan Modus Korupsi Pokir, Desak KPK Usut DPRD Banten Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan

Daerah

Diam Seribu Bahasa, DPR Didesak Ungkap Tragedi Kematian Muhammad Athaya Helmi Nasution


					Foto ( DPR RI-red) Perbesar

Foto ( DPR RI-red)

Teropongistana.com Jakarta – Kematian tragis Muhammad Athaya Helmi Nasution (19) memicu gelombang kemarahan publik. Mahasiswa muda yang tengah menimba ilmu di luar negeri itu pulang ke tanah air dalam peti jenazah, setelah mendampingi rombongan kunjungan kerja anggota Komisi XI DPR RI di Wina, Austria, 27 Agustus lalu.

Dalam unggahan Facebook, Ernydar Erham menggambarkan Athaya sebagai sosok penuh mimpi dan cita-cita, namun terpaksa menanggung tugas berat tanpa kontrak resmi, perlindungan, atau kejelasan tanggung jawab.

“Dari pagi hingga malam, dengan tugas yang tak sebanding dengan kapasitasnya, tanpa kepastian siapa yang bertanggung jawab, hingga tubuh mudanya menyerah: kejang, henti jantung, dan wafat di negeri orang,” tulis Ernydar.

Ernydar menyesalkan sikap rombongan pejabat yang tetap melanjutkan agenda, sementara para penyelenggara acara dan liaison officer (LO) sibuk dengan jamuan makan. “Tak ada permintaan maaf, tak ada sikap gentar karena kehilangan nyawa seorang anak bangsa. Apakah martabat manusia begitu murah di mata penguasa?” ungkapnya.

Kritik senada datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, yang menuntut pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI untuk bertanggung jawab serta transparan.

“Buka dong, siapa saja anggota Komisi XI yang berangkat, serta pemilik travelnya. Jangan diam-diam saja. Tugas DPR itu fokus atasi masalah dalam negeri, bukan malah jalan-jalan ke luar negeri,” tegas Uchok, Sabtu (13/9/2025).

Ia juga mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera menyelidiki kematian Athaya.

“Jangan pura-pura tidak tahu atau masa bodoh. Athaya itu seorang manusia yang harus dihormati. Tapi DPR ini, jangankan bertanggung jawab, minta maaf saja susah banget dari mulut seorang anggota dewan,” tambahnya.

Publik kini menantikan langkah tegas dari DPR dan pihak terkait untuk mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas, dan mencegah tragedi serupa menimpa mahasiswa Indonesia lain di luar negeri.

Baca Lainnya

Dua Anak Tewas Terpeleset di Proyek KSCS Lebak, Sorotan Keras pada Aspek K3

15 April 2026 - 20:41 WIB

Mubarok Institute Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu dalam Seminar Nasional

14 April 2026 - 23:49 WIB

Mubarok Institute Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu Dalam Seminar Nasional

King Naga Ultimatum Kejari Lebak, Kasus Temuan BPK Rp12 Miliar Diminta Segera Diusut

14 April 2026 - 19:43 WIB

King Naga Ultimatum Kejari Lebak, Kasus Temuan Bpk Rp12 Miliar Diminta Segera Diusut
Trending di Daerah