Teropongistana.com Bogor – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 membuka akses wilayah pelosok di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui pembangunan jalan sepanjang 5,2 kilometer (km) yang sebelumnya sulit dilalui masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat penutupan TMMD ke-128 di Cigudeg, Kamis, mengatakan pembangunan melalui TMMD menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga wilayah terpencil di Kabupaten Bogor yang memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk besar.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI AD, khususnya Korem 061/Suryakancana dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah tidak dapat menjangkau seluruh wilayah pelosok secara cepat tanpa kolaborasi yang baik,” kata Rudy.
Menurut Rudy, Pemkab Bogor akan terus mengoptimalkan program TMMD dan karya bakti agar pelayanan infrastruktur dapat menjangkau titik terujung di wilayah Kabupaten Bogor.
“Melalui program TMMD dan karya bakti, kami akan terus mengoptimalkan pembangunan di Kabupaten Bogor. Kami ingin pelayanan infrastruktur benar-benar menyentuh hingga titik terujung wilayah Kabupaten Bogor,” ujar dia.
Ia menilai pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
“TMMD di Kecamatan Cigudeg ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan, tempat ibadah, dan MCK (mandi, cuci, kakus), tetapi juga membangun sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan seperti perang terhadap narkoba dan judi online menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat,” katanya.
Rudy juga menegaskan keterlibatan TNI dalam pembangunan desa merupakan bagian dari fungsi teritorial yang dimiliki TNI selain fungsi pertahanan negara.
“TNI dan Polri punya dua fungsi, pertama pertahanan negara, kedua memiliki fungsi teritorial. Jadi jangan melihat kenapa TNI harus terjun ke bawah membangun infrastruktur bersama pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujar Rudy.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga semangat kolaborasi dalam membangun daerah mulai dari tingkat desa.
“Membangun Indonesia dari tingkat paling bawah, membangun Bogor berangkat dari tingkat desa. Kolaborasi bersatu padu agar bangsa kita ke depan lebih aman, maju, adil dan makmur,” katanya.
Dandim 0621 Kabupaten Bogor Rizal Dwijayanto menjelaskan sasaran fisik utama dalam TMMD ke-128 berupa pembangunan jalan sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar tiga meter.
Selain pembangunan jalan, TMMD juga merealisasikan pembangunan lima unit rumah tidak layak huni, lima unit MCK, lima saluran air bersih, rehabilitasi satu mushala, penanaman pohon keras di sepanjang jalur jalan, serta program ketahanan pangan seluas satu hektare.
Menurut Rizal, program ketahanan pangan tersebut diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat desa sekaligus meningkatkan produktivitas warga.
Ia mengungkapkan kondisi jalan sebelum dibangun melalui program TMMD cukup memprihatinkan sehingga menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Sebelumnya jalan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Selain kontur jalannya naik turun, kondisinya juga rusak sehingga menyulitkan masyarakat dalam aktivitas pendidikan maupun kegiatan ekonomi,” kata Rizal menjelaskan.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan posyandu, wawasan kebangsaan, bahaya judi online, hingga mitigasi bencana alam bagi masyarakat setempat.
Menurut Rizal, sasaran program TMMD berikutnya akan ditentukan bersama pemerintah daerah melalui musyawarah perencanaan pembangunan mulai tingkat desa hingga kabupaten.









