Menu

Mode Gelap
Semangat Membara! Halal Bihalal Demokrat Jabar Makin Solid dan Optimis Menang Adde Rosi: Data Akurat Jamin Kebijakan Tepat Sasaran Perkuat Lembaga Adhyaksa, Matahukum Usul Presiden Lantik Wakil Jaksa Agung Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle tes Dua Anak Tewas Terpeleset di Proyek KSCS Lebak, Sorotan Keras pada Aspek K3

Megapolitan

Menteri ATR/Kepala BPN Sematkan Pin Emas dan Berikan Piagam Penghargaan kepada para Purnabakti


					Keterangan foto : Menteri ATR/Kepala BPN Sematkan Pin Emas dan berikan piagam penghargaan kepada para purnabakti, (Selasa, 26/9/2023) Perbesar

Keterangan foto : Menteri ATR/Kepala BPN Sematkan Pin Emas dan berikan piagam penghargaan kepada para purnabakti, (Selasa, 26/9/2023)

TeropongIstana.com, Jakarta – Dalam rangkaian upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2023, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan sekaligus melakukan pelepasan kepada sejumlah jajaran yang telah memasuki masa purnabakti.

Momen tersebut berlangsung di lapangan Kementerian ATR/BPN, Jakarta, pada Senin (25/09/2023). Pemberian penghargaan ditandai dengan Penyematan Pin Emas dan Pemberian Piagam Penghargaan kepada para Purnabakti.

Baca Juga : Bahas Sertifikasi Aset dan PTSL, BPN Audensi Bersama Walkot Jakpus

Penghargaan diberikan kepada sejumlah jajaran, di antaranya Yagus Suyadi dengan jabatan terakhir Staf Ahli Bidang Hukum Agraria dan Masyarakat Adat, Perdananto Aribowo dengan jabatan terakhir Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan, Suryani dengan jabatan terakhir Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan, Timoraya Saragih dengan jabatan terakhir Kepala Subdirektorat Tanah Ulayat dan Hak Komunal serta Edison Lumban Batu dengan jabatan terakhir Assesor SDM Aparatur Madya.

Ditemui usai upacara, Yagus Suyadi menceritakan kesannya mengabdi selama 39 tahun. Ia sudah bergabung sejak lembaga ini masih di lingkup Kementerian Dalam Negeri, yakni Direktorat Jenderal (Ditjen) Agraria hingga berkembang menjadi Kementerian ATR/BPN.

“Ini adalah hal yang luar biasa bagi saya, suatu prestasi yang perlu menjadi catatan bahwa saya berangkat dari golongan IIA sebagai juru ukur. Alhamdulillah bisa menduduki jabatan sebagai Staf Ahli di Bidang Hukum Agraria dan Masyarakat Adat. Ini luar biasa dan memberikan kesempatan yang luar biasa untuk bisa mengembangkan pikiran dan keilmuan-keilmuan yang saya miliki,” ujarnya.

Menjadi saksi dalam perkembangan suatu lembaga adalah kebanggaan tersendiri bagi Yagus Suyadi. Terlebih dengan capaian kinerja yang semakin pesat dalam hal pendaftaran tanah.

Ini Juga : Kapolda Terima Kunjungan BPN Banten dan Jawa Barat

“Sebagai generasi emas, di mana kita mengalami dari Ditjen Agraria sampai sekarang, yang membanggakan bagi saya adalah kinerja terkait dengan capaian pendaftaran tanah yang menjadi amanat Pasal 19 UUPA. Alhamdulillah mulai saya sebagai Kepala Bagian Perundang-Undangan diberikan kepercayaan untuk bisa merumuskan Peraturan Menteri terkait PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, red) dan ini luar biasa hasilnya,” ungkapnya.

Pemahaman dan keterampilan yang dimiliki Yagus Suyadi tak menghentikan kariernya di masa purnabakti. Saat ini, ia dipercaya oleh Menteri ATR/Kepala BPN sebagai Tenaga Ahli Bidang Bantuan Hukum, Perlindungan, dan Pendampingan Hukum. Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia berpesan kepada generasi penerus untuk tetap bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Yang paling utama adalah sebagaimana tusi saya, saya selalu mendampingi terhadap permasalahan hukum, yang penting adalah bagaimana kita bisa menjalankan sesuai dengan tugas dan fungsi, sesuai dengan kewenangannya dan semuanya didasarkan pada peraturan yang menjadi dasarnya,” pesan Yagus Suyadi.

Timoraya Saragih yang juga memasuki masa purna setelah mengabdi selama 33 tahun di Kementerian ATR/BPN turut menceritakan pengalaman menariknya saat menjabat di Subdirektorat Hak Komunal dan Tanah Ulayat. “Ada banyak gebrakan baru karena di kita itu paling banyak masyarakat belum memahami bagaimana ulayat, komunal, tapi mereka sudah berbondong-bondong dengan mendengar sedikit tentang aturan kita,” ucapnya.

“Yang menarik juga, kita membuat MoU dengan beberapa universitas, kita bekerja sama, kita merasakan bagaimana bekerja dengan ilmuwan-ilmuwan, bagi saya itu menarik. Sampai akhirnya kemarin saya dengar sudah ada di Papua dan Sumatra Barat ada SK Penetapan Hak Ulayat dan akan ditindaklanjuti dengan pemberian HPL (Hak Pengelolaan, red). Itu ada hal yang buat saya bangga dengan kerjaan yang kita kerjakan,” tambah Timoraya Saragih kepada wartawan.

Baca Ini : Komisi II DPR RI Apresiasi Kementerian ATR-BPN Respon Keluhan Warga

Ia pun meninggalkan pesan kepada generasi penerus Kementerian ATR/BPN. “Ayo maju melayani dengan sungguh-sungguh. Jangan pandang bulu, jangan melihat siapa yang kita layani, semua harus kita bantu, semampunya kita berikan informasi, supaya orang luar tidak menilai BPN dengan pandangan negatif. Jangan mengecewakan publik karena kita pelayan publik,” pesan Timoraya Saragih.

Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam momen tersebut, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni.

(Deni/red) 

Baca Lainnya

Kisah Pilu Rose Lenny: Dari Tidur di Jalanan Hingga Adukan Dugaan Pelanggaran HAM ke Komnas HAM

8 April 2026 - 22:51 WIB

Kisah Pilu Rose Lenny: Dari Tidur Di Jalanan Hingga Adukan Dugaan Pelanggaran Ham Ke Komnas Ham

Kebijakan Tahan Harga BBM Jadi Bukti Ketahanan Energi Indonesia Kuat

6 April 2026 - 21:07 WIB

Kebijakan Tahan Harga Bbm Jadi Bukti Ketahanan Energi Indonesia Kuat

Nasir Djamil: Kasus Pengeroyokan di Polda Metro Jaya Jangan Ditutupi

3 April 2026 - 00:36 WIB

Gerak 08 Soroti Mandeknya Penanganan Laporan Suhari: Hukum Harus Beri Keadilan!
Trending di Megapolitan