Menu

Mode Gelap
Berkah Ramadan Menuju Hati Masyarakat Takalar 3 WNI Hilang Usai Kapal Tenggelam, DPR Dorong Klarifikasi Penyebab Bekasi-Karawang-Purwakarta Pers Silaturahmi, Hedot Hadirkan Karikatur Perkuat Sinergi Bela Negara, PPBN Hadiri Bukber di Badan Cadangan Nasional Kemhan Beberapa SPPG Lebak Disuspend, Matahukum Dorong Penutupan Total yang Bermasalah Mubarok Institute Menyikapi Dinamika Politik dalam Perspektif Geostrategi dan Geopolitik Indonesia

Nasional

Raynia Camp Tawarkan Wisata Edukatif Berbasis Alam dan Budaya Lokal


					Foto (Red). Perbesar

Foto (Red).

Teropongistana.com Bogor — Kebijakan baru pemerintah daerah yang mewajibkan kegiatan study tour dilaksanakan di dalam kota menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan pariwisata. Namun, hal ini justru membuka peluang bagi destinasi wisata edukatif lokal seperti Raynia Camp, yang hadir dengan konsep unik berbasis produktivitas, pelestarian alam, serta budaya lokal.

Terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Raynia Camp menjadi alternatif menarik untuk kegiatan luar kelas yang mendidik. Wisata ini dikelola oleh komunitas Mata Tunas 17, dan meskipun baru dirintis pada pertengahan tahun 2024, telah menawarkan berbagai wahana edukatif seperti peternakan, pertanian, perkebunan, serta pengenalan budaya lokal, termasuk alat musik angklung dan seni bela diri silat Cimande.

“Konsep kami bukan hanya sekadar wisata, tapi juga pendidikan yang padat. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung di alam terbuka,” ujar Tri Satria, CEO Mata Tunas 17.

Pengunjung juga diajak berkeliling kampung menggunakan mobil odong-odong milik warga, memperkuat nuansa kebersamaan dan interaksi sosial dengan masyarakat lokal. Wahana permainan dan outbond seperti flying fox, spider web, body rafting, two line bridge, serta halang rintang juga disediakan, dengan pendampingan mentor berpengalaman yang juga aktif sebagai pelatih ekskul di berbagai sekolah.

Untuk pengunjung dewasa yang menyukai tantangan, tersedia wisata rafting di Sungai Cisadane sejauh 12 kilometer, serta jalur trekking ke air terjun Cikaracak yang dapat ditempuh sekitar satu jam berjalan kaki. Bagi yang gemar memancing, kolam pemancingan di sekitar lokasi juga bisa dinikmati.

Demi menunjang kegiatan yang lebih padat, pengunjung juga dapat menginap dengan konsep perkemahan tenda. Lokasi Raynia Camp yang strategis, dekat pintu Tol Caringin di jalur Tol Bocimi, membuat akses menuju kawasan ini bebas dari kemacetan. Lingkungan pedesaan yang asri di antara Gunung Salak dan Pangrango menambah kenyamanan bagi setiap pengunjung.

Raynia Camp sangat cocok untuk kegiatan Pramuka, LDKS, field trip, glamping, dan berbagai aktivitas berbasis alam lainnya. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram @matatunas17 atau WhatsApp di 0896-0413-6441.

Baca Lainnya

3 WNI Hilang Usai Kapal Tenggelam, DPR Dorong Klarifikasi Penyebab

12 Maret 2026 - 11:11 WIB

3 Wni Hilang Usai Kapal Tenggelam, Dpr Dorong Klarifikasi Penyebab

Perkuat Sinergi Bela Negara, PPBN Hadiri Bukber di Badan Cadangan Nasional Kemhan

12 Maret 2026 - 04:21 WIB

Perkuat Sinergi Bela Negara, Ppbn Hadiri Bukber Di Badan Cadangan Nasional Kemhan

Mubarok Institute Menyikapi Dinamika Politik dalam Perspektif Geostrategi dan Geopolitik Indonesia

11 Maret 2026 - 17:27 WIB

Mubarok Institute Menyikapi Dinamika Politik Dalam Perspektif Geostrategi Dan Geopolitik Indonesia
Trending di Nasional