Menu

Mode Gelap
Sorotan Publik Menguat, Titik Lokasi SPPG Patia–Ciawi Diduga Berpindah Tanpa Penjelasan CBA: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasar Mikael Mali Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir dan Dukung Program Presiden Prabowo

Nasional

Diduga Dianiaya Oknum Aparat, Tiga Pegawai SPBU Cipinang Jadi Korban


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Teropongistana.com Jakarta – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.13901 di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), membenarkan adanya insiden tersebut saat ditemui di lokasi pada Senin. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pelanggan hendak mengisi BBM jenis Pertalite.

Saat dilakukan pemindaian barcode, nomor polisi kendaraan tercatat sesuai dalam sistem. Namun, jenis kendaraan yang digunakan tidak cocok dengan data yang terdaftar. Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas wajib memastikan kesesuaian data sebelum melayani pengisian Pertalite.

“Barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak cocok dengan data yang terdaftar. Untuk Pertalite memang harus sesuai antara nomor polisi dan jenis kendaraan,” ujar Mukhlisin.

Karena ketidaksesuaian tersebut, petugas menolak pengisian Pertalite dan menawarkan solusi alternatif berupa pengisian Pertamax, yang tidak menggunakan sistem barcode.

Penolakan itu diduga memicu emosi pelanggan hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.

Mukhlisin menyebutkan, tiga korban dalam kejadian itu adalah Ahmad Khoirul Anam (staf, lima tahun bekerja), Lukmanul Hakim (operator, enam bulan bekerja), dan Abud Mahmudin (operator, empat tahun bekerja).

Khoirul Anam dilaporkan ditampar di bagian pipi. Lukmanul Hakim dipukul di rahang kanan. Sementara Abud Mahmudin mengalami pukulan di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga menyebabkan giginya goyang.

Saat kejadian, satu operator sedang bertugas, satu staf berada di lokasi, dan satu operator lain yang sudah selesai bekerja turut keluar karena situasi memanas.

Akibat insiden tersebut, ketiganya mengalami syok. Meski tidak menjalani perawatan di rumah sakit, mereka sementara diliburkan satu hari untuk pemulihan dan digantikan oleh pegawai lain.

Peristiwa ini juga sempat viral di media sosial Instagram melalui akun @nestagram. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berpakaian hitam memukul, menampar, serta mendorong pegawai SPBU sambil membentak petugas yang menolak pengisian Pertalite.

(Sumber:Antara)

Baca Lainnya

CBA: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur

4 Juni 2026 - 21:41 WIB

Cba: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur

Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video

4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan Ke Polres Malang Terkait Unggahan Video

Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK

4 Juni 2026 - 18:03 WIB

Silmy Karim Dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil Ott Kpk
Trending di Nasional