Menu

Mode Gelap
David Pajung Apresiasi Prabowo, Lindungi BBM Subsidi di Tengah Krisis Global Alarm Bahaya! Kasus Langkat Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Amburadul Sekda Papua Tengah Tegaskan TPP Berbasis Kinerja dan Perkuat Akuntabilitas ASN dalam Apel Pagi Rumah Bintoro Digembok Paksa Kurator, Anak-Istrinya Terkurung sejak April 2025 Komisi I DPR Soroti Penutupan Selat Hormuz, Minta Pemerintah Amankan Kapal Pertamina Hebat! Kasus Korupsi di Kalbar, Uang Tunai Rp115 Miliar Berhasil Diamankan

Nasional

Diduga Dianiaya Oknum Aparat, Tiga Pegawai SPBU Cipinang Jadi Korban


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Teropongistana.com Jakarta – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.13901 di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), membenarkan adanya insiden tersebut saat ditemui di lokasi pada Senin. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pelanggan hendak mengisi BBM jenis Pertalite.

Saat dilakukan pemindaian barcode, nomor polisi kendaraan tercatat sesuai dalam sistem. Namun, jenis kendaraan yang digunakan tidak cocok dengan data yang terdaftar. Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas wajib memastikan kesesuaian data sebelum melayani pengisian Pertalite.

“Barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak cocok dengan data yang terdaftar. Untuk Pertalite memang harus sesuai antara nomor polisi dan jenis kendaraan,” ujar Mukhlisin.

Karena ketidaksesuaian tersebut, petugas menolak pengisian Pertalite dan menawarkan solusi alternatif berupa pengisian Pertamax, yang tidak menggunakan sistem barcode.

Penolakan itu diduga memicu emosi pelanggan hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.

Mukhlisin menyebutkan, tiga korban dalam kejadian itu adalah Ahmad Khoirul Anam (staf, lima tahun bekerja), Lukmanul Hakim (operator, enam bulan bekerja), dan Abud Mahmudin (operator, empat tahun bekerja).

Khoirul Anam dilaporkan ditampar di bagian pipi. Lukmanul Hakim dipukul di rahang kanan. Sementara Abud Mahmudin mengalami pukulan di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga menyebabkan giginya goyang.

Saat kejadian, satu operator sedang bertugas, satu staf berada di lokasi, dan satu operator lain yang sudah selesai bekerja turut keluar karena situasi memanas.

Akibat insiden tersebut, ketiganya mengalami syok. Meski tidak menjalani perawatan di rumah sakit, mereka sementara diliburkan satu hari untuk pemulihan dan digantikan oleh pegawai lain.

Peristiwa ini juga sempat viral di media sosial Instagram melalui akun @nestagram. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berpakaian hitam memukul, menampar, serta mendorong pegawai SPBU sambil membentak petugas yang menolak pengisian Pertalite.

(Sumber:Antara)

Baca Lainnya

David Pajung Apresiasi Prabowo, Lindungi BBM Subsidi di Tengah Krisis Global

20 April 2026 - 11:42 WIB

David Pajung Apresiasi Prabowo, Lindungi Bbm Subsidi Di Tengah Krisis Global

Alarm Bahaya! Kasus Langkat Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Amburadul

20 April 2026 - 11:02 WIB

Alarm Bahaya! Kasus Langkat Buktikan Perlindungan Pekerja Mbg Amburadul

Rumah Bintoro Digembok Paksa Kurator, Anak-Istrinya Terkurung sejak April 2025

20 April 2026 - 10:19 WIB

Rumah Bintoro Digembok Paksa Kurator, Anak-Istrinya Terkurung Sejak April 2025
Trending di Nasional