Menu

Mode Gelap
Sorotan Publik Menguat, Titik Lokasi SPPG Patia–Ciawi Diduga Berpindah Tanpa Penjelasan CBA: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasar Mikael Mali Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir dan Dukung Program Presiden Prabowo

Nasional

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia, dan Menhan ke US. PROJO : Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar


					Keterangan foto : Abi Rekso Ketua Bidang Pertahanan DPP PROJO, Rabu (15/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Abi Rekso Ketua Bidang Pertahanan DPP PROJO, Rabu (15/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, memaksa dunia untuk saling mengkalkulasi ulang kekuatan militer, pasokan energi dan perdagangan global. Tidak terlepas Indonesia sebagai salah satu negara yang mulai diperhitungkan dalam percaturan dunia.

Lawatan Presiden Prabowo ke Rusia, namun pada waktu yang sama MenHan Sjafrie diterima oleh Menhan AS Pete Hegseth. Dua wajah diplomasi, yang berjalan secara bersamaan.

Abi Rekso Ketua Bidang Pertahanan DPP PROJO, memaparkan bahwa tidak mudah membangun posisi “multi-alignment diplomacy” pada waktu yang sama. Terlebih dalam situasi ketegangan dan krisis global.

“Tidak semua Presiden di Asia, mampu memainkan multi-alignment diplomacy seperti Presiden Prabowo. Posisi ini, membuktikan bahwa Indonesia memiliki akseptensi yang tinggi di mata pemimpin negara Adidaya. Sepatutnya, kita bangga dan optimis bahwa itu tanda-tanda Indonesia akan besar.” tegas Abi Rekso.

Ketika dimunculkan pertanyaan, soal pendapat Mantan Menlu Dino Patti Djalal yang mengusulkan Presiden Prabowo agar kembali lagi pada penguatan diplomasi dalam ASEAN, Abi Rekso menilai itu sebagai usulan usang.

Abi Rekso menuturkan bahwa gagasan ASEAN adalah reaktivasi kawasan Asia Tenggara era perang dingin. Sekaligus manifestasi doktrin Truman dan Marshall Plan di kawasan Asia. Sehingga ASEAN tidak begitu relevan dalam merespon situasi global seperti hari ini. Indonesia perlu memposisikan dalam kawasan Asia-Pasifik. Dalam rangka mengantisipasi perang proksi di Asia.

“Akan ada kabar baik dari Presiden Prabowo soal BBM dan LPG dari Rusia, sekaligus kelancaran jalur Hormuz via Kremlin. Serta, peningkatan hubungan teknologi pertahanan antara Indonesia dan AS melalui Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kedua model diplomasi ini akan memperkuat Indonesia di Asia Pasifik. Ingat ya dalam seperti ini 3M adalah prioritas: Misil, Minyak dan eMas.” Sambil berseloro Ketua DPP Projo Bidang Pertahanan.

Baca Lainnya

CBA: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur

4 Juni 2026 - 21:41 WIB

Cba: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur

Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video

4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan Ke Polres Malang Terkait Unggahan Video

Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK

4 Juni 2026 - 18:03 WIB

Silmy Karim Dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil Ott Kpk
Trending di Nasional