Menu

Mode Gelap
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka Kasus MBG Ikhyar Velayati : MBG Meningkatkan Ekonomi Nasional dan Menyerap Jutaan Tenaga Kerja LHKPN Dua Pejabat Kemendag Disorot, Muncul Nama Mereka di Kasus Suap Blueray Cargo Disekap dan Dianiaya 3 Tahun, Matahukum: Negara Wajib Lindungi Korban, Tangkap Pelaku Sekarang CBA Sebut Penyidikan KPK di Bea Cukai Janggal, Diduga Lindungi Jaringan Mafia Semakin Kencang Wacana Dua Periode, Ruang Bersaing Figur Koalisi Menuju 2029 Makin Sempit

Nasional

Komisi I DPR Soroti Penutupan Selat Hormuz, Minta Pemerintah Amankan Kapal Pertamina


					Dave Laksono Perbesar

Dave Laksono

Teropongistana.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyayangkan penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran yang terjadi hanya berselang sekitar 12 jam setelah sebelumnya sempat dibuka.

Menurut Dave, kondisi tersebut mencerminkan rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia menilai situasi ini tidak hanya berdampak pada jalur perdagangan internasional, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.

“Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran menunjukkan betapa rentannya stabilitas keamanan di kawasan. Hal ini berdampak luas, tidak hanya pada perdagangan internasional, tetapi juga terhadap pasokan energi dunia, termasuk Indonesia,” ujar Dave, Senin (20/4/2026).

Dave mengakui pemerintah telah melakukan diversifikasi pasokan energi dengan menjalin kerja sama strategis bersama sejumlah negara, termasuk Rusia. Namun demikian, ia mengingatkan agar ketergantungan terhadap jalur perdagangan internasional tetap diantisipasi secara serius.

“Diversifikasi pasokan energi memang penting dan sudah dilakukan, namun ketergantungan terhadap jalur perdagangan global tetap memerlukan kewaspadaan serta langkah antisipatif yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dave mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret melalui jalur diplomasi guna memastikan keselamatan dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini masih berada di kawasan Selat Hormuz.

Ia menegaskan, pendekatan diplomatik, baik secara bilateral maupun multilateral, menjadi kunci dalam meredakan ketegangan serta melindungi kepentingan nasional di tengah situasi yang tidak menentu.

“Pemerintah perlu segera melakukan diplomasi intensif untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional, termasuk kapal-kapal Pertamina yang saat ini terdampak. Diplomasi yang konstruktif dan kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik,” tegasnya.

Sebelumnya, Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan penutupan tersebut kembali diberlakukan kurang dari 24 jam setelah sempat dibuka.

Baca Lainnya

Ikhyar Velayati : MBG Meningkatkan Ekonomi Nasional dan Menyerap Jutaan Tenaga Kerja

23 Juni 2026 - 16:50 WIB

Ikhyar Velayati : Mbg Meningkatkan Ekonomi Nasional Dan Menyerap Jutaan Tenaga Kerja

LHKPN Dua Pejabat Kemendag Disorot, Muncul Nama Mereka di Kasus Suap Blueray Cargo

22 Juni 2026 - 19:52 WIB

Lhkpn Dua Pejabat Kemendag Disorot, Muncul Nama Mereka Di Kasus Suap Blueray Cargo

Disekap dan Dianiaya 3 Tahun, Matahukum: Negara Wajib Lindungi Korban, Tangkap Pelaku Sekarang

22 Juni 2026 - 17:24 WIB

Disekap Dan Dianiaya 3 Tahun, Matahukum: Negara Wajib Lindungi Korban, Tangkap Pelaku Sekarang
Trending di Nasional