Menu

Mode Gelap
Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi dan Tempuh Hukum Jika Perlu Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan bagi Warga Sukaratu Marwah Organisasi Dipertaruhkan, Kadin Banten Berdarah-darah Urusan Uang dan Kekuasaan Hati Warga Tangerang Terharu: Apresiasi Tinggi Kapolres yang Langsung Tindaklanjuti Keresahan Kasus Tambang Kalteng: Pemilik PT CBU MJE Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Terkait Ekspor Batu Bara Ilegal Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

Nasional

Respons PROJO: Kemenangan Jokowi Milik Rakyat, Bukan Klaim Individu


					Keterangan foto : Sekretaris Jenderal Projo (Pro-Jokowi), Freddy Alex Damanik, Minggu (19/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Sekretaris Jenderal Projo (Pro-Jokowi), Freddy Alex Damanik, Minggu (19/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Sekretaris Jenderal Projo (Pro-Jokowi), Freddy Alex Damanik, menyampaikan pernyataan resmi menanggapi kontroversi pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengaku berperan besar hingga Joko Widodo berhasil menjadi Presiden.

Dalam pandangan PROJO, pernyataan tersebut perlu diluruskan agar tidak menyederhanakan makna demokrasi yang sesungguhnya.

“Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata. Namun, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu semata, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa,” ujar Freddy dalam keterangannya, Minggu (19/04/2026).

Jejak Kepemimpinan dan Dukungan Massa

Freddy menekankan, keberhasilan Jokowi tidak lepas dari rekam jejak kepemimpinannya yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan yang tulus dengan rakyat. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik yang begitu besar.

Selain itu, kemenangan tersebut juga merupakan buah dari sinergi yang kuat. Mulai dari dukungan ribuan relawan yang tergabung dalam PROJO, peran Partai Politik seperti PDI Perjuangan, hingga partisipasi aktif masyarakat luas yang menjadi pilar kemenangan.

“Oleh karena itu, tidak tepat jika proses demokrasi yang panjang dan megah ini disederhanakan menjadi klaim personal. Ini adalah kemenangan bersama,” tegasnya.

Kronologis Pernyataan Jusuf Kalla

Kontroversi ini bermula pada Sabtu, 18 April 2026, saat JK menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, ia menanggapi berbagai isu termasuk polemik ijazah dan ceramahnya yang dianggap kontroversial.

Dalam penjelasannya, JK menceritakan perannya dalam karier politik Jokowi:

– Ia mengaku yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012.

– Ia menyebut telah meyakinkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar mau mengusung Jokowi, yang awalnya sempat ragu.

– Setelah menang, Jokowi datang ke rumahnya untuk mencium tangan dan mengucapkan terima kasih.

– Menurutnya, menjadi Gubernur DKI adalah pintu utama agar bisa maju menjadi Presiden.

– Pada Pilpres 2014, Megawati baru bersedia menandatangani pencalonan Jokowi setelah JK bersedia menjadi calon wakil presiden bersamanya.

Dengan nada tegas, JK menyatakan:
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden?”

Istilah “termul-termul” yang digunakan merujuk pada sebutan untuk pendukung setia Jokowi di media sosial.

Ajakan Jaga Persatuan

PROJO mengajak seluruh pihak, khususnya para tokoh bangsa, untuk tetap menjaga narasi kebangsaan yang sehat dan membangun.

“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat. Setiap kemenangan di dalamnya adalah kemenangan bersama, bukan milik individu seorang pun. Mari kita junjung tinggi semangat persatuan,” pungkas Freddy Alex Damanik.

Baca Lainnya

Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

14 Mei 2026 - 12:21 WIB

Rapuhnya Komdigi Di Tangan Meutya Hafid, Matahukum: Saatnya Dicopot

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Dinilai Gila, Todung Mulya Lubis: Semangat Hukum Kalahkan Keadilan

14 Mei 2026 - 12:10 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Dinilai Gila, Todung Mulya Lubis: Semangat Hukum Kalahkan Keadilan

Ketua Komisi III DPR Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat

13 Mei 2026 - 23:02 WIB

Ketua Komisi Iii Dpr Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional Di Jakarta Barat
Trending di Nasional