Teropongistana.com Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, kembali menggaungkan konsep unik namun mendalam terkait proses hukum di Indonesia. Dalam kunjungan kerjanya di wilayah hukum Sulawesi Utara, ia menekankan pentingnya penerapan “CCBunga” sebagai pelengkap sistem CCTV di ruang pemeriksaan, sejalan dengan amanat Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
Konsep ini disampaikan Hinca saat bertatap muka dengan jajaran Polda Sulut, Kejaksaan Tinggi, dan BNNP Sulawesi Utara. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh identik dengan ketakutan, melainkan harus mencerminkan rasa keadilan yang nyaman, transparan, dan berpihak pada hak asasi manusia.
“Kenapa harus ada CCBunga? Karena pemeriksaan harus transparan dan fair. Kalau CCTV berfungsi merekam prosesnya, maka CCBunga hadir agar suasana pemeriksaannya menjadi sejuk, indah, dan tidak menakutkan. Ini pastinya agar proses hukum benar-benar berkeadilan,” ujar Hinca dengan penuh semangat, Minggu (19/4/2026)
Dari Tomohon dan Karo, Simbol Keadilan Mekar
Hinca menjelaskan, gagasan ini lahir dan tumbuh subur dari dua daerah yang dikenal sebagai negeri seribu bunga, yaitu Tomohon di Sulawesi Utara dan Karo di Sumatera Utara. Baginya, bunga bukan sekadar tanaman hias, melainkan metafora kuat dari keadilan itu sendiri.
“Kita mulai dari Sulawesi Utara di Tomohon dan Sumatera Utara di Karo. Di kedua tempat ini jutaan bunga tumbuh subur mendampingi KUHAP sebagai cara menemukan keadilan. Bunga yang mekar dan harum mestinya juga memberi rasa keadilan bagi setiap warga negara yang mencari kebenaran,” tegas politisi Demokrat ini.
Hinca bersama Kapolda Sulut, Kapolres Tomohon, dan jajaran utama akan meninjau langsung ladang bunga di Tomohon. Perjalanan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya memastikan semangat keadilan benar-benar “hidup” dan bisa dirasakan hingga ke pelosok desa, termasuk nanti saat melanjutkan kunjungan ke Desa Raya, Berastagi, Karo.
“Keadilan harus hadir bukan hanya di ruang sidang, tapi juga sampai ke ladang-ladang petani bunga. Itulah cita-cita kita,” pungkasnya.









