Menu

Mode Gelap
Ronald Konjol Minta Gubernur Papua Barat Daya Buka Dialog dengan Mama-Mama Pedagang OAP Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat dari Jadwal Sinergi Polri, TNI, dan Pemda Jadi Kunci Menjaga Kamtibmas di Papua Barat Daya Berhasil Bujuk DPO Menyerahkan Diri, Dua Perwira Polres Tambrauw Terima Penghargaan Gubernur Elisa Kambu: Polri dan Pemda Harus Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Soroti Kasus Haji dan Jejak BTS, MataHukum Desak KPK Jangan Tebang Pilih ke Dito Ariotedjo

News

Curah Hujan Menurun, Ketua DPD RI Minta Ancaman Kebakaran Hutan Diwaspadai


					Curah Hujan Menurun, Ketua DPD RI Minta Ancaman Kebakaran Hutan Diwaspadai Perbesar

TEROPONGISTANA.COM

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan potensi penurunan curah hujan pada tahun ini. Artinya, kemungkinan besar akan terjadi musim panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan.

Untuk itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta semua stakeholder mewaspadai ancaman kebakaran hutan.

“Tentu hal itu harus kita waspadai dan semua pihak bersiap mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi,” kata LaNyalla, Jumat (27/1/2023).

LaNyalla mengatakan, ancaman kebakaran hutan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tahun lalu banyak bencana yang disebabkan oleh alam seperti gempa bumi dan banjir.

Baca juga : Ketua DPD RI Sebut Pentingnya Jaga Stabilitas Politik Demi Iklim Usaha

“Maka, potensi adanya ancaman kebakaran yang disampaikan BMKG harus secepatnya kita antisipasi dengan mitigasi untuk menekan dampak kerugian yang ditimbulkannya,” ujar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, ancaman ini bukan tanpa alasan, mengingat musim kemarau yang diprakirakan dimulai pada April-Mei mendatang.

“Saya meminta agar hal ini menjadi perhatian, terutama wilayah-wilayah yang memiliki kawasan hutan yang luas,” tutur LaNyalla.

Ini juga : Ketua DPD RI: Hukum Pertanahan Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengaku khawatir Karhutla tahun 2023 ini separah tahun 2019. Pasalnya, terdapat potensi terjadinya penurunan curah hujan setelah 3 tahun terakhir 2020, 2021, 2022.

Berdasarkan catatan BNPB, karhutla 2019 membakar 857 ribu hektare lahan. Karhutla tahun tersebut merupakan yang terparah dari tiga tahun sebelumnya.

BMKG juga mengungkapkan Riau dan Sumatera merupakan provinsi dengan waspada potensi karhutla pada Februari mendatang.(Deni/red)

Baca Lainnya

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat dari Jadwal

2 Juli 2026 - 15:23 WIB

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat Dari Jadwal

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 di Babak Pertama

30 Juni 2026 - 01:01 WIB

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 Di Babak Pertama

KOHATI Bogor Luncurkan Program TOKO HATI untuk Kemandirian Ekonomi Kader

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Kohati Bogor Luncurkan Program Toko Hati Untuk Kemandirian Ekonomi Kader
Trending di News