Menu

Mode Gelap
Bupati: Data Sensus Ekonomi Jadi Fondasi Kebijakan Ekonomi Daerah Lewat SIBI, Siswa Lebak Bisa Akses Buku Berkualitas Secara Gratis dan Digital Wakapolda Papua Barat Daya Pimpin Korps Raport, 87 Personel Naik Pangkat Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa Naik Pangkat dan Dipromosikan Jadi Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri Lansia 83 Tahun Diduga Dikriminalisasi Hanya Karena Mempertahankan Masjid Wakaf Sebut Dana Hibah KNPI Bogor Cacat Hukum, Fitrah Ade: Ini Uang Rakyat, Bukan Bancakan Elite!

News

Kehidupan Sederhana Kejari Lebak Pulang Naik Kereta


					Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Mayasari saat menuju Stasiun Rangkasbitung yang hendak naik kereta Commuter Line, Sabtu (24/3) Perbesar

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Mayasari saat menuju Stasiun Rangkasbitung yang hendak naik kereta Commuter Line, Sabtu (24/3)

Lebak Teropongistana.com – Kesederhanaan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak, Mayasari patut di apresiasi. Pasalnya, orang nomot satu di lingkungan Kejaksaan Negeri Lebak. Ia terlihat selalu sederhana dan tidak jumawa, bahkan dalam urusan berangkat dan pulang kerjapun Mayasari, kerap kali selalu menggunakan kendaraan umum Kereta Rel Listrik ( KRL ) jurusan Rangkasbitung Jakarta.

 

Pantauan di lokasi Stasiun Rangkasbitung, Mayasari tertangkap kamera wartawan ketika hendak pulang dari Kantornya ( Kejari ) Lebak, menuju rumah pribadinya yang berada di wilayah Serpong.

Baca juga : Kajari Senior Wujudkan Penegakan Hukum Modern di Lebak

 

Dia, terlihat seperti masyarakat biasa yang berjalan kaki dari Gang Kibun menuju Stasiun Rangkasbitung Dengan menengteng tas dan barang lainnya pada 25/3/2023.

Saat di konfirmasi Teropong Istana, ketika Mayasari, hendak naik kereta KRL tersebut mengatakan, saat ini saya mau pulang ke Rumah, di wilayah Serpong menggunakan Kereta Rel listrik ( KRL ) dari Stasiun Rangkasbitung usai bertugas di Kejaksaan Negeri Lebak.

“Selain Stasiun dekat rumah, menggunakan kereta juga lebih efektif dan efisien, karena hanya membutuhkan waktu sekitat 1 Jam 20 menitan dari Rangkasbitung sampai rumah, ditambah lagi dalam perjalana tersebut kita bisa menikmati perjalanan dengan menyapa para penumpang lain, dan kita juga bisa manfaatkan buat membaca buku atau Al Quran di Bulan Ramadhan seperti ini,”terang Mayasari.

Mayasari, menambahkan, apalagi saya lihat, fasilitas publik seperti KRL Rangkasbitung Jakarta – Merak saat ini sudah sangat luar biasa. Sehingga untuk mengurangi kemacetan kita manfaatkan fasilitas tersebut, dan jangan gengsi, karena hidup itu bukan soal gengsi, akan tetapi bagaimana mempunyai arti bagi orang lain.

 

“Karena sederhana itu tidak berarti murahan, dan kesederhanaan adalah wujud mensyukuri nikmat yang ALLAH S. W. T, berikan kepada kita, meskipun hanya sekedar bersilaturahmi dengan masyarakat ( Penumpang ) KRL setiap hari,” tutup Mayasari seraya bergegas menuju Peron.

( Rai )

Baca Lainnya

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 di Babak Pertama

30 Juni 2026 - 01:01 WIB

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 Di Babak Pertama

KOHATI Bogor Luncurkan Program TOKO HATI untuk Kemandirian Ekonomi Kader

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Kohati Bogor Luncurkan Program Toko Hati Untuk Kemandirian Ekonomi Kader

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, GSBK Soroti Kualitas Barang

8 Juni 2026 - 19:56 WIB

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, Gsbk Soroti Kualitas Barang
Trending di News