Menu

Mode Gelap
Program MBG Gerus Anggaran Pendidikan, BGN Sebut Hanya Menjalankan Tugas Kasus Tukang Es Kemayoran Diduga Dianiaya Oknum TNI-Polri, Pakar Hukum Minta Diproses Hukum Hakim Beraroma Partai Menyeret MK ke Jurang Krisis Legitimasi Publik Mekanisme Penegakan Hukum di Laut: PP No. 13 Tahun 2022 Tidak Dapat Dilaksanakan Polri di Bawah Kementerian, PROJO Sebut Akan Buka Peluang Cawe-cawe Struktural Dave Laksono: Iuran 1 Miliar Dolar untuk Dewan Perdamaian Sudah Dievaluasi Matang

Pendidikan

Kemenag Longgarkan Perkuliahan PTKI Terdampak Bencana: Belajar Jalan Terus, Meski Kampusnya Ikut Mengalir


					Kemenag Longgarkan Perkuliahan PTKI Terdampak Bencana: Belajar Jalan Terus, Meski Kampusnya Ikut Mengalir Perbesar

 

Teropongistana.com, Jakarta — Kementerian Agama resmi mengumumkan kebijakan relaksasi perkuliahan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang terdampak bencana banjir dan longsor. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Ditjen Pendidikan Islam yang terbit pada 1 Desember 2025—tepat setelah alam menunjukkan bahwa ia lebih cepat gerakannya daripada prosedur birokrasi mana pun.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan PTKI se-Indonesia, mengingat situasi bencana telah membuat sejumlah kampus “cuti paksa” akibat akses transportasi putus, jaringan internet tersengal-sengal, hingga ruang kuliah berubah fungsi menjadi kolam serbaguna.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat agar kegiatan akademik tidak berhenti total. “Hak belajar harus tetap terpenuhi, meskipun kalau kampusnya masih kebanjiran, ya tidak mungkin juga kita minta mahasiswa renang dulu baru masuk kelas,” ujarnya di Jakarta.

Sahiron menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa dan dosen adalah prioritas. Kalimat yang sebenarnya tidak perlu ditegaskan lagi, sebab semua orang sudah sepakat bahwa proses belajar tidak layak dilakukan ketika sepatu dan motor sedang mengambang terbawa arus.

Relaksasi diberikan dalam berbagai bentuk: penyesuaian kalender akademik, fleksibilitas metode pembelajaran, kelonggaran evaluasi, dan toleransi untuk kehadiran. Bagi sebagian mahasiswa, terutama yang jarang hadir karena alasan non-bencana, poin terakhir mungkin terdengar seperti kemenangan kecil di tengah musibah besar.

Kemenag juga meminta kampus-kampus melakukan asesmen cepat dan melaporkan kondisi aktual. Tentu, kecepatan asesmen akan sangat bergantung pada kondisi lapangan—terutama jika sinyal internet di wilayah terdampak masih naik turun seperti harga cabai menjelang akhir tahun.

“Negara hadir,” kata Sahiron, sebuah frasa yang biasanya memulai paragraf bagus dalam rilis resmi, meski di lapangan hadirnya negara seringkali bersamaan dengan hadirnya drone BNPB, perahu karet, dan wartawan televisi.

Kebijakan relaksasi ini berlaku selama masa tanggap darurat dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan—yang kadang berubah secepat debit air naik saat hujan deras 3 jam saja.

Dengan kebijakan ini, Kemenag berharap proses pendidikan tetap berjalan, minimal secara daring. Dan jika sinyal hilang? Ya, itu bagian dari “ujian kehidupan” yang belum sempat masuk dalam kurikulum resmi, tapi sudah sangat sering dihadapi mahasiswa Indonesia. (Kei)

Baca Lainnya

MIS Ruhul Islam Setiabudi Gelar Qur’an Camp di Villa Kenzo Bogor

17 Januari 2026 - 15:15 WIB

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Mis) Ruhul Islam Setiabudi

Hari Amal Bakti ke-80, Menag Minta ASN Kemenag Warnai AI dengan Konten Mencerahkan

3 Januari 2026 - 19:28 WIB

Hari Amal Bakti

MPLS SMPN1 Kemang pada tahun ajaran 2025/2026

19 Juli 2025 - 16:19 WIB

Setelah Melaksanakan Proses Spmb Tingkat Smp, Smp Satu Negri Kemang Menyambut Kehadiran Murid Baru Dengan Melaksanakan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Mpls) Pada Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan Mpls Ini, Berlangsung Selama 5 Hari, Terhitung Mulai Hari Ini Senin Kemarin, Dengan Menampilkan Kegiatan Demontrasi Salah Satunya Eskul Paskibraka Yang Ada Di Smpn 1 Kemang. Nurul Rahayu Priatna Kelas 8,6 Salah Satu Anggota Paskibraka Menambahkan Dengan Antusias Smpn1 Nekem  Ini Sering Mengikuti Kegiatan Lomba Dan Berhasil Mendapat Juara Dalam Beberapa Kategori. Begitu Juga Ibu Nini Suherti  Salah Satu Guru Wali Kelas 8,6 Menjelaskan Kegiatan Mpls Untuk Murid Baru Ini Menjadi Sarana Untuk Mengenal Lebih Jauh Sekolah Mereka. Pelaksanaan Mpls Disesuaikan Dengan Berbagai Kegiatan Positif, Yang Diawali Dengan Doa Bersama Dan Wawasan Wiatamandala Ibu Nini Suherti Juga Mengungkapkan Kegiatan Ini Rutin Di Laksanakan Setiap Tahun Yang Diselenggarakan Di Lingkungan Sekolah Smpn 1 Kemang Dan Mpls Mulai Dari Tanggal 14-18 Juli Dengan Diawali Pembukaan, Doa Bersama, Penyampaian Wawasan Wiatamandala, Pengenalan Lingkungan Sekolah. Selain Itu Juga Kegiatan Mpls Ini Juga Disertai Dengan Berbagai Sosialisasi Mulai Dari Sosialisasi Dari Bapak Ibu Guru Mengenai Beberapa Kegiatan Yang Eskul Yang Ada Di Lingkungan Smpn1 Kemang Dan Tentang Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran Untuk Menjadi Lingkungan Yang Aman Dan Nyaman Serta Bahaya Judi Online. Dan Memberikan Materi Pencegahan Bullyng Dilingkungan Sekolah Dan Pentingnya Pendidikan Tinggi. Harapan Dengan Adanya Mpls Ini Dapat Membantu Para Murid Baru Untuk Bisa Beradaptasi Dan Mengenal Satu Sama Lain Serta Para Guru Selama Mpls. Selain Itu Mereka Juga Perlu Mengetahui Aturan-Aturan Yg Berlaku Di Sekolah, Sehingga Tercipta Lingkungan Belajar Yang Disiplin, Dan Nyaman. Kepala Sekolah Berharap Untuk Kedepannya Smpn 1 Kemang  Bisa Lebih Maju Dalam Memberikan Pelajaran Dan Ilmu Yg Terbaik Bagi Murid-Murid Sehingga Bisa Menjadi Pribadi Yg Berkarakter Dan Berbudi Pekerti Yang Luhur Sehingga Menghasilkan Murid-Murid Yang Berprestasi Walaupun Masih Dalam Keterbatasan Dari Pihak Guru Pengajar.
Trending di Pendidikan