Menu

Mode Gelap
PERADI Profesional Gandeng New York City Bar Association Perkuat Layanan Pro Bono ​ MataHukum Sebut Copot Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Bukti Ketegasan Prabowo Kejati Papua Lantik Kajari Yapen dan Rizal Ramdhani, Ini Arahan Kajati Resmi! Dadan, Lodewyk, dan Sony Diganti, Ini Jajaran Pimpinan BGN PWI Gandeng IPB Buka Akses Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan DPR Minta Rencana MBG di Luar Negeri Dikaji Ulang, Domestik Masih Kalang Kabut

Politik

Golkar Kembali Alami Perang Dingin Internal, Intervensi Pemilihan DPD Jadi Sorotan


					Keterangan Foto : Musyawarah Daerah XI DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya, Sabtu (10/5/2025), diramaikan hanya oleh satu calon ketua, yakni Ali Mufti. Perbesar

Keterangan Foto : Musyawarah Daerah XI DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya, Sabtu (10/5/2025), diramaikan hanya oleh satu calon ketua, yakni Ali Mufti.

Teropongistana.com Jakarta, 11 Mei 2025 — Partai Golkar kembali diguncang konflik internal yang mengarah pada perang dingin di tubuh partai. Kali ini, intervensi dalam pemilihan calon pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) provinsi menjadi sorotan, di mana disebut-sebut bahwa restu Ketua Umum Bahlil Lahadalia menjadi syarat utama dalam penentuan calon.

Contoh paling mencolok terjadi di Jawa Timur, dengan munculnya nama Ali Mufti yang disebut-sebut terpilih berkat kedekatannya dengan Bahlil. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa kekuasaan dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan politik kelompok tertentu di dalam Golkar.

“Golkar hari ini bukan lagi partai terbuka untuk semua golongan. Ini sudah menjadi milik kelompok Ketua Umum,” ujar salah satu kader senior Golkar yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan di internal partai sudah tidak diterima lagi.

Menurutnya, hampir seluruh sektor kepengurusan DPD di Indonesia kini telah mengalami kesalahan arah karena lebih mengutamakan loyalitas pribadi dibanding kapabilitas dan aspirasi kader daerah.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran sebagian kader terhadap arah kepemimpinan Golkar di bawah Bahlil Lahadalia, yang dinilai terlalu sentralistik dan tertutup terhadap perbedaan.

Baca Lainnya

Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2KB SOKSI

17 Mei 2026 - 17:41 WIB

Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2Kb Soksi

Sinyal GPS Pesawat Sering Terganggu, DPR Desak Investigasi Total AirNav dan Bandara

13 Mei 2026 - 22:23 WIB

Sinyal Gps Pesawat Sering Terganggu, Dpr Desak Investigasi Total Airnav Dan Bandara

Usulan Daftar Hitam Pelaku Politik Uang, Golkar: Butuh Pembenahan Sistem Menyeluruh

13 Mei 2026 - 20:27 WIB

Pendaftaran Capres-Cawapres Dibuka, Cek Selengkapnya
Trending di Politik