Menu

Mode Gelap
Skincare Beracun, Ratu Emas Mira Hayati Dituntut Eksekusi Arif Rahman Tagih Janji Pemerintah untuk Korban Banjir Lebak Gedong Telusuri Masalah Lama, Kepala Desa Saefullah Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Sinergi Bulog, Pemda Lebak dan Pandeglang Keluar dari Zona Merah Lewat GPM Anton Suratto: Kelengkapan Struktur DPAC Jadi Prioritas, Badan Logistik Siap Dukung Kegiatan Partai PROJO Dukung RUU Perampasan Aset: Koruptor Harus Dimiskinkan

Politik

Gestur Bahlil Cium Tangan Gibran Picu Sorotan, Harga Diri Golkar Dipertanyakan


					Foto (Red). Perbesar

Foto (Red).

Teropongistana.com Jakarta – Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar semakin kencang berembus. Berdasarkan informasi internal dari salah satu kader muda berinisial M, sejumlah faksi di internal partai disebut mulai bergerak cepat. Mosi tidak percaya terhadap Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, mulai terdengar.

Kekecewaan kader muncul lantaran di era kepemimpinan Bahlil terdapat mantan narapidana korupsi yang masuk dalam struktur kepengurusan. Selain itu, beberapa kebijakan dinilai merugikan suara partai, seperti larangan pengecer menjual gas elpiji 3 kg yang berdampak pada pemilih di tingkat akar rumput.

Bahlil juga menuai kritik ketika terekam mencium tangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang juga putra Presiden ke-7 Joko Widodo. Tindakan itu dianggap sebagian kader menurunkan wibawa ketua umum partai besar.

Politikus senior Golkar, Ridwan Hisjam, menegaskan dukungannya terhadap Munaslub jika ada unsur yang memenuhi ketentuan AD/ART partai. “Kalau Munaslub monggo kapan saja, saya siap memberikan dukungan asal ada unsur yang dipenuhi dari empat poin tadi,” ujar Ridwan, Rabu (6/8/2025).

Empat unsur tersebut meliputi ketum melanggar AD/ART, melakukan tindak pidana, berhalangan tetap (meninggal dunia atau sakit permanen), atau mengundurkan diri. Ridwan menyatakan dirinya siap ditempatkan di posisi mana pun jika dibutuhkan.

Baca Lainnya

Pengamat Nilai PSI Terlalu Jumawa, Ambisi Rebut Bali hingga DKI Dinilai Konyol

3 Februari 2026 - 16:13 WIB

Kekuatan Jokowi Masih Besar Di Kabinet, Psi Berubah Wajah: Pertanda Arah Politik Baru?

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

25 Januari 2026 - 22:08 WIB

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

16 Januari 2026 - 07:52 WIB

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades
Trending di Politik