Menu

Mode Gelap
Kasus Dugaan Rp3,7 Miliar KPU Bogor, Polisi-Kejaksaan Didesak Bergerak Korupsi Dana BOS Rp319 Juta, Kepala Sekolah dan Bendahara di Takalar Ditahan Hari Pers Nasional, Integritas Adalah Kunci Permohonan Pra Peradilan Uang Rp17,55 Miliar Beny Saswin Dinilai Prematur Pramuka Nadi Pengabdian, Ade Andriana Resmi Mengemban Amanah Wakil Ketua Kwarcab Lebak Proyek Rotary Dryer Rp4 Miliar Diduga Tanpa SLO dan TKDN, MataHukum Minta Kejaksaan Periksa

Politik

Munaslub Golkar Mendesak? Ridwan Hisyam: “Isu Itu Bukan dari Saya”


					Foto Kantor DPP Partai Golkar. Perbesar

Foto Kantor DPP Partai Golkar.

Teropongistana.com Jakarta – Isu terkait desakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali mencuat ke publik. Anggota senior Partai Golkar, Ridwan Hisyam, menegaskan bahwa dirinya bukanlah pihak yang memunculkan isu tersebut.

“Kalau isu munaslub itu bukan dari saya. Itu kan munculnya antara Nusron dengan lingkaran istana. Nusron pun menanggapinya lama setelah isu itu beredar,” kata Ridwan dikutip dalam kanal YouTube Petisi Brawijaya 17 Agustus 2025.

Ridwan menjelaskan bahwa dirinya memang sering dikaitkan dengan dinamika internal Golkar karena rekam jejaknya yang panjang di partai beringin. Ia menuturkan bahwa dirinya pernah dua kali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar, termasuk pada tahun 2019 saat bersaing dengan Airlangga Hartarto. Namun, ia menyebut pencalonannya kala itu digugurkan begitu saja oleh pimpinan munas.

“Kalau saya mundur, ada nilainya. Tapi saya tidak pernah mundur, tidak pernah kalah juga, karena selalu diaklamasikan. Tahun 2019 tinggal dua calon, saya dengan Airlangga, tapi saya dibuang begitu saja,” ungkapnya.

Ridwan menegaskan bahwa dirinya berjuang di Golkar bukan hal baru. Ia sudah aktif sejak masa mahasiswa sebagai demonstran di Surabaya tahun 1970-an, bahkan dikenal mendirikan padepokan budaya di Jawa Timur.

Dalam karier politiknya, ia sudah lima kali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan selalu menang. Pada usia 38 tahun, ia bahkan tercatat sebagai anggota DPR RI termuda se-Indonesia kala itu, serta sempat menjabat Ketua DPD Golkar Jawa Timur.

Terkait wacana munaslub, Ridwan menyatakan tidak keberatan. Menurutnya, mekanisme tersebut sah dan konstitusional sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

“Kenapa saya setuju? Karena di dalam AD/ART Golkar memang ada disebutkan yang namanya munaslub itu boleh. Tidak melanggar konstitusi. Di zamannya Bang Ical saja bisa lima kali munas,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejarah Partai Golkar, seperti terpilihnya Akbar Tandjung pada Munaslub 1998 secara demokratis, bersaing dengan Edi Sudradjat dan Sultan Hamengkubuwono X.

“Jadi, bisa saja dilakukan munaslub, tidak ada masalah,” tegas Ridwan.

Baca Lainnya

Pengamat Nilai PSI Terlalu Jumawa, Ambisi Rebut Bali hingga DKI Dinilai Konyol

3 Februari 2026 - 16:13 WIB

Kekuatan Jokowi Masih Besar Di Kabinet, Psi Berubah Wajah: Pertanda Arah Politik Baru?

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

25 Januari 2026 - 22:08 WIB

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

16 Januari 2026 - 07:52 WIB

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades
Trending di Politik