Menu

Mode Gelap
Kasat Narkoba Polres Kutai Kartanegara Ditangkap Polda Kaltim Atas Dugaan Kasus Narkotika Ratusan Warga Sorong Antusias Saksikan Pemutaran Film Dokumenter Pesta Babi di Sorpus Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Respon Pemborosan Anggaran Sewa Hotel 2026 Kajari Dr Sulvia: Kami Siap Dampingi Hukum KPU Kota Bekasi Judi Online Ancam Generasi Muda, Dave Laksono: Ruang Digital Harus Tetap Sehat dan Aman Everton Ditinggal Legenda, Seamus Coleman Putuskan Akhiri 17 Tahun Pengabdian

Politik

Pengamat Nilai Tutut Soeharto Layak Pimpin Golkar di Tengah Gonjang-Ganjing Politik


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta – Pengamat politik Nusantara, Egi Hendrawan, menilai bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Partai Golkar untuk melakukan pergantian kepemimpinan. Menurutnya, posisi ketua umum Golkar ke depan sebaiknya diisi oleh sosok yang memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Situasi sekarang sangat riskan. Golkar perlu dipimpin oleh figur yang benar-benar seirama dengan Presiden Prabowo. Dari pengamatan saya, Tutut Soeharto adalah tokoh yang paling tepat hari ini untuk menduduki kursi ketua umum Golkar,” ujar Egi, Senin (2/9).

Egi menilai Tutut Soeharto memiliki rekam jejak yang mumpuni, mulai dari pernah menjabat Menteri Sosial hingga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Selain itu, sebagai putri Presiden Soeharto yang membawa Golkar pada masa kejayaannya, Tutut dianggap memiliki pemahaman mendalam tentang arah partai.

“Bu Tutut adalah ‘kuning banget’. Beliau tahu betul siapa saja yang ada di Golkar dan apa yang harus dilakukan untuk kemajuan partai. Kedekatannya dengan Pak Harto membuatnya mengerti bagaimana membawa Golkar ke depan,” tambah Egi.

Sementara itu, ia juga menyoroti kepemimpinan Bahlil Lahadalia yang kini merangkap sebagai Menteri sekaligus Ketua Umum Golkar. Menurutnya, sejumlah kebijakan Bahlil menuai ketidakpuasan publik, seperti polemik gas 3 kg dan izin tambang di Raja Ampat.

“Demo kemarin adalah salah satu indikator ketidakpuasan rakyat terhadap Presiden Prabowo akibat ulah menteri-menterinya, termasuk Bahlil. Apalagi, Bahlil lebih dikenal sebagai orang dekat Presiden ke-7, Joko Widodo. Ini riskan bagi posisi Golkar ke depan,” tegasnya.

Egi menegaskan, sudah saatnya Golkar dipimpin tokoh yang memiliki keselarasan penuh dengan pemerintahan Presiden Prabowo demi menjaga stabilitas politik dan memperkuat peran partai dalam pemerintahan.

Baca Lainnya

Sinyal GPS Pesawat Sering Terganggu, DPR Desak Investigasi Total AirNav dan Bandara

13 Mei 2026 - 22:23 WIB

Sinyal Gps Pesawat Sering Terganggu, Dpr Desak Investigasi Total Airnav Dan Bandara

Usulan Daftar Hitam Pelaku Politik Uang, Golkar: Butuh Pembenahan Sistem Menyeluruh

13 Mei 2026 - 20:27 WIB

Pendaftaran Capres-Cawapres Dibuka, Cek Selengkapnya

Beban Operasional Mencekik, DPR Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan

12 Mei 2026 - 13:12 WIB

Beban Operasional Mencekik, Dpr Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan
Trending di Nasional