Menu

Mode Gelap
Satgas Sampah Kodim 0510 Serbu Tenger Batu Rajeg, Warga: Jalannya Kini Enak Dipandang Warga Resah, Kapolresta Tangerang Siap Tertibkan Warung Berkedok Hiburan Ketua Komisi III DPR Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat Anggota Komisi XIII DPR Desak Bongkar Sindikat PMI Ilegal Usai Tragedi Kapal Tenggelam di Malaysia Indonesia Kembali Kirim Pasukan ke Lebanon, Dave Laksono Tekankan Keselamatan Prajurit Langkah Progresif: Kejari Kota Bekasi Kawal Hak dan Masa Depan Atlet Paralimpiade

News

Dibawah Komando LaNyalla Mattalitti PSSI Pernah Juara Piala AFf U-19


					Dibawah Komando LaNyalla Mattalitti PSSI Pernah Juara Piala AFf U-19 Perbesar

Teropongistana.com Jakarta – Sekretaris Persela Lamongan, Mudji Santoso mengatakan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ibarat mimpi sosok pemimpin PSSI yang belum terwujud hingga saat ini. Oleh sebab itu, Mudji dalam hal ini Persela sangat mengharapkan LaNyalla yang kini menjabat Ketua DPD RI itu bisa terpilih menjadi Ketum PSSI periode 2023-2027 pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang rencananya digelar 16 Februari 2023, mendatang.

Hal itu diungkapkan Mudji saat hadir di acara silaturahmi bersama LaNyalla di Surabaya, Minggu (22/1).

“Pak LaNyalla itu sosok pemimpin yang tegas, jujur dan berani. Bisa diibaratkan, beliau itu merupakan mimpi sepak bola Tanah Air untuk jadi pemimpin PSSI yang hingga kini belum terwujud. Saatnya mimpi itu datang. Maka dari itu Persela mantab akan bersama pak Nyalla. Saya juga tadi mendengarkan program program beliau ke depan, sangat bagus,”ujar Mudji seperti dikutif dari Sportnews, Minggu (22/1)

Baca juga : Kami Tidak Percaya, Hasil Survey Indikator Politik Yang Menggiring Opini Terkait PSSI

Mudji memaparkan, bahwa jika LaNyalla terpilih nanti dia tidak khawatir karena LaNyalla sudah sangat paham betul dengan semua kondisi sepak bola Indonesia. Salah satunya adalah memastikan industri sepakbola tumbuh mandiri dan fair, tidak boleh ada kartel di sepakbola indonesia.

“Karena beliau bilang adalah sepak bola milik rakyat, dan juga kembali menegaskan akan siapkan perangkat yang profesional, klub jadi mandiri dan bergerak sesuai jalurnya, ” jelasnya.

LaNyalla bukan sosok baru di dunia sepak bola Indonesia. Pengusaha dan sekaligus senator asal Jatim itu pernah menjadi anggota Exco PSSI 2011-2015. Kemudian menjabat Wakil Ketua Umum PSSI periode 2013-2015. Pada periode tersebut, LaNyalla juga menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sepak Bola Indonesia.

Saat menjabat Ketua BTN Sepak Bola Indonesia, pria kelahiran Jakarta dan besar di Surabaya itu sukses membawa Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013. Saat itu, pelatih Timnas Indonesia U-19 adalah Indra Sjafri. Selanjutnya, LaNyalla menjabat Ketua Umum PSSI dari tahun 2015 hingga 2016.

Pada periode kepemimpinan La Nyalla itu, PSSI baru saja dijatuhi sanksi oleh Menpora Imam Nahrawi akibat kebijakan PSSI soal hasil rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak meloloskan Arema Malang dan Persebaya Surabaya ke liga.

Pembekuan tersebut nyatanya membuat PSSI mengalami masalah pendanaan. Namun LaNyalla muncul sebagai pahlawan yang menyelamatkan finansial di tubuh PSSI.

“Pak Nyalla saat di PSSI sempat membawa Timnas U-19 menjadi juara. Sayang banget, beliau tidak lama di PSSI. Mungkin jika diberi kesempatan lebih lama, saya yakin Pak Nyalla bisa mendongkrak prestasi sepak bola Tanah Air. Oleh karena itu, Pak Nyalla sangat pantas untuk kembali memimpin PSSI, karena ini merupakan mimpi yang belum terwujud bagi sepak bola kita,” tuntasnya.

Baca Lainnya

Sinyal GPS Pesawat Sering Terganggu, DPR Desak Investigasi Total AirNav dan Bandara

13 Mei 2026 - 22:23 WIB

Sinyal Gps Pesawat Sering Terganggu, Dpr Desak Investigasi Total Airnav Dan Bandara

DPR di Tengah Siswa: Adde Rosi Dorong SMAN 1 Pangarangan Jadi Pusat Prestasi ​

13 Mei 2026 - 05:51 WIB

Dpr Di Tengah Siswa: Adde Rosi Dorong Sman 1 Pangarangan Jadi Pusat Prestasi ​

Kritik Kasus Nadiem, MataHukum: Jangan Kriminalisasi Inovasi Kebijakan

12 Mei 2026 - 20:44 WIB

Kritik Kasus Nadiem, Matahukum: Jangan Kriminalisasi Inovasi Kebijakan
Trending di Nasional