Menu

Mode Gelap
Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa P3B Bongkar Dugaan Modus Korupsi Pokir, Desak KPK Usut DPRD Banten Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan 200 Ribu Hektare Rusak, Arif Rahman: Banten Tidak Boleh Terluka Semangat Membara! Halal Bihalal Demokrat Jabar Makin Solid dan Optimis Menang

News

Muhammadiyah Bakal Mengembangkan Lini Bisnisnya dengan Mendirikan Pabrik Infus


					Keterangan foto : Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal, Muhadjir Effendy pada, Ahad (26/3) dalam materi terakhir Pengajian Ramadan 1444 H PP Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Perbesar

Keterangan foto : Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal, Muhadjir Effendy pada, Ahad (26/3) dalam materi terakhir Pengajian Ramadan 1444 H PP Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Teropongistana.com Yogyakarta – Muhammadiyah berencana membangun pabrik infus untuk mencukupi kebutuhan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah (RSMA) seluruh Indonesia dan jika memungkinkan juga akan dipasarkan di luar Muhammadiyah.

Rencana tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal, Muhadjir Effendy pada, Ahad (26/3) dalam materi terakhir Pengajian Ramadan 1444 H PP Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Baca juga : Muhammadiyah Raih Penghargaan PPKM Award dari Presiden RI

Rencana tersebut untuk mengcover tingginya kebutuhan RSMA atas infus, Muhadjir berharap jika Muhammadiyah memiliki pabriknya sendiri akan bisa menjual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan yang selama ini dibeli oleh rumah-rumah sakit Muhammadiyah.

Terkait dengan model bisnisnya, Menko PMK ini menjelaskan bahwa, akan ditawarkan ke jaringan RSMA sebagai pemilik pabrik nantinya, akan tetapi jika mereka tidak berkenan makan akan dicarikan investor untuk mendukung pendirian pabrik infus.

“Bagi Muhammadiyah itu investor mudah, karena kita ini sudah punya trust, sebab sudah banyak orang yang percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh Muhammadiyah.” Ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap mengedepankan pabrik ini nantinya menjadi miliki jaringan RSMA. Selain itu, Muhammadiyah juga akan menggunakan LazisMu untuk melakukan penguatan pendanaan dalam proyek besar ini.

“Kita harus memiliki keberanian untuk melakukan langkah-langkah terobosan, dalam hal apapun”, Imbuhnya.

Muhadjir menegaskan, Muhammadiyah harus memiliki keberanian untuk ikut terjun aktif dalam percaturan perdagangan berbagai komoditas, termasuk beras, ikan dan lain sebagainya, termasuk juga ekspansi bisnis ke pertambangan.

“Ketika kita sudah menjadi bagian itu, tawarkanlah etos kerja Muhammadiyah. Kita memiliki etos kerja yang baik, kita tidak mau main macam-macam dan itu yang menjadi pegangan. Indonesia ini kalau dipimpin orang Muhammadiyah insyaallah sukses.” Ungkapnya.

Lebih jauh, Muhadjir mendorong partisipasi kader-kader terbaik Muhammadiyah yang berkapasitas untuk ikut memperbaiki moral bangsa dan menyalurkan etos kerja baik yang dimiliki oleh Muhammadiyah di dalam pemerintahan.

Menurutnya, dalam hal keterlibatan kader Muhammadiyah di pemerintahan, Muhadjir mengaku untuk saat ini belum banyak. Padahal Muhammadiyah memiliki saham besar di republik ini untuk memajukan bangsa Indonesia. (Hendro)

Baca Lainnya

P3B Bongkar Dugaan Modus Korupsi Pokir, Desak KPK Usut DPRD Banten

16 April 2026 - 10:38 WIB

Ott Inhutani V Meledak: Aktivis Teriak Audit Perhutani, Presiden Ingatkan Jangan Ada Yang Kebal!

Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan

16 April 2026 - 09:41 WIB

Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim Di Kanjuruhan

200 Ribu Hektare Rusak, Arif Rahman: Banten Tidak Boleh Terluka

16 April 2026 - 07:18 WIB

Baleg Dpr Ri,Komisi Viii,Arif Rahman,Dana Haji
Trending di Headline