Menu

Mode Gelap
Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa P3B Bongkar Dugaan Modus Korupsi Pokir, Desak KPK Usut DPRD Banten Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan 200 Ribu Hektare Rusak, Arif Rahman: Banten Tidak Boleh Terluka Semangat Membara! Halal Bihalal Demokrat Jabar Makin Solid dan Optimis Menang

Politik

Dinamika Internal Golkar Memanas: Bahlil Lahadalia Terancam Lengser, Beberapa Nama Baru Muncul di Bursa Ketum


					Foto Kantor DPP Partai Golkar Selipi Jakarta Barat. Perbesar

Foto Kantor DPP Partai Golkar Selipi Jakarta Barat.

Teropongistana.com Jakarta — Suhu politik di internal Partai Golkar kembali memanas. Isu pergeseran kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu mulai menguat. Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum, dikabarkan bakal dilengserkan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang direncanakan digelar pada akhir tahun 2025 sebelum reshuffle kabinet yang juga santer dibicarakan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa telah ada sinyal dari Istana mengenai restu pergantian pucuk pimpinan Golkar. Beberapa faksi internal partai disebut sudah bersiap menyambut pergantian tersebut.

Nama Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang, mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Bahlil. Nusron dianggap sebagai figur yang memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan mampu menjembatani berbagai kepentingan di internal Golkar.

Tak hanya Nusron, Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital yang juga dikenal sebagai kader muda potensial Golkar, disebut-sebut turut masuk dalam bursa calon ketua umum. Meutya dikenal memiliki rekam jejak baik serta loyalitas tinggi terhadap partai, (3/8).

Nama lain yang mulai ramai dibicarakan di lingkaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar adalah Maman Abdurrahman, Menteri UMKM. Meski pergerakannya terkesan senyap, pengaruh Maman di kalangan akar rumput dan elite muda partai dinilai cukup signifikan.

Berdasarkan informasi dari sumber internal yang enggan disebutkan namanya, situasi di dalam Golkar kini digambarkan seperti perang dingin. Antar-faksi saling serang, namun pergerakan dilakukan dalam senyap. Intrik politik dan manuver internal semakin intens, seiring menguatnya dorongan untuk melakukan perubahan kepemimpinan.

Situasi ini mencerminkan ketegangan yang belum sepenuhnya mencuat ke permukaan, namun nyata terasa di ruang-ruang strategis partai.

Langkah untuk melengserkan Bahlil disebut-sebut tidak terlepas dari dinamika politik nasional, terutama hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil yang dikenal sebagai loyalis Presiden Joko Widodo dianggap mulai tidak sejalan dengan arah pemerintahan saat ini.

Sejumlah pengusaha yang selama ini menjadi pendukung kuat Bahlil pun dikabarkan mulai menarik diri secara perlahan. Mereka disebut memilih untuk menjaga jarak dan mengamankan posisi di tengah ketidakpastian politik.

Meski belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Golkar maupun dari Bahlil sendiri, eskalasi dinamika internal ini menunjukkan bahwa pergolakan di tubuh partai terus bergerak. Menjelang akhir tahun, publik tampaknya akan menyaksikan babak baru dalam perebutan kekuasaan di salah satu partai politik tertua dan paling berpengaruh di Indonesia.

Baca Lainnya

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir di Tengah Tekanan Global

8 April 2026 - 20:53 WIB

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir Di Tengah Tekanan Global

Ketum Gerak 08 Kecam Pernyataan Saiful Mujani

8 April 2026 - 09:49 WIB

Aktivis 98 Sekaligus Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revitriyoso Husodo, Mengkritik Keras Pernyataan Pengamat Politik Saiful Mujani Yang Dinilai Berpotensi Memicu Kegaduhan Publik.

Sinergi Daerah hingga Nasional, PKB Lebak Melesat di Muscab 2026

6 April 2026 - 22:32 WIB

Sinergi Daerah Hingga Nasional, Pkb Lebak Melesat Di Muscab 2026
Trending di Politik