Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

Hukum

Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Salah Seorang Warga Lombok Timur Dibekuk Densus 88 Anti Teror


					Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Salah Seorang Warga Lombok Timur Dibekuk Densus 88 Anti Teror Perbesar

Teropongistana.com Lombok Timur – Salah seorang warga Gang Seroja RT 14 Kampung Baru, Kelurahan Majidi,Kecamatan Selong,Kabupaten Lombok Timur dengan inisial HN (60) ditangkap tim densus 88 anti teror di rumahnya,Jumat malam (14/7) sekitar pukul 21.00 wita.

Warga tersebut ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme dengan langsung dibawa tim Densus menggunakan dua unit mobil avansa untuk penanganan proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyeutkan tim densus tersebut datang melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap terduga pelaku jaringan terorisme dengan didampingi anggota Polres Lotim masuk ke rumah terduga pelaku yang tinggal bersama suaminya.

Dengan memasuki lorong gang yang sempit rumah terduga pelaku tersebut,sehingga membuat tetangga sekitarnya dibuat kaget dengan adanya penggerebekan terduga pelaku terorisme.

Petugas bergerak dengan cepat dengan membawa terduga pelaku dan membawa alat bukti yang ditemukan di dalam rumahnya.

Ketua RT 14 Gang Seroja Lingkungan Kampung Baru saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan warganya yang dilakukan pihak Densus 88 anti teror tersebut ungkap Ahmad.

” Memang betul ada warganya yang ditangkap tim densus,karena dirinya yang menyaksikan masuk ke dalam rumah terduga pelaku,” tegasnya.

Ia mengatakan warganya yang ditangkap tim densus tersebut kesehariannya menjadi LSM dengan tinggal sejak tahun 1996 bersama suaminya yang berasal dari Lombok Tengah.

Sedangkan terduga pelaku asli orang jawa dengan memiliki lima orang anak.Akan tapi anak-anaknya sudah menikah semuanya., ungkapnya. (Nanang)

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan

16 April 2026 - 20:57 WIB

Kpk Dinilai Tak Lagi Relevan, Indexpolitica Dorong Penguatan Kejaksaan

Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari

16 April 2026 - 19:08 WIB

Ombudsman Tegaskan Pembatasan Bbm Subsidi Harus Pertimbangkan Mayoritas
Trending di Hukum