Menu

Mode Gelap
Digaji Rp12 Miliar, Ini Profil Dewan Direksi LPEI yang Diduga Guyur Kredit Macet Perusahaan Kaesang RDP Tanpa Nahkoda, Fam Fuk Tjhong Pertanyakan Keberpihakan Pemkab Lebak kepada Rakyat PERADI Profesional: RUU HPI Harus Jawab Kebutuhan Hukum Lintas Negara yang Kompleks ​ Konflik Lahan Legok, BaraNusa Desak BPN Segera Tuntaskan Sertifikasi Tanah Warga Tambang Ilegal PT Azka City Luv di Lebak, GNI: Diduga Dibekingi Oknum! Maruli Rajagukguk: 5 Cacat Prosedur Penyidikan Bisa Buat Kasus Mantan Jampidsus Gugur

Nasional

Rambut Putih dan Kambing Hitam


					Rambut Putih dan Kambing Hitam Perbesar

Penulis : Teuku Neta Firdaus adalah Direktur Eksekutif The Jokowi Center

Teropongistana.com Jakarta – Acara silaturahmi relawan Jokowi di GBK menimbulkan kegerahan beberapa pihak. Pernyataan kontraproduktif terhadap kegiatan pada Sabtu lalu itu mungkin karena “kode keras” pak Jokowi yang menyebutkan ciri-ciri kepemimpinan merakyat itu (diantaranya) berambut putih.

Pernyataan bernada emosi dari petinggi PDIP mungkin terjadi karena sosok rambut putih belum mendapat restu, kelakar pak Jokowi dianggap tidak sesuai dengan harapan PDIP, padahal yang menyebut rambut putih dan berambut putih keduanya kader hebat PDIP.

Kecaman dari beberapa pihak menjadikan relawan Jokowi seperti kambing hitam. Tuduhan yang saling menyalahkan dan merendahkan harusnya tidak perlu terjadi, tidak boleh mengkresditkan siapapun, jangan ada pilih-kasih terhadap relawan, jangan ada anak tiri – anak kandung, harusnya kalau ada yang keliru dikonfirmasi dan diarahkan, tidak perlu mengumbar ke publik.

Setelah pilpres berlalu kenapa kegiatan silaturahmi semacam itu diharamkan. Beberapa kegiatan relawan sebelumnya Presiden Jokowi hadir, tidak ada suara sumbang dari PDIP. Dari judul kegiatan saja maknanya sangat mulia, “Nusantara Bersatu”, disela kegiatan ada penyerahan bantuan untuk korban bencana Cianjur. Dipastikan tidak ada rapat tertutup yang membahas permintaan jabatan atau bagi-bagi proyek, baik sebelum acara maupun setelahnya. Sudah tua jangan terlalu su’udhon.

Tidak perlu menyebut Jokowi dijebak dan dipaksa hadir, seolah-olah pak Jokowi hadir karena ada todongan atau panitia acara mewek-mewek minta pak Jokowi hadir, yang diundang dan yang hadir sama-sama senang dengan kesuksesan acara tersebut, tidak ada jebakan, dipastikan acara tersebut tidak menganggu apalagi menurunkan kewibawaan Presiden Jokowi.

Relawan pernah berjuang, bersungguh-sungguh berkerja, tanpa lelah untuk kemenangan di Pilgub DKI dan Pilpres 2014 dan 2019. Relawan tetap setia sampai saat ini, harusnya diapresiasi, bukan memusuhi relawan dan rambut putih hehe.

Baca Lainnya

Digaji Rp12 Miliar, Ini Profil Dewan Direksi LPEI yang Diduga Guyur Kredit Macet Perusahaan Kaesang

13 Juli 2026 - 18:59 WIB

Digaji Rp12 Miliar, Ini Profil Dewan Direksi Lpei Yang Diduga Guyur Kredit Macet Perusahaan Kaesang

Berkedok Proyek KPP Bekasi Barat, Pria Gunakan Kop Surat Resmi Tipu Rp50 Juta

12 Juli 2026 - 16:58 WIB

Berkedok Proyek Kpp Bekasi Barat, Pria Gunakan Kop Surat Resmi Tipu Rp50 Juta

Aktivis Anti Korupsi: Isu Perjalanan Menteri PU Digiring Opini Tanpa Dasar

10 Juli 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Anti Korupsi: Isu Perjalanan Menteri Pu Digiring Opini Tanpa Dasar
Trending di Hukum