Menu

Mode Gelap
Fraksi Gerakan Indonesia Karya DPRK Raja Ampat Soroti Transportasi Daring dan Pemerataan Pembangunan dalam Paripurna LKPJ 2025 Polda Lampung Intensif Kejar Pelaku Penembakan Bripka Arya Supena, Penyekatan Diperketat di Sejumlah Wilayah Kunjungan Kajati Jabar ke Subang: Pastikan Penegakan Hukum Adil dan Dekat Masyarakat Siswi SMA di Palembang Hilang Usai Pamit Temui Teman, Keluarga Lapor ke Polisi Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi dan Tempuh Hukum Jika Perlu Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan bagi Warga Sukaratu

Nasional

Rambut Putih dan Kambing Hitam


					Rambut Putih dan Kambing Hitam Perbesar

Penulis : Teuku Neta Firdaus adalah Direktur Eksekutif The Jokowi Center

Teropongistana.com Jakarta – Acara silaturahmi relawan Jokowi di GBK menimbulkan kegerahan beberapa pihak. Pernyataan kontraproduktif terhadap kegiatan pada Sabtu lalu itu mungkin karena “kode keras” pak Jokowi yang menyebutkan ciri-ciri kepemimpinan merakyat itu (diantaranya) berambut putih.

Pernyataan bernada emosi dari petinggi PDIP mungkin terjadi karena sosok rambut putih belum mendapat restu, kelakar pak Jokowi dianggap tidak sesuai dengan harapan PDIP, padahal yang menyebut rambut putih dan berambut putih keduanya kader hebat PDIP.

Kecaman dari beberapa pihak menjadikan relawan Jokowi seperti kambing hitam. Tuduhan yang saling menyalahkan dan merendahkan harusnya tidak perlu terjadi, tidak boleh mengkresditkan siapapun, jangan ada pilih-kasih terhadap relawan, jangan ada anak tiri – anak kandung, harusnya kalau ada yang keliru dikonfirmasi dan diarahkan, tidak perlu mengumbar ke publik.

Setelah pilpres berlalu kenapa kegiatan silaturahmi semacam itu diharamkan. Beberapa kegiatan relawan sebelumnya Presiden Jokowi hadir, tidak ada suara sumbang dari PDIP. Dari judul kegiatan saja maknanya sangat mulia, “Nusantara Bersatu”, disela kegiatan ada penyerahan bantuan untuk korban bencana Cianjur. Dipastikan tidak ada rapat tertutup yang membahas permintaan jabatan atau bagi-bagi proyek, baik sebelum acara maupun setelahnya. Sudah tua jangan terlalu su’udhon.

Tidak perlu menyebut Jokowi dijebak dan dipaksa hadir, seolah-olah pak Jokowi hadir karena ada todongan atau panitia acara mewek-mewek minta pak Jokowi hadir, yang diundang dan yang hadir sama-sama senang dengan kesuksesan acara tersebut, tidak ada jebakan, dipastikan acara tersebut tidak menganggu apalagi menurunkan kewibawaan Presiden Jokowi.

Relawan pernah berjuang, bersungguh-sungguh berkerja, tanpa lelah untuk kemenangan di Pilgub DKI dan Pilpres 2014 dan 2019. Relawan tetap setia sampai saat ini, harusnya diapresiasi, bukan memusuhi relawan dan rambut putih hehe.

Baca Lainnya

Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

14 Mei 2026 - 12:21 WIB

Rapuhnya Komdigi Di Tangan Meutya Hafid, Matahukum: Saatnya Dicopot

Ketua Komisi III DPR Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat

13 Mei 2026 - 23:02 WIB

Ketua Komisi Iii Dpr Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional Di Jakarta Barat

Anggota Komisi XIII DPR Desak Bongkar Sindikat PMI Ilegal Usai Tragedi Kapal Tenggelam di Malaysia

13 Mei 2026 - 22:55 WIB

Anggota Komisi Xiii Dpr Desak Bongkar Sindikat Pmi Ilegal Usai Tragedi Kapal Tenggelam Di Malaysia
Trending di Nasional