Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

News

Jelang Ramadhan, Perumda Pasar NKR terus Pantau Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok


					Foto : Direktur Operasional PD Pasar NKR Ashari Asmat saat melakukan pemantauan ketersediaan dan Harga Bahan Pokok. Perbesar

Foto : Direktur Operasional PD Pasar NKR Ashari Asmat saat melakukan pemantauan ketersediaan dan Harga Bahan Pokok.

Teropongistana.com, TANGERANG| Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Perumda Pasar NKR terus melakukan pemantauan ketersediaan, kebutuhan dan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Rayat dalam kelola Perumda Pasar NKR. Hal ini Untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga sembako dan kebutuhan pokok di pasar-pasar

Direktur Operasional PD Pasar NKR Ashari Asmat menjelaskan, menjelang hari besar keagamaan nasional, sering terjadi peningkatan kebutuhan pokok dan peningkatan harga, ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah serta peningkatan tekanan permintaan. Beberapa bahan pangan pokok meningkat harganya karena permintaan yang melonjak.

“Komoditas pangan tersebut di antaranya adalah cabai, telur, ayam, daging, hingga minyak goreng. Kenaikan harga itu terjadi karena permintaan masyarakat yang tinggi menjelang Bulan Puasa,”ujar Ashari Asmat kepada Teropongistana.com Sabtu (18/3/2023).

Baca juga : Inflasi Kenaikan Harga BBM, Mendagri Dorong Pemda Bertindak

Lanjut Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di pasar Cisoka pada Kamis, 16/03/2023, untuk stok dan ketersediaan bapokting masih cukup aman, harga relatif ada kenaikan bila dibandingkan minggu pertama bulan Maret.

“Cabe rawit merah pada awal bulan masih Rp. 65rb/kg, sekarang mencapai Rp. 75-80 rb/kg, Cabe merah besar Rp. 50 rb/kg, merah keriting Rp. 40 rb/kg Gula pasir berkisar Rp. 14rb/kg Bawang putih ada kenaikan semula Rp. 23-24ribu/kg sekarang menjadi Rp. 30-32 rb/kg, sementara bawang merah Rp. 30-40kg ,”jelasnya.

“Minyak sayur curah Rp. 13 rb/ltr, untuk minyak kemasan berkisar Rp. 17-18rb/ ltr, untuk stok minyak KITA memang berkurang, harga ditingkat agen sudah tinggi. Harga daging sapi segar masih berkisar Rp. 130rb/kg sementara daging beku Rp. 100-110 rb/kg. Ayam broiler Rp 35rb/kg sementara ayam fillet Rp. 40-45 rb/kg, Telur hari ini dijual dengan harga Rp. 29rb/kg sementara sebelumnya Rp. 26-27rb/kg,” sambung dia.

Ashari mengungkapkan, pasukan sayuran didapat dari Tanah tinggi, sementara pasokan beras berasal dari lokal dan luar kabupaten Tangerang, demikian juga telur.

Namun demikian, untuk persediaan bahan pokok, masyarakat tidak perlu kuatir karena stoknya dipastikan aman. Kenaikan sejumlah harga pangan menjelang bulan ramadhan sulit terelakan, namun demikian harapan kita masih dalam batas wajar dan tidak membebani masyarakat saat menjalankan ibadah puasa dan merayakan hari Raya Idul Fitri.

“Perumda Pasar NKR akan terus memantau komoditas harga pangan sejak jelang ramadhan, pertengahan hingga H-1 hari Raya Idul Fitri nanti, apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan akan berkordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perdagangan dan Bulog untuk melakukan misalnya operasi pasar,”pungkasnya.

Ashari menambahkan, Perumda Pasar NKR senantiasa berusaha hadir dalam melayani masyarakat dan pelaku pasar serta melakukan berbagai upaya ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran bahan pokok yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.

“Seperti beberapa waktu lalu juga melakukan Operasi Pasar Beras bekerjasama dengan PT Benteng Pangan Utama di beberapa pasar, operasi pasar murah dilakukan untuk menstabilkan harga bahan pokok (sembako) khususnya beras, serta menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat,”ungkapnya.
(Ard)

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri

Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari

16 April 2026 - 19:08 WIB

Ombudsman Tegaskan Pembatasan Bbm Subsidi Harus Pertimbangkan Mayoritas
Trending di Hukum