Menu

Mode Gelap
Menjaga Marwah Samudra: Di Balik Kursi IMO dan Sengkarut Tata Kelola Laut Kita Sorotan Publik Menguat, Titik Lokasi SPPG Patia–Ciawi Diduga Berpindah Tanpa Penjelasan CBA: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasar

News

Ketua Gerak 08 Papua Tengah Apresiasi Anggaran Pendidikan 2025, Minta Pemerintah Serius Tangani Tiga Jalur Pendidikan


					Foto (Red) Perbesar

Foto (Red)

Teropongistana.com Papua Tengah — Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08) Papua Tengah, Yusak Ernes Tebay, menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menganggarkan dana pendidikan dalam jumlah besar untuk tahun 2025. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut menunjukkan kepedulian Presiden terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di seluruh Indonesia.

“Kami sangat salut kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau menunjukkan komitmen yang luar biasa terhadap dunia pendidikan. Anggaran besar yang telah disiapkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun SDM Indonesia,” ujar Yusak dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).

Namun demikian, Yusak menegaskan bahwa anggaran besar yang telah disiapkan pemerintah pusat harus diimbangi dengan kerja nyata di lapangan, khususnya oleh para pejabat terkait, mulai dari gubernur, bupati/wali kota, hingga kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Kami minta kepada Bapak Presiden, melalui Menteri Pendidikan, agar benar-benar melakukan pengawasan serius. Harus diteliti, kelompok pendidikan mana yang perlu ditangani secara prioritas,” tegas Yusak.

Yusak juga mengingatkan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki tiga jalur utama, yakni:

1. Pendidikan formal,
2. Pendidikan nonformal, dan
3. Pendidikan informal.

Ia menilai, selama ini pemerintah daerah belum optimal dalam menangani ketiga jalur tersebut, terutama di wilayah Papua Tengah.

“Negara sudah siapkan anggaran besar, tapi kenyataannya hingga kini kita masih menghadapi masalah serius, seperti buta aksara yang masih ada di berbagai daerah, rakyat yang belum hidup tenang, dan masalah kesehatan yang belum tuntas. Ini menjadi tanda tanya, apakah Indonesia bisa mencapai visi Generasi Emas 2045?” ungkapnya.

Yusak menegaskan, jika visi besar tersebut tidak tercapai, maka perlu dipertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab. Ia berharap dengan anggaran besar yang sudah disiapkan Presiden Prabowo, Papua Tengah bisa mendapat perhatian khusus agar ketertinggalan di sektor pendidikan bisa segera teratasi.

“Selama ini pendidikan di Papua Tengah masih tertinggal karena tidak ada yang serius mengurusnya. Kami sangat berharap pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian khusus bagi Papua Tengah,” pungkasnya.

Baca Lainnya

TNI Bantu Polri Tangani Begal, Anton Suratto: Tetap Berjalan Sesuai Koridor Hukum

1 Juni 2026 - 20:08 WIB

Tni Bantu Polri Tangani Begal, Anton Suratto: Tetap Berjalan Sesuai Koridor Hukum

Tak Cuma Bayar Denda, DPR Desak Perusahaan Sawit Nakal Diseret ke Pengadilan

1 Juni 2026 - 00:12 WIB

Baleg Dpr Ri,Komisi Viii,Arif Rahman,Dana Haji

Kuota Sekolah Negeri Penuh, Gubernur Banten Pastikan Akses Pendidikan Tetap Terbuka

1 Juni 2026 - 00:02 WIB

Andra Soni Jelang Debat Perdana Pilgub Banten: Dari Doa Keluarga, Orang Tua Dan Ulama
Trending di Daerah