Menu

Mode Gelap
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa Lindungi Generasi Muda dari Narkotika, Pemprov dan DPRD DKI Perkuat P4GN dengan Dukungan APBD dan BTT Tak Dilengkapi Plang Proyek, Pembangunan Rabat Beton di Wantisari Jadi Sorotan Bukan Pengusiran, Budiman Sudjatmiko Ungkap Fakta Di Forum Semarang Koalisi Cinta Jakarta Apresiasi Pembukaan 2.843 Lowongan Kerja BaraNusa Apresiasi Sikap Humanis Polda Metro Jaya dalam Mengawal Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

Politik

Bahlil Terus Bikin Ulah…!  33 DPD Terus Suarakan Munaslub


					Keterangan Foto: Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama pengurus DPP Partai Golkar. Perbesar

Keterangan Foto: Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama pengurus DPP Partai Golkar.

Teropongistana.com Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar, kursi Bahlil Lahadilia kembali di goyang, Kursinya di partai sedang di ganggu.Sebab, arus bawah Partai Golkar diyakini sudah tidak puas dengan kepemimpinan Bahlil Lahadalia karena kerap membuat kegaduhan di pemerintahan Prabowo Subianto.

Belum selsai gas 3 kg kini muncul dugaan bahlil terlibat mega korupsi di pt pertamina patra niaga dimana masyarakat melihat bahlil orang pertama yang mengatakan wajar atas pengoplosan pertallit menjadi pertamak ini membuat kecurigaan bagi masyarakat banyak, 6/3.

Informasi yang di himpun dari pengurus internal partai golkar yang tidak mau disebutkan namanya AR menjelaskan, Digolkar memiliki paksi-paksi yang sekarang merasa tidak puas atas kepemimpinan bahlil.

” Dari awal bahlil lahadalia mendapat penolakan keras menjadi ketua umum buktinya sehari bahlil ditetapkan menjadi ketua umum kader golkar langsung menggugatnya itu bukti ketidak puasan terhadap bahlil.

Kini keresahan di tubuh partai golkar mulai gejolak karena bahlil kerap membuat kegaduhan yang merugikan rakayat, selain itu pengurus DPP partai Golkar banyak di isi Exs Napi Korupsi ini mengancam hancurnya marwah golkar kedepan.

Baca juga: Disertasi Bahlil Bodong, UI Dalam Tekanan Belum Membuat Keputusan Resmi

” 33 DPD Partai Golkar menginginkan segera dilakukan munaslub karena bahlil lahadalia di anggap tidak merangkul semua golongan kali ini semua pengurus dpp partai golkar hanya orang-orang bahlil .

Selain itu orang-orang dekat bahlil yang menduduki kepengurusan di dpp partai golkar terlalu ugal-ugalan memaksakan kehendaknya, kami berharap sebagai kader muda segera dilakukan munaslub sekarang kepengurusan di daerah terkekang.

Baca lagi : Bikin Masalah Terus, Keputusan UI Anulir Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tepat

Dia menilai, ada satu sikap Bahlil yang semakin menimbulkan perasaan kader Golkar untuk menyegerakan Munaslub Golkar, yakni adegan Bahlil cium tangan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra Joko Widodo.

Sebelumnya, beredar di aplikasi berbagi pesan Whatsapp pada Rabu 12 Februari 2025, gambar lima figur calon Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga: Bahlil Bungkam Disertasi Bodong, Politisi Golkar Mantan Napi Beri Pembelaan

Muncul empat poster calon ketua umum partai golkar Kabinet Merah Putih, yakni Meutya Viada Hafid yang saat ini menjabat Menteri Komunikasi dan Digital.

Lalu Nusron Wahid yang menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang, Dito Ariotedjo yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Maman Abdurahman yang menduduki jabatan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Sementara satu nama lainnya adalah Bambang Soesatyo.

Baca juga: Bahlil Bela Terkait Korupsi PT Pertamina, Warga Hanya Pelaku yang Mewajarkan Tindak Kejahatan

Orang-orang Bahlil di kepengurusan dpp partai Golkar banyak orang-orang yang tidak berproses dari nol yang tiba-tiba menduduki kursi DPP ini bahaya buat partai Golkar.

Golkar Bukan milik Bahlil Lahadalia melainkan milik rakyat indonesia jadi jangan seenaknya. Kami berharap presiden prabowo tau misi rahasia Golkar di pimpin Bahlil lahadali, ungkapnya.

Baca Lainnya

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak

Adde Rosi: Lebih dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

10 Juni 2026 - 15:38 WIB

Adde Rosi: Lebih Dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-buru

6 Juni 2026 - 00:02 WIB

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-Buru
Trending di Politik