Menu

Mode Gelap
Komisi III DPR RI Setuju Usulan Jaksa Agung Terkait Penambahan Anggaran di Kejaksaan CBA Prediksi Prabowo Lanjutkan Efisiensi Anggaran 2026, Subsidi Energi Terancam Dipangkas Matahukum Ingatkan Satgas PKH Awasi Kemenhut Soal Tata Kelola Hutan Diduga Ada Permainan, KPK Diminta Telusuri 19 Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD DKI Senilai Rp50,3 Miliar LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta Sorotan Anggaran Seragam DPR PBD, Anggota DPD RI Minta Dibuka ke Publik

Bahlil Lahadalia

Tambang Bauksit Ilegal Sanggau Dilaporkan BAPAN Kepri: Kasus 17 Tahun yang Baru Dianggap Serius Setelah Publik Berteriak

3 Desember 2025 - 16:43 WIB

Tambang Bauksit Ilegal Sanggau Dilaporkan Bapan Kepri: Kasus 17 Tahun Yang Baru Dianggap Serius Setelah Publik Berteriak

Pengamat Nilai Tutut Soeharto Layak Pimpin Golkar di Tengah Gonjang-Ganjing Politik

2 September 2025 - 21:25 WIB

Pengamat Nilai Tutut Soeharto Layak Pimpin Golkar Di Tengah Gonjang-Ganjing Politik

Pengamat Nilai Bahlil Lahadalia Layak Dicopot dari Kabinet Prabowo

26 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Pengamat Nilai Bahlil Lahadalia Layak Dicopot Dari Kabinet Prabowo

Dukungan Meningkat, Tutut Soeharto Disebut Layak Gantikan Bahlil di Pucuk Golkar

25 Agustus 2025 - 05:59 WIB

Dukungan Meningkat, Tutut Soeharto Disebut Layak Gantikan Bahlil Di Pucuk Golkar

Isu Munaslub Golkar Mencuat, Bahlil Dinilai Terlalu Dekat dengan Jokowi

17 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Isu Munaslub Golkar Mencuat, Bahlil Dinilai Terlalu Dekat Dengan Jokowi

Golkar Tepis Isu Munaslub, Ridwan Hisjam Siap Jika Syarat Terpenuhi

13 Agustus 2025 - 07:40 WIB

Golkar Tepis Isu Munaslub, Ridwan Hisjam Siap Jika Syarat Terpenuhi

Gestur Bahlil Cium Tangan Gibran Picu Sorotan, Harga Diri Golkar Dipertanyakan

12 Agustus 2025 - 03:07 WIB

Gestur Bahlil Cium Tangan Gibran Picu Sorotan, Harga Diri Golkar Dipertanyakan

Isu Munaslub Golkar Menguat, Jabatan Bahlil Lahadalia di Ujung Tanduk?

11 Agustus 2025 - 06:22 WIB

Isu Munaslub Golkar Menguat, Jabatan Bahlil Lahadalia Di Ujung Tanduk?

Isu Munaslub Golkar Mencuat, Loyalitas Pendukung Bahlil Ditakar

3 Agustus 2025 - 07:20 WIB

Isu Munaslub Golkar Mencuat, Loyalitas Pendukung Bahlil Ditakar

Golkar Bergejolak: Dukungan Netizen Meluas untuk Ganti Bahlil, Munaslub Disebut Didukung Istana

1 Agustus 2025 - 21:19 WIB

Golkar Bergejolak: Dukungan Netizen Meluas Untuk Ganti Bahlil, Munaslub Disebut Didukung Istana

Bahlil Dinilai Beban Berat, AMPGI Mohamad Desak Presiden Prabowo Segera Lakukan Reshuffle Kabinet

22 Mei 2025 - 04:07 WIB

Jakarta — Aliansi Muda Garuda Indonesia (Ampgi) Mohamad Menyatakan Bahwa Presiden Prabowo Subianto Sudah Saatnya Mengambil Langkah Tegas Dengan Melakukan Reshuffle Kabinet. Menurut Mereka, Sejumlah Menteri Di Kabinet Saat Ini Justru Menjadi Penghambat Jalannya Pemerintahan Yang Efektif Dan Berintegritas. “Presiden Harus Berani Melepaskan Diri Dari Bayang-Bayang Pemerintahan Sebelumnya. Kabinet Saat Ini Perlu Dibersihkan Dari Tokoh-Tokoh Yang Lebih Sering Membuat Kegaduhan Ketimbang Bekerja Untuk Rakyat,” Tegas Perwakilan Ampgi Mohamad Dalam Pernyataan Resminya, Rabu (22/5). Ampgi Menyoroti Beberapa Nama Yang Dinilai Tidak Menunjukkan Kinerja Optimal Dan Justru Lebih Menonjolkan Kepentingan Pribadi. Salah Satu Yang Menjadi Sorotan Adalah Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia. “Bahlil Kerap Menciptakan Panggung Untuk Dirinya Sendiri, Terkesan Lebih Sibuk Membangun Citra Pribadi Ketimbang Fokus Menjalankan Tugas Negara. Ini Menjadi Beban Bagi Presiden Prabowo,” Lanjutnya. Ampgi Juga Menyatakan Bahwa Reshuffle Bukan Hanya Menjadi Kebutuhan Politik, Tetapi Juga Menjadi Sinyal Penting Bahwa Presiden Prabowo Adalah Pemimpin Yang Mandiri Dan Bukan Sekadar Penerus Kebijakan Pemerintahan Sebelumnya. “Kami Mendesak Agar Menteri-Menteri Yang Terlalu Lekat Dengan Kepentingan Masa Lalu Segera Digantikan Oleh Profesional Yang Kompeten Dan Paham Terhadap Tugas Pokoknya. Jangan Sampai Publik Menganggap Presiden Prabowo Hanya Sekadar Simbol Atau ‘Boneka Politik’,” Pungkasnya.

Isu Reshuffle: Bahlil Lahadalia Dinilai Jadi Beban Berat Presiden Prabowo, Bersama Dua Menteri Lain

21 Mei 2025 - 13:46 WIB

Isu Reshuffle: Bahlil Lahadalia Dinilai Jadi Beban Berat Presiden Prabowo, Bersama Dua Menteri Lain

Bahlil Lahadalia Diduga Bermanuver Politik Jauh dari Prabowo, Dekati Jokowi Demi 2029

18 Mei 2025 - 19:38 WIB

Bahlil Lahadalia Diduga Bermanuver Politik Jauh Dari Prabowo, Dekati Jokowi Demi 2029

Ancaman Menteri ESDM ke PTBA Soal Proyek DME Tuai Kritik: “Pencitraan Di Atas Segalanya”

13 Mei 2025 - 22:36 WIB

Jakarta — Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (Esdm), Bahlil Lahadalia, Melontarkan Peringatan Keras Kepada Pt Bukit Asam Tbk (Ptba) Terkait Lambatnya Realisasi Proyek Gasifikasi Batu Bara Menjadi Dimethyl Ether (Dme). Dalam Keterangannya Di Kantor Kementerian Esdm, Kamis (8/5), Bahlil Menyebut Bahwa Pemerintah Akan Mempertimbangkan Pencabutan Sebagian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (Wiup) Milik Ptba Jika Perusahaan Pelat Merah Itu Tak Kunjung Menjalankan Penugasan Dari Pemerintah, 13 Mei 2025. “Nanti Kita Akan Kasih Tugas. Kalau Tidak Kasih Tugas, Kita Ambil Sebagian Wilayahnya,” Ujar Bahlil. Pernyataan Tersebut Sontak Memicu Reaksi Keras Dari Berbagai Kalangan, Termasuk Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto. Melalui Akun Media Sosialnya Di X (@Giginpraginanto), Gigin Menilai Sikap Bahlil Sebagai Bentuk Kecenderungan Kekuasaan Yang Lebih Mementingkan Pencitraan Ketimbang Rasionalitas Kebijakan Dan Efisiensi Ekonomi. “Bagi Bahlil, Rugi Tak Masalah Karena Yang Menanggung Rakyat,” Cuit Gigin Pada Sabtu (10/5). Ia Juga Menilai Langkah Bahlil Sebagai Pemaksaan Proyek Besar Yang Berisiko Menimbulkan Kerugian Negara. “Seperti Penguasa Pada Umumnya, Pencitraan Di Atas Segalanya!” Tegasnya. Diketahui, Proyek Dme Merupakan Salah Satu Program Strategis Pemerintah Untuk Mengurangi Ketergantungan Impor Lpg. Namun, Hingga Kini Proyek Tersebut Belum Menunjukkan Kemajuan Signifikan. Sementara Itu, Ptba Dikabarkan Mulai Mempertimbangkan Alternatif Proyek Hilirisasi Lain Seperti Synthetic Natural Gas (Sng), Artificial Graphite, Anoda Sheet, Dan Asam Humat, Yang Dinilai Lebih Feasible Secara Bisnis. Polemik Ini Membuka Kembali Diskusi Soal Peran Pemerintah Dalam Mendorong Proyek Strategis Nasional: Sejauh Mana Intervensi Dibutuhkan, Dan Di Titik Mana Keputusan Bisnis Harus Dihormati.

Isu Konsolidasi Internal, Bahlil Lahadalia Diduga Disiapkan Jadi Capres 2029 oleh Kader Muda Golkar

13 Mei 2025 - 12:27 WIB

Jakarta — Partai Golkar Kembali Menjadi Sorotan Publik Setelah Mencuatnya Isu Konsolidasi Internal Yang Diduga Merupakan Bagian Dari Gerakan Senyap Mendukung Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, Untuk Maju Sebagai Calon Presiden Pada Pemilu 2029 Mendatang, 13 Mei 2025. Dorongan Konsolidasi Ini Dikabarkan Bermula Dari Suara-Suara Di Tingkat Dewan Pimpinan Daerah (Dpd) Yang Mulai Mengemuka Belakangan Ini. Gerakan Tersebut Disebut Diprakarsai Oleh Sejumlah Kader Muda Partai Yang Menyuarakan Dukungan Secara Tertutup. &Quot;Maaf Mas, Jangan Sebut Nama Saya Ya, Bisa-Bisa Saya Kena Sanksi Atau Bahkan Dipecat,&Quot; Ujar Seorang Kader Muda Golkar Yang Enggan Disebutkan Namanya. “Tapi Masyarakat Dan Kader-Kader Bisa Merasakan Dan Melihat Itu Semua Kok,” Lanjutnya. Ia Menyebutkan Bahwa Sejak Bahlil Menjabat Sebagai Ketua Umum, Telah Terjadi Penataan Internal Secara Signifikan. Salah Satunya, Menurut Dia, Adalah Anggapan Bahwa Calon Ketua Dpd Golkar Di Berbagai Daerah Harus Mendapat Restu Langsung Dari Bahlil. Tak Hanya Itu, Beberapa Posisi Strategis Di Dpp Pun Disebut Telah Diisi Oleh Figur-Figur Yang Dikenal Dekat Dengan Sang Ketua Umum. &Quot;Gerakan Ini Sudah Dimulai Sejak Beliau Jadi Ketua Umum. Tujuannya Jelas, Mempersiapkan Beliau Untuk 2029,&Quot; Tambahnya. Hingga Berita Ini Diturunkan, Belum Ada Pernyataan Resmi Dari Dpp Partai Golkar Terkait Isu Tersebut. Namun Dinamika Internal Yang Berlangsung Menunjukkan Adanya Penguatan Konsolidasi Yang Signifikan Menjelang Kontestasi Politik Mendatang.