Menu

Mode Gelap
Pengamat Nilai PSI Terlalu Jumawa, Ambisi Rebut Bali hingga DKI Dinilai Konyol Bali Kotor Dituding Pejabat Korea, Prabowo Inisiatif Gotong Royong Kejagung Siap Kaji Laporan Dugaan Penguasaan Mobil dan Gratifikasi Dr Robert Kejagung Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Kuota Pupuk Indonesia Menuju Konferancab VI GP Ansor Sepatan, Riki Ade Suryana Maju Calon Ketua PPATK Buka Data Nasabah, Matahukum Sebut Langkah yang Salah

Polsek siabu

Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga, Kapolsek Siabu Diduga Bungkam dan Blokir Wartawan

26 Mei 2025 - 14:42 WIB

Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga, Kapolsek Siabu Diduga Bungkam Dan Blokir Wartawan

Agus Partono Desak Kapolri Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal dan Copot Kapolsek Siabu

23 Mei 2025 - 19:01 WIB

Agus Partono Desak Kapolri Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal Dan Copot Kapolsek Siabu

Kasad: Lulusan Seskoad Harus Jadi Pemimpin TNI AD yang Tangguh dan Visioner

22 Mei 2025 - 19:37 WIB

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Tni Maruli Simanjuntak, M.sc., Menegaskan Bahwa Lulusan Seskoad Dituntut Untuk Mampu Menjalankan Peran Strategis Sebagai Pemimpin Tni Ad Di Masa Depan, Dengan Kompetensi Unggul Dan Kemampuan Berpikir Analitis Yang Kuat. Hal Itu Disampaikan Kasad Saat Menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) Lxv Sekolah Staf Dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Di Aula Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/5/2025). Kasad Juga Menyampaikan Apresiasi Dan Penghargaan Kepada Seluruh Perwira Siswa (Pasis) Yang Telah Menyelesaikan Pendidikan Dengan Baik. “Orang Yang Banyak Berada Di Lapangan, Dia Akan Selalu Berfikir Kreatif, Dan Peluang-Peluang Di Lapangan Harus Dicari Sendiri, Kita Harus Berkreasi Sendiri, Harus Berusaha Memecahkan Persoalan Di Lapangan Sendiri, Itulah Yang Akan Membuat Anda Nantinya Menjadi Matang, Dan Jadi Pemimpin Atau Menjadi Manager Yang Andal,” Tegas Kasad. Menurut Kasad, Seskoad Merupakan Kawah Candradimuka Yang Mencetak Calon-Calon Pemimpin Tni Ad Yang Profesional, Tangguh, Dan Adaptif Terhadap Dinamika Perubahan Lingkungan Strategis. Oleh Karena Itu, Tni Ad Akan Terus Mengevaluasi Kualitas Pendidikan Agar Semakin Efektif Dan Relevan Dengan Tantangan Tugas Ke Depan. Pendidikan Ini Diikuti Oleh 270 Pasis, Terdiri Dari 237 Pasis Tni Ad, 4 Pasis Tni Al, 4 Pasis Tni Au, 14 Pasis Polri, Serta 11 Pasis Dari Negara Sahabat Seperti Singapura, Arab Saudi, Filipina, Pakistan, Vietnam, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Australia, Dan Amerika Serikat. Para Pasis Tersebut Dibekali Dengan Berbagai Materi Strategis Dan Operasional Yang Mencakup Manajemen Pertahanan, Kepemimpinan Militer, Serta Studi-Studi Strategis Yang Berorientasi Pada Pertahanan Negara. Kasad Juga Berpesan Agar Seluruh Lulusan Seskoad Terus Menjaga Integritas Dan Loyalitas, Serta Aktif Mengembangkan Diri Sebagai Prajurit Profesional Di Era Modernisasi Tni. Mereka Diharapkan Menjadi Pemimpin Berkarakter, Visioner, Dan Mampu Menjadi Katalisator Perubahan Serta Penggerak Modernisasi Tni Ad. “Berpegang Teguh Pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Dan Delapan Wajib Tni Sebagai Nilai-Nilai Integritas Akan Menjaga Kepercayaan Rakyat Serta Mendorong Kontribusi Nyata Bagi Kemajuan Tni Ad Dan Bangsa Indonesia,” Ujar Kasad. Dalam Acara Penutupan Dikreg Lxv Seskoad, Kasad Juga Memberikan Penghargaan Kepada Para Pasis Berprestasi. Mayor Czi Amito Surya Mutiara Terpilih Sebagai Pasis Dengan Prestasi Belajar Terbaik. Dari Polri, Prestasi Serupa Diraih Kompol Sang Ngurah Wirathama Satria Pathy, S.i.k, S.h., M.si., M.h., Sementara Mayor Chng Yikang Darius Dari Singapura Menjadi Yang Terbaik Dari Peserta Mancanegara. Penghargaan Juga Diberikan Kepada Tenaga Pendidik Terbaik, Yaitu Kolonel Inf Surya Wibawa Suparman. Sementara Itu, Penulis Taskap Terbaik Dari Tni Ad Diraih Mayor Inf Bahtera Josua Sidabutar, S.i.p., Dari Polri Diraih Kompol Adrian Risky Lubis, S.i.k., Dan Dari Mancanegara Diraih Oleh Mayor Li Yiming Dari Singapura. 

Gawat, Foto Jokowi–Ma’ruf Masih Terpampang di Polsek Siabu Meski Presiden Sekarang Prabowo-Gibran

22 Mei 2025 - 08:31 WIB

Gawat, Foto Jokowi–Ma’ruf Masih Terpampang Di Polsek Siabu Meski Presiden Sekarang Prabowo-Gibran

Viral di Medsos, Tampang Bos PETI Siabu yang Diduga di Lindungi Oknum Polisi dan Kades

13 Mei 2025 - 23:39 WIB

Viral Di Medsos, Tampang Bos Peti Siabu Yang Diduga Di Lindungi Oknum Polisi Dan Kades

Kasus Penganiayaan Mangkrak, Diduga Oknum Polisi Disinyalir Ambil Setoran dari 70 Bos Tambang di Madina

10 Mei 2025 - 15:44 WIB

Kasus Penganiayaan Mangkrak, Diduga Oknum Polisi Disinyalir Ambil Setoran Dari 70 Bos Tambang Di Madina

Darurat Tambang Emas Ilegal di Madina, APH Sumatra Utara Diduga ada Main Mata dengan Bos PETI

10 Mei 2025 - 13:08 WIB

Darurat Tambang Emas Ilegal Di Madina, Aph Sumatra Utara Diduga Ada Main Mata Dengan Bos Peti

3 Tahun Mencari Keadilan …! Korban Penganiayaan Setelah Bersurat ke Komisi III Berlanjut Bersurat Dengan Presiden Prabowo Subianto

30 April 2025 - 21:38 WIB

Jakarta - Penanganan Kasus Dugaan Aktivitas Penambangan Emas Diduga Ilegal Di Desa Tangga Bosi Bukit Siayo, Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara, Kembali Menuai Sorotan. Sorotan Ini, Menyangkut Lanjutan Proses Hukum Atas Kasus Yang Menyita Perhatian Publik. “Kami Mempertanyakan Keseriusan Polres Madina Dalam Memproses Kasus Itu (Tambang Emas Illegal Di Desa Tangga Bosi Bukit Siayo Red),” Ungkap Lesmana Halawa, Warga Mandailing Natal Sumatra Utara Sekaligus Korbang Penganiayaan Yang Diduga Dilakukan Oleh Bos Tambang Emas Ilegal Menyampaikan Pada Media Ini, Rabu (28/4/2025). Sepengetahuannya, Aparat Penegak Hukum (Aph) Polres Madina Sektor Polsek Saibu, Belum Membuahkan Hasil Masih Jalan Di Tempat, Rasa Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Hilang Akibat Lambanya Penegakan Hukum Terhadap Bos Tambang Ilegal Yang Diduga Sering Melakukan Penganiyaan Kepada Wartawan Dan Masyarakat. Namun, Penanganan Kasus Ini Terkesan Jalan Ditempat Dan Lanjutan Prosesnya Tidak Diketahui, Katanya.  Lesmana Halawa Menyebut, Kasus Ini Sangat Menyita Perhatian Publik, Harus Menjadi Prioritas. Dikatakan Lesmana Halawa, Sudah 3 Tahun Lamanya Kasus Ini Belum Selesai Sudah Berapa Kali Ganti Kapolsek Saibu Kasus Ini Jalan Ditempat. Kami Kemarin Sudah Kirim Surat Ke Komisi Iii Dpr Ri Dan Sudah Samapi Kami Menunggu Langkah Nyata Dari Polda Sumatra Utara Polres Madina Sektor Polres Saibu. Bupati Mandaling Natal Kelurkan Perintah Menutup Tambang Emas Di 12 Kecamatan Jika Kecamatan Saibu Tidak Di Tutup Yang Jelas-Jelas Ramai Jadi Perbincangan Malah Perintah Bupati Aneh, Kenapa Kecamatan Saibu Di Lewat ?. Jika Surat Permohonan Kami Ke Komisi 3 Dpr Ri Tidak Di Gubris Oleh Polda Sumatra Utara Kita Sedang Persiapkan Buat Surat Ke Presiden Prabowo Subianto Agar Kami Bisa Mendapatkan Keadilan. “Semoga Saja Polres Madina Segera Menuntaskan Penanganan Kasus Ini Agar Ada Kepastian Hukum,” Terangnya. Sementara Itu, Kapolres Madina Sektor Polsek Saibu, Yang Dikonfirmasi Media Bungkam Hanya Diliatnya Dengan Tanda Centang Biru, Guna Dikonfirmasi Terkait Lanjutan Proses Penanganan Kasus Tersebut, Tidak Berhasil Dikonfirmasi, Lantaran Saat Dikonfirmasi Tidak Ada Jawaban Sejauh Mana Perkembangan Kadusnya.

Bupati Mandaling Natal Perintahkan Tutup Tambang Emas Ilegal, Lesmana Helawa Sebut Hanya Pencitraan Saibu Enggak ?

18 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution, Sh Mm Mengeluarkan Surat Perihal Perintah Penghentian Tambang Emas Tanpa Izin (Peti) Pada 12 Kecamatan Di Kabupaten Madina. Surat Tersebut Bernomor: 660/0698/Dlh/2025 Tanggal 17 April 2025. Surat Itu Ditandatangani Oleh Bupati Madina Saipullah Nasution. Adapun 12 Camat Yang Mendapat Surat Penghentian Peti Itu, Antara Lain; Camat Hutabargot, Nagajuang, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan, Ulu Pungkut, Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Batahan, Natal, Dan Camat Muara Batang Gadis,18 April 2025. Dan Banyak Medapat Apresiasi Dari Berbagai Pihak Terkait Keberanianya, Namun Berbeda Dengan Lesmana Helawa Korban Penganiyaan Yang Diduga Dilakukan Bis Tambang Ilegal. Menurut Lesmana Helawa, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution Tidak Punya Nyali Hanya Omon- Omon Saja Buktinya Media Sudah Ratusan Kali Ramai Di Media Sosial Dan Pemeberitaan Terkait Kasus Penganiyaan Yang Diduga Dilakukan Oleh Bos Tambang Ilegal Sampai Sekarang Masih Beroprasi Lokasi Tambang Ilegal Tersebut Yang Terletak Di Desa Tangga Bosi,Bukit Siayo , Kecamatan Saibu, Kabupaten Mandarling Sumatera Utara Tahun 2022, Jakarta 14 Maret 2025. &Quot; Padahal Kasus Ini Sudah Pernah Menggemparkan Dunia Maya Bahkan Korban Sekarang Sedang Mencari Keadilan Kepada Komisi Iii Dpr Ri Dan Presiden Prabowo Agar Kasusnya Segera Selsai Pelaku Di Tangkap Dan Tambang Emas Ilegal Yang Merugikan Negara Segera Di Tutup,Ungkapnya. Pantauan Wartawan Kegiatan Pertambangan Tersebut Terus Beroprasi Bahkan Sering Terjadi Penganiayaan Di Sana Bahkan Kasusnya Mangkrak Selama 3 Tahun, 12 Kecamatan Di Perintah Bupati Mandaling Natal Untuk Ditutup Namun Anehnya Yang Jelas-Jelas Sedang Ramai Malah Dibiarkan Dan Kasusnya Sedang Ditangani Oleh Polres Madina Sektor Polsek Saibu Udah 3 Tahun Lamanya Mangkrak, Ungkapnya.

3 Tahun Pelaku Penganiyaan Bebas Berkeliaran dan Tambang Emas Ilegal Terus Beroprasi, Polres Madina Sektor Siabu Lawan Perintah Presiden Prabowo

15 April 2025 - 10:37 WIB

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto Geram Karena Masih Banyak Ditemui Pertambangan Ilegal Di Dalam Negeri Hingga Penyelundupan Emas Yang Dilakukan Pihak-Pihak Tak Bertanggung Jawab. Menurut Prabowo, Itu Adalah Salah Satu Tantangan Dalam Mengelola Sumber Daya Alam Negeri Yang Berlimpah. &Quot;Masih Terdapat Beberapa Penyimpangan-Penyimpangan, Ada Illegal Mining Di Mana-Mana, Ada Penyelundupan Mas Ke Luar Negeri Tanpa Melalui Proses Yang Benar,&Quot; Ujar Prabowo Saat Meresmikan Pabrik Emas Freeport Di Gresik, Jawa Timur, Senin (17/3). Kepala Negara Ini Menegaskan Bahwa Tindakan Tersebut Sangat Merugikan Negara Sehingga Perlu Dibasmi. &Quot;Ini Merugikan Negara Bangsa Dan Rakyat Dan Ini Akan Kita Tindak, Akan Kita Telusuri. Kita Harus Terus Menerus Memberantas Segala Penyimpangan, Penyelundupan Ke Luar Indonesia Merugikan Penerimaan Kita, Penyelundupan Barang Luar Ke Indonesia Juga Mengancam Industri Kita, Mengancam Pekerjaan Ratusan Ribu Rakyat Kita,&Quot; Jelasnya. Berbeda Dengan Seorang Wartawan Yang Mengalami Penganiayaan Diduga Dilakukan Oleh Boss Tambang Ilegal (Peti) Di Lokasi Tambang Desa Tangga Bosi Bukit Siayo, Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara Pada Tahun 2022 15 April 2025. Sampai 2025 Sekarang Belum Mendapatkan Keadilan Di Mana Pelaku Penganiayaan Masih Bebas Berkeliaran Di Lokasi Tambang Ilegal. &Quot; Saya Kira Pelaku Kebal Hukum Dan Polda Sumatra Utara Dan Polres Madina Sektor Polsek Siabu Tidak Patuh Atas Perintaj Presiden Prabowo Dimana Tambang Ilegal Harus Di Basmi Agar Tidak Merugikan Negara Hingga Saat Ini Tambang Emas Ilegal Yang Terletak Lokasi Tambang Desa Tangga Bosi Bukit Siayo, Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara Masih Beroprasi. Bukan Hanya Tidak Di Tutup Tambang Emas Ilegal Tersebut Namun Pihak Kepolisain Polsek Siabu Membiarkan Korban Penganiayaan Selama 3 Tahun Bebas Berkeliaran . Selama 3 Tahun Korban Penganiayaan Wartawan Bebas Berkeliaran Dan Tambang Emas Ilegal Pun Tidak Ada Penindakan, Jika Himbauan Presiden Prabowo Saja Hiraukan Kemana Lagi Korban Harus Mencari Keadilan, Ungkap Lesmana Helawa. &Quot; Setiap Kita Kinfirmasi Kepada Polsek Siabu Jawabnya Kita Sedang Upayakan, Selama 3 Tahun. Saat Media Menkonfirmasi Kepada Kapolsek Siabu Mengatakan Sedang Diupayakan, &Quot; Kami Sedang Upayak Pak. Informasi Yang Dihimpun Sampai Berita Ini Di Terbitkan Pelaku Penganiayaan Sering Menghubungi Korban Dengan Mengancam Dan Akan Membunuh, Kegiatan Tambang Emas Ilegal Masih Beroprasi Sampai Sekarang.

3 Tahun Kasus Penganiayaan Mangkarak, Korban Menduga Polres Madina Sektor Polsek Siabu Terima Setoran

27 Maret 2025 - 07:08 WIB

3 Tahun Kasus Penganiayaan Mangkarak, Korban Menduga Polres Madina Sektor Polsek Siabu Terima Setoran Teropongistana.com Sumatra Utara - Penganiayaan Wartawan Yang Diduga Dilakukan Oleh Boss Tambang Ilegal (Peti) Di Lokasi Tambang Desa Tangga Bosi Bukit Siayo, Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara Pada Tahun 2022, 27 Maret 2025. Dikatakan Lesmana Halawa, Kapolres Madina Bersama Dengan Jajarannya Tidak Serius Dalam Menangani Perkara Penganiayan Dirinya. Seakan Ada Yang Disembunyikan, Jika Kasus Ini Tidak Di Tangkap Pelaku Dan Bos Tambangnya Kalo Ada Dugaan Main Mata Wajar-Wajar Saja . &Quot; Saya Menduga Kuat Ada Setoran Mengalir Dari Para Bos Tambang Emas Ilegal Tersebut Kepada Oknum Polisi Di Polres Madina Sektor Polsek Siabu, Aneh Saja Selama 3 Tahun Pelaku Bebas Berkeliaran Sambil Bermain Tik-Tok Dengan Memperlihatkan Tumpukan Uang. &Quot;Bayangkan Saja Kasus Penganiayaan Didesa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara 3 Tahun Lamanya Pelaku Berkeliaran Dilokasi Tambang Dan Para Bossnya Beroperasi Sampai Saat Ini. Saya Korban Hanya Mendapatkan Janji-Jani Perkembangan Kasus Saja 3 Tahun Lamanya? Belum Ada Tindakan Tegas Yang Dilakukan Oleh Pihak-Pihak Tertentu Mulai Dari Tingkat Desa, Kecamatan,Sampai Dengan Penegak Hukum Mereka Seperti Membiarkan. Bahkan Terjadi Lagi Pengeroyokan Dilokasi Yang Sama. Seakan Pelaku Dan Bos Tambang Emas Ilegal Tersebut Lebih Kuasa Dan Sakti Dari Kepolisan, Sampai-Sampai 3 Tahun Lamanya Mereka Tidak Bisa Disentuh Polisi Ada Apa ? Ditempat Yang Berbeda Nani Maulana Penggiat Lingkungan Mata Tunas 17 Mengatakan Sah-Sah Saja Jika Korban Mempunyai Dugaan Oknum Polres Madina Sektor Siabu Menerima Setoran Dari Bos Tambang Emas Ilegal Tersebut Karena Sudah 3 Tahun Lamanya Kasusnya Mangkrak Tidak Ada Hasil. &Quot;Apa Lagi Pelaku Sering Meneror Dan No Teleponnya Aktif Bahkan Sering Mengancam Korban Aneh Jika Polisi Tidak Bisa Melacak Keberadaanya Klo Bukan Ada Main Mata, Ungkapnya. Saat Wartawan Konfirmasi Kepada Polsek Siabu Terkait Perkembangan Kasus Tersebut Hanya Menjelaskan Dimana Keberadaan Pelaku, Dan Memberikan Sp2Ap Kepada Korban, Herannya Kita Pelakunya Berkeliaran Dilokasi Tambang Dan Tambang Beroperasi. Kenapa Lagi Ditanya Keberadaan Pelaku.

Pelaku Berkeliaran Sudah 3 Kali Lebaran, Polres Madina Sektor Polsek Siabu Jalan Ditempat

25 Maret 2025 - 20:02 WIB

Teropongistana.com Jakarta - Penganiayaan Wartawan Pada Tahun 2022 Yang Diduga Dilakukan Oleh Boss Tambang Ilegal (Peti) Di Lokasi Tambang Desa Tangga Bosi Bukit Siayo, Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara Pada Tahun 2023, 25 Maret 2025. Sudah Lebaran Ketemu Lebaran Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan Yang Diduga Dilakukan Oleh Bos Tambang Ilegal Masih Belum Kunjung Di Tangkap . Lesmana Helawa Selama 3 Tahun Sudah Mencari Keadilan Dengan Melaporkan Penganiayaannya Ke Polsek Saibu Dengan Harapan Mendaptkan Keadilan. Namun Hanya Janji-Janji Yang Korban Dapat Selama 3 Tahun Ini. Bahkan Korban Sudah Menempuh Langkah-Langkah Dari Memakai Pengacara Hingga Korban Akan Bersurat Ke Komisi Iii Dpr Ri Harapnya Dapat Mendaptkan Keadilan. Nani Maulana Penggiat Lingkungan Mata Tunas 17 Ikut Menyoroti Tambang Emas Ilegal Ini Sangat Merugikan Negara Pemerintah Daerah Dan Pusat Segera Bertindak Agar Tidak Menjadi Kebocoran Bagi Negara. Bayangkan Tambang Ini Emas Ilegal Itu Merusak Lingkungan Dan Membahayakan Si Penambang Ini Harus Segera Di Ambil Tindakan Tegas Karena Sangat Membahayakan Masyarakat Setempat Dan Menjadi Kerugian Negara. Tambang Emas Ilegal Ini Tidak Mungkin Bergerak Sendiri Tanpa Ada Pemodal Atau Orang Kuat Dibelakangnya, Kami Berharap Pemerintah Hadir Dalam Kasus Tambang Emas Ilegal Tersebut Apa Lagi Sering Menimbulkan Korban Penganiayaan. Informasi Yang Diterima Polsek Saibu Dibantu Polres Madina Sedang Mengerahkan Personilnya Untuk Menangkap Pelaku Namun Belum Membuahkan Hasil.

Lambat..! Mata Tunas 17 Kawal Terus Kasus Penganiayaan, Kami Minta Polres Madina Sikat Semua yang Terlibat

15 Maret 2025 - 12:13 WIB

Lambat..! Mata Tunas 17 Kawal Terus Kasus Penganiayaan. Kami Minta Polres Madina Sikat Semua Yang Terlibat Teropongistana.com Jakarya - Penggiat Lingkungan Nanda Mata Tunas 17 Pelototi Kasus Penganiayaan Yang Diduga Dilakukan Oleh Bos Tambang Emas Ilegal, Di Lokasi Lokasi Tambang Desa Tangga Bosi Bukit Siayo, Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara Pada Tahun 2022, 15 Maret 2025. Menurut Nanda, &Quot; Kasus Ini Sudah Sangat Lama Sekali Dan Ada Apa Kok Bisa Kasusnya Bisa Bertahun-Tahun Belum Ketangkap Pelakunya, Sedangkan Tambang Tersebut Masih Beroprasi Info Kami Terima Dari Warga Sana Dan Korban Penganiayaan Tersebut. Pada Tahun 2022 Infonya Sudah Sempat Di Kumpulkan Kepala Desa Dan Dinas Terkait Dan Sepakat Untuk Menutup Tambang Ilegal Tersebut Namun Yang Kita Dengar Semua Masih Beroprasi Bahkan Ada Lagi Korban Penganiayaan Di Lokasi Yang Sama. &Quot; Kami Minta Kepad Polres Madina Bergerak Lebih Cepat Dalam Penangani Kasus Ini Karena Ini Menjadi Kerugian Negara, Apa Lagi Tambang Emas Ilegal Tersebut Kabarnya Beberapa Hari Bisa Mendapatkan Miliaran Wow, Ungkap Nanda . Polda Sumatra Utara Lewat Polres Madina Segera Bertindak Agar Cukong Dari Aktivitas Penambangan Emas Ilegal Tersebut Segera Ditangkap Jangan Hanya Di Pelaku Penganiayaan. “Harapan Kami Pemerintah Dan Aparat Penegak Hukum Serius Untuk Menindak Pelaku Peti Ini, Jangan Pekerja Saja Yang Ditindak, Pemilik Modalnya Yang Mestinya Harus Ditangkap, Sita Juga Mesin-Mesin Mereka Agar Tidak Bisa Lagi Pelaku-Pelaku Lainnya Beraktivitas,” Ungkapnya Mengatakan Dengan Nada Kesal. Dalam Penutupnya Nanda, Kami Akan Mengawal Kasus Ini Sampai Selsai Jangan Sampai Ada Main Mata Kami Sudah Persiapkan Untuk Melakukan Pengaduan Ke Dpr Ri Komisi Iii Dan Kapolri, Biar Masalah Ini Dibuka Terang Benderang Semua Yang Terlibat Dalam Kasus Tambang Emas Ilegal Tersebut Segera Di Tangkap Dan Diproses.